Asisten Gubernur Aceh: Bendera Cuma Simbol NAD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acehnese Provincial flag. Antara/Ampelsa

    Acehnese Provincial flag. Antara/Ampelsa

    TEMPO.CO , Jakarta:Asisten Gubernur Aceh Iskandar Gani menyatakan pemerintah Aceh tidak menyalahgunakan bendera yang akan menjadi lambang keistimewaannya. Bendera tersebut tetap akan bersanding dengan bendera merah putih dan berada pada posisi yang lebih rendah.

    “Itu sudah diatur dalam qanun, bendera Aceh tidak akan berkibar lebih tinggi dibandingkan merah putih,” kata Iskandar kepada Tempo, Selasa, 16 April 2013. Bendera Aceh, kata dia, hanyalah simbol dan identitas Nanggroe Aceh Darussalam.

    Bendera merah putih, kata dia, murni menjadi lambang kedaulatan negara. “Itu harga mati,” kata Iskandar. Bendera Aceh, hanya dikibarkan pada hari-hari besar Aceh. Dia meminta agar pemerintah, teruatama TNI dan Polri, tidak terlampau trauma dengan bendera Aceh yang pernah menjadi bendera Gerakan Aceh Merdeka.

    Iskandar menilai permasalahan bendera Aceh dipolitisasi. “Karena ada beberapa pihak yang tampaknya trauma dengan bendera itu,” ujar dia. Menurut dia, bendera Aceh memiliki filosofi khusus dalam berbagai simbolnya.

    DPR Aceh dan pemerintah pusat bakal mendinginkan suasana terlebih dahulu terkait masalah qanun bendera. “Setelah ini baru dibahas solusinya,” kata dia.

    SUBKHAN

    Baca juga:
    Polisi: Sopir dan Penumpang Camry Maut Jalin Cinta

    Cuci Uang Narkoba Rp 38 Miliar, Ini Cara Bisnisnya 

    Detik-detik Kecelakaan Camry Maut Pembawa Narkoba

    Ratna Listy Diajak Jadi Pengikut Eyang Subur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.