Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan Wiwin Suwandi sebagai pembocor dokumen sprindik Anas Urbaningrum pada sidang terbuka pada Rabu, 3 April 2013. 

    "Benar pelaku pembocoran adalah Wiwin Suwandi yang merupakan Sekretaris Ketua KPK," kata anggota Komisi Etik KPK Tumpak Hatorangan dalam sidang terbuka di gedung KPK. Sprindik yang dibocorkan itu, kata Tumpak, belum diberi nomor dan cap KPK. Sprindik itu tersebar di beberapa media. Proses bocornya sprindik Anas juga diungkapkan Komisi Etik.

    Tumpak menyatakan Wiwin Suwandi diperintahkan Abraham Samad untuk membuat kopian sprindik yang merupakan hasil scanning pertama dan menyerahkan satu eksemplar kepada Abraham Samad untuk kemudian disimpannya.

    Selanjutnya, Wiwin Suwandi memindai kedua kali atas dokumen sprindik yang berciri berbeda dengan hasil pindaian pertama (posisi banner berbeda). Wiwin memotret dokumen sprindik dengan menggunakan BlackBerry dan dikirim hasilnya pada wartawan.

    Adapun Abraham tidak terbukti membocorkan sprindik Anas Urbaningrum. Namun, sikap dan perilakunya tidak mencerminkan sebagai pimpinan KPK. Komite Etik menilai Abraham melakukan pelanggaran sedang. Komite Etik meminta Abraham berhati-hati untuk ke depannya.

    AMIRULLAH | FEBRIANA FIRDAUS

    Berita Lain:
    'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan' 

    Pati, Kota Seribu Paranormal

    6 Miliarder Dunia, Hidup Mewah Tanpa Bekerja

    Gara-gara Dahlan Iskan, Dirut RNI Diusir DPR

    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
    | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.