Jumat, 23 Februari 2018

Skandal Daging Berjanggut, Laporan Tempo 2011

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 31 Januari 2013 08:55 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skandal Daging Berjanggut, Laporan Tempo 2011

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishak dijemput penyidik KPK di kantor DPP PKS, Jakarta, (30/1). KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkait kepengurusan impor daging sapi. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus suap terkait izin impor daging yang kini menimpa Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq sudah pernah ditulis majalah Tempo edisi 14 Maret 2011. Dalam laporan utama berjudul Impor Renyah Daging Berjanggut itu, Tempo mengulas bagaimana para makelar izin impor dengan leluasa bermain di Kementerian Pertanian.

    Salah satu pemain izin impor yang ditulis Tempo adalah Basuki Hariman. Pengusaha ini mengimpor daging sapi dari Australia dengan bendera CV Sumber Laut Perkasa dan PT Impexindo Pratama. Dua perusahaan ini berhak mengimpor daging sebanyak 9.000 ton.

    Kuota impor yang dikantongi Basuki termasuk besar untuk ukuran perusahaan importir daging di Kementerian Pertanian. Ini agak janggal. Pasalnya, rekam jejak Basuki tidak kinclong.

    Pada 2004 silam, Basuki pernah tersandung kasus pemalsuan barang. Perusahaannya mengemas daging asal India dan menjualnya sebagai daging Australia. Ketika itu, impor daging dari India, dilarang. Toh, Basuki tetap bisa melenggang. 

    Sumber Tempo berbisik, Basuki bisa lolos karena merapat ke Suripto, anggota Majelis Syuro PKS. Basuki bisa mengenal bekas anggota Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN)kini Badan Intelijen Negara (BIN)lantaran diperkenalkan oleh Tafakur Rozak Soedjo, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Alam Watch.

    Pada 2010 lalu, Basuki menemui Rozak di kantor lembaga riset itu di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Rozak jualah yang mempertemukan Basuki kepada Direktur Jenderal Peternakan (waktu itu) Prabowo Respatiyo Caturroso. Oleh Rozak, Basuki diperkenalkan sebagai "orangnya Suripto."

    Berkat label itu, Basuki bisa keluar masuk dengan leluasa di Kementerian Pertanian. Pada laporan majalah Tempo Maret 2011, Rozak, Suripto, dan Basuki membantah semua kabar ini.

    Untuk membaca majalah Tempo secara online, bisa klik di sini.

    RETNO SULISTYOWATI, AGOENG WIJAYA, NIEKE INDRIETTA, FERY FIRMANSYAH

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Skandal Suap PKS, Ada Wanita Sedang Bermesraan

    Irwansyah Bebas, Raffi Ahmad: Yah Lu Pulang...

    Presiden PKS Jadi Tersangka Suap Impor Daging

    Kasus Le Meridien, Abraham: Tunggu Kejutan

    KPK Sita 2 Plastik Penuh Duit Pecahan Rp 100 Ribu


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.