Gaya Blusukan Jokowi pun Menular ke Jawa Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut para simpatisan setibanya di Kantor DPD PDIP Jawa Barat di Bandung, Minggu (18/11). TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut para simpatisan setibanya di Kantor DPD PDIP Jawa Barat di Bandung, Minggu (18/11). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta--Gaya blusukan model kampanye Gubernur DKI Jakarta Jokowi –Ahok kini menjadi tren bagi para calon gubernur Jawa Barat 2013. Calon gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, misalnya. Dia menyambangi sejumlah pasar tradisional dio Garut, seperti Pasar Kadungora, Pasar Leles, pedagang kaki lima di pusat kota dan pabrik bulu mata, Senin 26 November 2012.

    Di setiap kunjungannya, mereka berinteraksi dengan warga,  menanyakan keluhan mereka, aspirasi mereka, dan berusaha menarik simpati warga dengan meluncurkan program-program unggulannya. Di pabrik bulu  mata Garut, Rieke berjanji akan menaikan upah buruh. “Upah minimum di Garut seharusnya  Rp1,5 juta,” kata Rieke yang sontak disambut sorak sorai  buruh. Saat ini UMK Garut di angka Rp 880 ribu.

    Pejabat inkumben yang kembali maju sebagai kandidat gubernur Jawa Barat, juga melakukan gaya yang sama.  Ahmad Heryawan, misalnya, sebagai gubernur dia memiliki banyak kesempatan bertemu dengan warga untuk menyampaikan  program-programnya. Begitu juga Dede Yusuf Macan Effendi, wakil gubernur yang bakal berpisah dengan Heryawan untuk maju bersama Lex Laksamana, mantan sekretaris daerah Indramayu.

    "Saya sudah biasa  datang ke daerah, berbicara langsung dengan warga sehingga paham akan kondisi dan kebutuhan mereka," kata Ahmad Heryawan kepada Tempo beberapa hari lalu.

    Aher, begitu ia akrab disapa, bercerita, jadwal menemui warga yang begitu padat, membuatnya jarang berada di kantor. Misalnya, pada pagi hingga siang, usai rapat dengan DPRD, dia sudah punya jadwal kunjungan ke Majalengka. Sesampainya di Majalengka langsung bertemu warga, lalu lanjut ke daerah lainnya, menginap di sana.

    "Bahkan saya seiring mengisi ceramah subuh, habis itu makan pagi di pasar, lalu berbincang-bincang dengan pedagang di pasar," kata pria yang pernah menjabat sebagai wakil ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009 ini.

    Gaya blusukan juga bukan hal baru buat Dede Yusuf, calon Jabar 1 yang diusung Partai Demokrat dan PAN ini.  "Sejak saya menjabat sebagai wakil gubernur, saya sudah biasa menginap  di rumah warga. Saya biasa ngobrol langsung dengan komunitas warga hingga larut malam," kata Dede saat dihubungi Tempo, kemarin.  "Gaya seperti itu membuat program atau solusi yang saya buat lebih tepat sasaran."

    SIGIT ZULMUNIR | ENI S

    Baca juga:
    Jokowi Pertahankan Gaya ''Blusukan''
    Sutiyoso Menyarankan Blusukan Jokowi Sebulan Saja
    Jokowi Blusukan Ke Tangki Wood
    Munarman Dikeroyok, Begini Awal Ceritanya

    Siapa Susun 17 Cuit Boediono Soal Century


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.