Di Balik Jumat Keramat Ada Komjen Sutarman?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan (kiri). TEMPO/Seto Wardhana

    Novel Baswedan (kiri). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta--Sepekan setelah rencana penangkapan Novel Baswedan yang gagal, banyak mata memandang curiga ke arah Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Sutarman. Haris Azhar, ketua tim kuasa hukum Novel, menduga Sutarman berada di balik pengusutan kasus penembakan tersangka pencuri sarang burung walet di Bengkulu delapan tahun silam--kejahatan yang dituduhkan kepada Novel.

    Menurut Haris, mereka sudah melakukan investigasi atas peristiwa tersebut. Hasilnya, ada pemanggilan pejabat Kepolisian Daerah Bengkulu oleh Badan Reserse Kriminal. Setelah itu, seorang Direktur Badan Reserse berpangkat brigadir jenderal datang ke Bengkulu merumuskan konstruksi penyidikan perkara penembakan. "Kemudian terbit surat laporan baru kasus itu tertanggal 1 Oktober 2012," katanya.

    Seorang perwira tinggi polisi menuturkan, pada Jumat pagi dua pekan lalu, gelar perkara kasus Novel dilakukan di kantor Badan Reserse Kriminal Polri. Direktur Kriminal Umum Polda Bengkulu Komisaris Besar Dedy Irianto dan sejumlah petinggi Badan Reserse Kriminal hadir.

    "Saat itu diputuskan penetapan tersangka bagi Novel," kata perwira tersebut. Beberapa jam setelah itu, Dedy, yang didampingi satu orang anak buahnya, bersama lima perwira Polda Metro Jaya mendatangi kantor KPK untuk menangkap Novel. Mereka juga berencana menggeledah gedung KPK.

    Sumber tersebut mengatakan, sebelum bergerak, para reserse itu mendapat lampu hijau dari Sutarman. Dimintai konfirmasi, Sutarman menyanggah ada gelar perkara kasus Novel di kantornya. Ia mengatakan penangkapan Novel merupakan "proses penyidikan oleh penyidik".

    Mengapa Novel menjadi sasaran tembak? Simak laporan utama Majalah Tempo edisi 15 Oktober 2012.

    SETRI YASRA, ANTON APRIANTO, ISMA SAVITRI

    Baca juga:

    Selamatkan KPK

    Kuasa Hukum Novel Anggap Pasek Mengada-ada

    Novel Diminta Tak Tangani Kasus, Apa Kata KPK?

    Kompolnas: Ada Kejanggalan Pengusutan Kasus Novel

    Upaya Pelemahan KPK Diperkirakan Berlanjut
    Infografis: Yang Tersandung Simulator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.