Kementerian Pendidikan Tak Garap Proyek Madrasah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ibnu Hamad, mengatakan kementeriannya tidak memiliki andil dalam proyek pengadaan laboratorium di sekolah madrasah. Kementeriannya, kata dia, hanya bertugas mengkoordinasi kurikulum pendidikan umum dan ujian negara bagi murid sekolah Islami itu.

    “Kemendikbud hanya mengurusi pelajarannya, tapi secara kelembagaan, Madrasah tetap berada di bawah Kementerian Agama,” kata Ibnu kepada Tempo, Kamis 5 Juli 2012. Sekolah madrasah tersebut termasuk madrasah diniyah, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan universitas Islam negeri.

    Yang dimaksud dengan kurikulum pendidikan umum, misalnya, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, biologi, dan sebagainya. Kurikulum ini berada di bawah Kemendikbud agar murid-murid madrasah bisa mengikuti ujian nasional.

    Sedangkan untuk pengadaan ruang kelas atau laboratorium, kata dia, otoritas tetap berada di bawah Kementerian Agama. “Karena Kemenaglah yang mengelola dana dari APBN yang sebanyak 20 persen itu. Sedangkan untuk ujian dari Kemendikbud, gratis,” kata dia.

    Sebelumnya pengadaan alat laboratorium bahasa untuk madrasah tsanawiyah pada 2010 senilai Rp 18 miliar di Kementerian Agama diduga bermasalah. Badan Pemeriksa Keuangan meyakini proyek itu, “Berpotensi merugikan keuangan negara jika harga barang yang diterima di bawah nilai kontrak,” demikian tertulis dalam hasil audit proyek yang diterima Tempo.

    Proyek pengadaan alat laboratorium dan Al-Quran tahun 2010-2011 ini tengah ditelisik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota Komisi Agama di Badan Anggaran DPR dari Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, dan putra sulungnya, Dendy Prasetya, Direktur Utama PT Sinergi Alam Indonesia, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap untuk kedua proyek tersebut. Mereka diduga menerima duit Rp 4 miliar.

    ELLIZA HAMZAH

    Berita Terkait
    2012, Rp 110 Miliar untuk Pengadaan Al-Quran

    KUA di Jateng Tak Dapat Bantuan Al-Quran

    MUI Minta BPK Awasi Distribusi Al-Quran

    Apa Beda Modus Nazar dan Zulkarnaen?

    Zulkarnaen Diduga Pernah Kongkalikong dengan Nazar



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.