Ruhut: Jika SBY Tak Bertindak, Demokrat Karam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbincang dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sesi foto bersama di pertemuan G20 di Los Cabos, Meksiko, Senin (18/6). REUTERS/Andres Stapff

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama berbincang dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sesi foto bersama di pertemuan G20 di Los Cabos, Meksiko, Senin (18/6). REUTERS/Andres Stapff

    TEMPO.CO , Jakarta:Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Ruhut Sitompul berkeyakinan Susilo Bambang Yudhoyono akan mengambil tindakan terhadap Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum sepulang dari lawatan ke luar negeri pekan ini. “Jika tidak ada sikap dari SBY, dipastikan Demokrat akan karam,” kata Ruhut kepada Tempo, Ahad 24 Juni 2012.

    Dalam pidatonya di Forum Pendiri dan Deklarator Partai dua pekan lalu, Yudhoyono secara tersurat meminta Anas dan sejumlah kader Partai Demokrat yang bermasalah untuk lengser. Namun hingga saat ini tak ada langkah konkret dari Anas dan kawan-kawan melaksanakan arahan itu. Jika ucapan tak didengar, kata Ruhut, langkah selanjutnya adalah tindakan tegas.

    “(Sikap SBY) ini ada tahapan-tahapannya. Kemarin kan sudah dengan bahasa tubuh, terus dengan ucapan, selanjutnya dengan tindakan," ujarnya. Menurut Ruhut, Demokrat tak bisa menunggu proses hukum yang dijalankan Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Proses hukum di KPK yang cenderung berjalan lamban justru akan menyandera partai lebih lama. Karena itu, langkah kongres luar biasa juga tak bisa diambil oleh Yudhoyono. "Tidak bisa KLB. Karena, kalau KLB, harus menunggu Anas jadi tersangka dulu," katanya.

    Meski begitu, Ruhut tak memandang KPK sengaja mengulur-ulur waktu dalam mengusut peran Anas dalam kasus korupsi di proyek Hambalang. Ia pun memaklumi proses yang dijalani KPK. "Kalau kita lihat kasus Miranda Goeltom, nama dia sudah disebut sejak awal 2008. Tapi ini banyak yang sudah jadi tersangka dan bebas dia baru jadi tersangka (Januari 2012).”

    Ketua Demokrat Bidang Pemuda dan Olahraga Gede Pasek Suardika menolak mengomentari pernyataan Ruhut. "Saya tidak mengomentari pernyataan yang ujungnya mengadu domba," katanya.

    Sebelumnya, Anas menilai pidato Yudhoyono tak hanya diarahkan ke dirinya. “Itu panduan (bagi semua) kader-kader Partai Demokrat," katanya, Jumat pekan lalu.

    Meski tak hadir dalam acara tersebut, Anas mengatakan pidato Yudhoyono itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kader Partai Demokrat. Forum pendiri partai dianggapnya sebagai bentuk dukungan terhadap DPP. Ihwal polemik di antara kader, Anas menuduh ada pihak-pihak yang ingin membuat kekacauan dalam Demokrat.

    ANGGA SUKMA WIJAYA | FEBRIYAN

    Berita Terkait
    SBY Akhiri Kunjungan ke Amerika Latin di Ekuador

    SBY Bertemu Putri Maxima dari Belanda

    Desain Kebijakan SBY untuk Papua

    Presiden SBY: Indonesia Masih Butuh Subsidi BBM 

    SBY Jemput Ani Yudhoyono di Pittsburgh  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.