Cuaca Buruk Hambat Pencarian FDR Sukhoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim penyelamat mengangkat kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Posko Cijeruk, Bogor, Jabar, Selasa (15/5). ANTARA/Jafkhairi

    Tim penyelamat mengangkat kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Posko Cijeruk, Bogor, Jabar, Selasa (15/5). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Cuaca buruk dalam tiga hari terakhir di kawasan Gunung Salak, Bogor, menghambat upaya tim SAR Rusia dan Kopassus dalam melakukan pencarian kotak data rekam penerbangan pesawat Sukhoi atau flight data recorder (FDR). Selain itu, medan yang berat serta kondisi pesawat yang hancur juga menjadi kendala pencarian FDR ini.

    "Hujan turun dari hari Jumat. Pencarian FDR sempat dihentikan pada Jumat pukul 14.00. Tim di atas (lokasi Sukhoi jatuh) saya larang turun ke lembah karena membahayakan keselamatan," kata Komandan Korem 061 Suryakencana Bogor, Kolonel Infanteri A.M. Putranto, di Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 20 Mei 2012.

    Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo mengatakan tim SAR Rusia dibantu prajurit Kopassus menargetkan dapat menemukan FDR pada Minggu ini. Radius pencarian diperluas sampai 1 kilometer dari titik Sukhoi jatuh dan meledak di tebing Gunung Salak.

    Namun Basarnas tetap meminta tim SAR Rusia kembali ke Posko Pasir Pogor sesuai dengan batas perpanjangan waktu pencarian selama tiga hari, terhitung dari Jumat lalu sampai Minggu. Kondisi cuaca di Gunung Salak sangat buruk dan lokasi pencarian FDR merupakan jurang terjal sehingga dianggap membahayakan.

    "Lokasi pesawat jatuh cuacanya dingin. Selama tiga hari perpanjangan, mereka harus kembali ke Posko Pasir Pogor," kata Kepala Basarnas.

    ARIHTA U SURBAKTI



    Berita Terkait:
    FDR Belum Ditemukan, Rusia Mulai Balik Kandang
    Serpihan Kotak Data Rekam Sukhoi Ditemukan
    Keluarga Korban Sukhoi, Antara Lega dan Bertanya
    Keluarga Pilot Sukhoi Tidak Datang ke Indonesia
    Kemenkokesra Tak Terlibat Evakuasi Korban Sukhoi
    239 Ribu Anak Indonesia Perokok Aktif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara