Sabtu, 24 Februari 2018

Wapres Imbau Karyawan PT KAI Amati Dulu Kinerja Direksi Baru

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 23 Juli 2003 14:31 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Hamzah Haz mengimbau agar para karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengamati terlebih dahulu kinerja direksi yang baru. “Kalau itu sudah keputusan komisaris, saya kira ditaati dulu dan dilihat apakah ada suatu kemajuan,” kata Wapres saat dijumpai seusai shalat Jumat di Mesjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat (15/2). Ia mengingatkan pihak-pihak terkait untuk mempelajari dengan lebih sungguh-sungguh, misalnya jika kinerja direksi memang buruk hingga menimbulkan kemacetaan (stagnasi) dan menggangu stabilitas dan kelancaran perusahaan. “Tentu itu perlu dipelajari dengan lebih sungguh-sungguh oleh pihak-pihak terkait yakni Menneg BUMN termasuk juga Menteri Perhubungan,” kata dia. Saat disinggung kemungkinan direksi baru akan diganti kembali, Hamzah tidak mengharapkan hal itu terjadi. Ia berharap para karyawan bisa melihat secara obyektif. Hamzah memperkirakan, rentang waktu untuk menilai kinerja direksi baru PT KAI itu antara enam bulan sampai satu tahun. “Kalau memang ternyata ada alasan-alasan yang kuat, bahwa mereka memang tidak mempunya kemampuan, tentu ini dipertimbangkan,” tegasnya lagi. Seperti diketahui, Menneg BUMN telah melantik Omar Berto sebagai Direktur Utama PT KAI, Rabu (13/2). Pengangkatan ini telah sesuai dengan Undang-undang No 1 tahun 1998 pasal 80 dan pasal 91 yaitu pengangkatan dan pemberhentian dilakukan berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS). Pengangkatan ini memperoleh protes keras dari Serikat Pekerja PT KAI. Mereka menilai Berto tidak tepat menduduki jabatan baru tersebut. Ia adalah salah seorang direksi yang mengundurkan diri tahun lalu. Namun protes serikat pekerja ini tidak digubris sehingga para karyawan mengancam akan melakukan aksi mogok. (Dara Meutia – Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.