Minggu, 27 Mei 2018

Banjir Situbondo Tewaskan 10 Korban, 500 Rumah Rusak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Situbondo:Sebanyak 10 korban tewas dalam bencana banjir susulan yang menimpa Kabupaten Situbondo, Senin (4/2) malam. Selain itu sekitar 500 rumah rusak di kecamatan kota, Asembagus dan Panarukan. Satu jembatan juga dilaporkan putus karena diterjang air bah. Bupati Diaaman menjelaskan hingga pukul 14.00 wib tadi, belum bisa dipastikan identitas para korban. Tim Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Bencana Alam Situbondo masih terus melakukan cross chek. “'Sampai saat ini sudah 10 korban meninggal, tapi belum bisa dipastikan identitas mereka,” kata Diaaman kepada Tempo News Room di lokasi banjir. Korban tewas diperkirakan karena terjebak di rumah dan terseret arus air yang begitu deras. Empat diantaranya ditemukan warga di Kecamatan Panarukan, sisanya dievakuasi dari kawasan kecamatan kota. “Belum jelas dimana alamat korban,” ujar Bupati. Banjir itu diakibatkan meluapnya Sungai Pekalen Sampean pada sekitar pukul 20.00 kemarin alam. Beberapa warga Desa Triwungan, Kecamatan Panarukan, sempat berusaha memperbaiki beberapa tanggul yang jebol. Namun karena air begitu deras, usaha mereka sia-sia. “Kemarin warga sudah memperbaiki tangkis yang jebol. Sekarang, ada lagi yang jebol,” kata Pak Min, warga Triwungan Kemarin malam, air menggenangi pemukiman dan beberapa kantor instansi pemerintah seperti Pengadilan Negeri Situbondo di Jalan Sudirman. Kemudian air bah meluas ke sejumlah lokasi di kecamatan kota ini dengan ketinggian sekitar 2 meter, lalu mengalir ke arah timur, mendekati alun-alun. Kantor Polres Situbondo terendam hingga satu meter. “Banjir seperti ini baru pertama terjadi,” kata Ny Supinah, warga Jalan Sudirman. Begitu pula Kantor Kodim Situbondo, juga terendam air. Sedang di kawasan Desa Kolakan, ketinggian air melebihi 2 meter. Akibatnya, markas Kompi Senapan Brigif 514, yang lokasinya di bawah jalan, terendam air. Begitu derasnya air, jembatan Kolakan yang menghubungkan Bondowoso-Situbondo putus. Arus lalu lintas dialihkan ke jalan lingkar liar di daerah Sumber Kolak. (Bibin)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.