Banjir di Pekalongan Mencapai Dua Meter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Pekalongan:Banjir di kawasan pantai utara Jawa Tengah terus merangsek, Senin (4/2). Di sejumlah lokasi Kota Pekalongan, ketinggian air malahan telah mencapai dua meter sekaligus merendam pemukiman warga. Seperti terjadi di kawasan Kelurahan Kregon, Sapuro dan Bendan. Warga pun mengungsi. Transportasi dalam kota lumpuh total, hanya beberapa kendaraan umum beroperasi untuk trayek luar kota, yakni jurusan Kabupaten Pekalongan-Batang. Begitu pula aktivitas pemerintahan terhenti. Sebagian besar kantor instansi pemerintah di Kota Pekalongan sepi, karyawan sibuk menangani banjir di kantor dan rumah masing-masing. “Belum ada rencanan penanganan apa pun dari pemerintah kota karena banjir kali ini datang begitu mendadak,” ujar Suharto, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Pekalongan, ketika dihubungi Tempo News Room. Ia sendiri sibuk mengevakuasi barang-barang rumah tangga lantaran genangan air yang masuk ke rumahnya mencapai sekitar 1,5 meter atau sebatas dada orang dewasa. Banjir di kota Pekalongan juga merembet ke Rumah Sakit Umum Swanda bahkan memasuki sejumlah ruang perawatan pasien meski hanya beberapa sentimeter. Tak urung, kalangan perawat dan petugas medis dibuat sibuk untuk mengantisipasi genangan air yang lebih tinggi. Di kawasan kota, genangan air melimpah ke Kantor DPRD Kota Pekalongan di Jalan Mataram, balai kota dan rumah dinas Walikota Samsudiat. Terlihat air yang masuk mencapai satu meter lebih. Hingga saat ini, Samsudiat belum bisa dikonfirmasi mengenai banjir dan penanganan evakuasi terhadap warga yang akan dilakukan aparat pemerintahan. Pengungsian sontak terjadi di Masjid Jami Kota Pekalongan dan Gedung Pertemuan Al-Irsyad. Sementara itu, di kawasan Kregon, Sapuro dan Bendan, tampak warga ramai-ramai menyingkir dari pemukiman. Mereka menempati gedung-gedung sekolah dasar bertingkat yang dirasa lebih aman. Seperti terlihat kerumunan warga yang berjejal di SD Muhammadiyah II Bendan. Warga mengungsi sembari mengamankan kalangan anak balita, kaum lanjut usia dan harta benda yang masih bisa diselamatkan. (Sohirin)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.