Polisi Nyatakan Tak Ada Korban Kanibalime Sumanto di Lampung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    TEMPO Interaktif, Lampung:Polres Lampung Tengah memastikan di daerahnya tidak ditemukan korban pembegalan dan pembunuhan yang dilakukan Sumanto, tersangka kanibal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Tim Serse Polres Lampung Tengah yang menemui Sumanto di Polres Purbalingga menemukan banyak kejanggalan dari pernyataannya bahwa dia pernah membunuh dua orang dan memakan mayatnya di Lampung. Sebelumnya kita sudah berusaha mencari dan menyisir lokasi yang disebut sebagai lokasi pembunuhan. Ternyata di sana tidak ditemukan laporan masyarakat adanya pembegalan maupun penduduk yang hilang, kata Kepala Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Besar Sudiyono, Selasa (4/2) sore. Karena tidak ada tanda-tanda terjadinya pembegalan itu, Polres Lampung Tengah kemudian mengirim tim untuk menemui Sumanto di Purbalingga. Namun, tim itu menemukan sejumlah kejanggalan. Kejanggalan itu, menurut Sudiyono, antara lain penuturan Sumanto bahwa dia melakukan pembunuhan di Divisi I PT Gunung Madu Plantations, tempat dia bekerja sekitar 1988-1993. Setelah dagingnya di makan, tulang belulangnya dibuang ke Divisi VI. Setelah kita selidiki dari Divisi I ke Divisi VI itu jaraknya 80 kilometer. Itu kan tidak mungkin. Kejanggalan lainnya, kata Sudiyono, ketika Sumanto mengatakan dia membunuh begal pada Mei 2002. Pembunuhan itu dilakukan di Perempatan Sahid, antara Kecamatan Terusan Nunyai dengan Kecamatan Gunung Batin. Menurut Sumanto, dia hendak menempati rumah milik seorang karyawan bernama Kadir di perumahan PT Gunung Madu di Gunung Batin. Padahal di Gunung Batin itu tidak ada perumahan. Satu-satunya perumahan Gunung Madu hanya ada di Yukum Jaya, Kecamatan Poncowati, yang jaraknya cukup jauh dari Gunung Batin, kata Sudiyono. (Fadilasari-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?