Abdul Jabar Mengaku Mengebom Rumah Duta Besar Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kadispen Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Prasetyo, menyatakan Abdul Jabar, tersangka kasus bom Natal 2000, telah mengaku sebagai pelaku pengeboman di kediaman Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Leonides Caday, Agustus 2000. Dalam aksinya, Abdul Jabar bersama tiga rekannya memarkir sebuah mobil mini van berisi bahan peledak di depan rumah Caday. Tiga rekannya sudah diidentifikasi, yakni Saat, Usman dan Asep. Kini, Saat dan Asep masih dalam pencarian polisi, kata Prasetyo, kepada wartawan, di kantornya, Jumat (31/1). Ditambahkan, beberapa hari sebelum menjalankan aksinya, Abdul Jabar --yang menyerahkan diri pada polisi di Nusa Tenggara Barat, 23 Januari lalu-- melakukan survei di lokasi terlebih dulu. Seperti diketahui, akibat bom yang meledak di depan kediaman Caday, dua orang Indonesia tewas, dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Caday. Prasetyo menambahkan, keempat orang ini juga menjadi bagian dari komplotan pengebom malam Natal 2000 yang diidentifikasi berjumlah sembilan orang saat bom dipaketkan ke 38 gereja di 11 kota di Indonesia. Aksi bom Natal itu menewaskan 19 orang. Menurut keterangan polisi, Sabtu (25/1) lalu, alat peledak yang digunakan pada bom Natal dan kediaman Caday dirakit oleh orang yang sama, yaitu Dulmatin yang kini masih buron. Orang yang sama dicari polisi karena keterlibatannya dalam kasus pengeboman di Bali, Oktober 2002 lalu, yang menewaskan hampir 200 orang.(AFP/TNR-Yophiandi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.