Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Profil Des Alwi, Anak Angkat Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta yang Dikenal Multitalenta

image-gnews
Des Alwi Abubakar (TEMPO/ Nickmatulhuda)
Des Alwi Abubakar (TEMPO/ Nickmatulhuda)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Des Alwi Abubakar atau akrab disapa Des Alwi adalah seorang sejarawan, diplomat, penulis, dan advokat asal Indonesia. Ia juga dikenal sebagai fotografer, sutradara, produser film, dan penyelam. Kemudian disebut pula sebagai tokoh botani laut, tokoh perkebunan, penguasa pariwisata, pekerja kemanusiaan, tokoh perdamaian, dan tokoh pluralisme.

Des Alwi dikenal sebagai anak angkat dari Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Des Alwi pertama kali bertemu keduanya di masa pembuangan mereka di Banda Neira. Kala itu, Des Alwi baru berusia 8 tahun dan duduk di kelas dua ELS (Europeesche Lagere School).

Dari pertemuan itu, Des Alwi mengetahui bahwa keduanya adalah orang yang dibuang ke Boven Digul lantaran wajah mereka pucat. Pertemuan itu tak pernah lepas dari ingatan Des Alwi. Ia bahkan menganggap pertemuan itu menjadi arah hidupnya. 

Selanjutnya, Bung Hatta mengadopsi Des Alwi menjadi anak angkatnya. Des Alwi pun tumbuh menjadi seorang anak memiliki kepandaian, keahlian, serta kecerdikan dari Hatta dan Sjahrir, khususnya dalam hal diplomasi. 

Tak hanya itu, Des banyak belajar dari dr. Tjipto Mangoennkoesoemo dan Mr. Iwa Kusumasumantri. Serta beberapa anggota Sjarikat Islam Indonesia yang pernah dibuang di Banda. Kepandaian itu memberinya julukan pelobi ulung. Ia pun dipercayai beberapa kali menjadi Attache Press/Kebudayaan kedutaan besar Indonesia di Bern, Swiss, Wina, Budapest dan Manila.

Des Alwi lahir di Desa Nusantara, Banda Neira pada 17 November 1927. Ayahnya bernama Alwi, keturunan Sultan Palembang yang dibuang ke Banda. Sang ibu bernama Halijah Baadilla, anak perempuan dari Said Baadilla, pengusaha mutiara yang pernah terkenal dari Naira.

Des Alwi merupakan lulusan British Institute of Technology London pada 1950. Ia juga menempuh pendidikan Pascasarjana di Philips NSF Advance School Hilversum. Lalu Special Antena Penyiaran Rombek ITB dan PT (Pos, Telegraph dan Telepon) 1951 Bandung.

Dikutip dari Antara, Des Alwi juga tergabung ke dalam Tim Penyelesaian Konfrontasi Indonesia Malaysia pada 1965-1975. Ia ditunjuk sebagai Dinas Diplomatik dalam operasi khusus itu. Lewat jurus-jurus kepiawaian diplomasinya, Des Alwi berhasil meredakan konfrontasi tersebut dengan Perdana Menteri Tun Abdul Rahman dan Deputi Perdana Menteri Tun Abdul Razak pada masa itu. 

Sepanjang karirnya, Des Alwi dikenal sebagai sejarawan tiga zaman, Orde Lama, Orde Baru dan Era Reformasi. Ia berpengaruh besar dalam memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia hingga ke dunia internasional. Ia meneliti dan pengumpul data sejarah berupa tulisan, hingga film dokumenter.  

Disamping itu, Alwi sempat menjabat Direktur Utama PT. Avisarti Film Corporation, Ketua Yayasan Warisan dan Budaya Bunda, Ketua Yayasan 10 Nov`45 1990 dan Wakil Ketua II Departemen Usaha Sea And Island Resort DPP Gahawisri. Ia juga pernah meniti karir sebagai Penerjemah Siaran Teknik dan Bahasa Asing RRI pada 1950-1951.

Pendapatnya Tentang Lagu Indonesia Raya

Sejarawan Des Alwi menilai lagu Indonesia Raya yang ditemukan di Museum Leiden, Belanda, adalah lagu yang dibuat Yo Kim Tjan, pemilik Toko Populer. Lagu itu dibuat atas pesanan Wage Rudolf Supratman. 

Dikutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Yo Kim Tjan merupakan sahabat baik dari W.R. Soepratman, yang juga sebagai pemain biola di Orkes Populer. Pada 1927 Soepratman meminta Yo Kim Tjan untuk mengabadikan lagu ciptaannya tersebut.

Lagu W.R. Soepratman kemudian direkam di kediaman Yo Kim Tjan yang terletak di Jalan Gunung Sahari. Master rekaman piringan hitam berkecepatan 78 RPM versi asli suara W.R. Soepratman disimpan hati-hati oleh Yo Kim Tjan.

Des Alwi menghembuskan napas terakhirnya di usianya ke-82 tahun, pada 12 November 2010 dan dimakamkan di Banda Neira. Ia meninggalkan dua anak laki-laki dan dua perempuan. Semasa hidup, Des Alwi dianugerahi penghargaan Bintang Pejuang 45, Bintang Pejuang 50, dan Bintang Mahaputra Pratama 2000. 

KHUMAR MAHENDRA | EIBEN HEIZER 

Pilihan Editor: Ananda Badudu Bersyukur Banda Neira Tak Punya Fans Club

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

The Sounds Project Siap Suguhkan Lebih dari 90 Artis di 5 Panggung Berbeda Agustus Mendatang

3 hari lalu

Gerhana Banyubiru (Ghana), Festival Director The Sounds Project dalam konferensi pers The Sounds Project 7 yang digelar di Djavu Bar Lounge, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Adinda Jasmine.
The Sounds Project Siap Suguhkan Lebih dari 90 Artis di 5 Panggung Berbeda Agustus Mendatang

The Sounds Project siap meramaikan Ancol dengan deretan penampil utama selama tiga hari penuh pada 9-11 Agustus mendatang.


Deretan Jalan di Belanda dengan Nama Indonesia, Ada Munirpad, Kartinistraat, hingga Balistraat

21 hari lalu

Munirpad. Google Maps
Deretan Jalan di Belanda dengan Nama Indonesia, Ada Munirpad, Kartinistraat, hingga Balistraat

Tidak sedikit nama jalan di Belanda yang menggunakan nuansa Indonesia, baik dari tokoh maupun pulau. Lantas, apa saja nama jalan di Belanda yang bernuansa Indonesia?


15 Pahlawan Nasional Asal Sumbar: Imam Bonjol, Mohammad Hatta, Rohana Kudus, hingga AK Gani

13 Mei 2024

Ruhana Kuddus. Wikipedia
15 Pahlawan Nasional Asal Sumbar: Imam Bonjol, Mohammad Hatta, Rohana Kudus, hingga AK Gani

15 tokoh Sumbar dinobatkan sebagai pahlawan nasional, antara lain Proklamator Mohamad Hatta, Imam Bonjol, Rohana Kudus, Rasuna Said, hingga AK Gani.


Bukan Bata, Ini Kisah Pilu Bung Hatta Gagal Dapatkan Sepatu Merek Ini hingga Meninggal

8 Mei 2024

Bung Hatta atau Mohammad Hatta. Wikipedia
Bukan Bata, Ini Kisah Pilu Bung Hatta Gagal Dapatkan Sepatu Merek Ini hingga Meninggal

Bung Hatta sejak lama mengidamkan sepatu merek Bally. Namun, keinginannya tersebut tidak pernah terealisasi sampai ia meninggal.


Sidang Penghinaan Jokowi, JJ Rizal Sebut Rocky Gerung Jalankan Fungsi Intelektual

6 Maret 2024

Sejarawan JJ Rizal mendatangi orang tua siswa dan tim kuasa hukum yang menolak penggusuran SDN Pondok Cina 1 di Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Depok, Rabu, 3 Januari 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Sidang Penghinaan Jokowi, JJ Rizal Sebut Rocky Gerung Jalankan Fungsi Intelektual

Dalam sidang Rocky Gerung, JJ Rizal mengulas sejarah saat Bung Hatta menggunakan kata-kata kasar dalam tulisannya di Koran Daulat Ra'jat


Isi Lengkap Dialog Imajiner Anies Baswedan kepada Bung Hatta yang Viral

27 Februari 2024

Anies Baswedan menatap lukisan Mohammad Hatta, 2 November 2023. Instagram/Anies Baswedan
Isi Lengkap Dialog Imajiner Anies Baswedan kepada Bung Hatta yang Viral

Belakangan video Anies Baswedan saat melakukan dialog imajiner dengan Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta alias Bung Hatta viral.


Guru Besar dan Sivitas Akademika Ramai Kritik Jokowi, Mengingatkan Pesan Bung Hatta untuk Kaum Intelegensia

9 Februari 2024

Bung Hatta atau Mohammad Hatta. Wikipedia
Guru Besar dan Sivitas Akademika Ramai Kritik Jokowi, Mengingatkan Pesan Bung Hatta untuk Kaum Intelegensia

Guru besar dan sivitas akademika terus kritik Jokowi. Bung Hatta pernah ingatkan kaum intelegensi turut membangun Indonesia yang adil dan makmur.


Benarkah Ada Peran Jepang dalam Berdirinya UII?

5 Februari 2024

Tim mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Indonesia juara 1 kompetisi Enterprise Resource Planning Simulation (ERPsim) International Competition Asia Pacific Japan 2022. Foto FBE UII
Benarkah Ada Peran Jepang dalam Berdirinya UII?

UII lahir dari rahim Masyumi, organisasi bentukan Jepang untuk mengontrol Islam itu berubah jadi alat perjuangan bangsa meski akhirnya dibubarkan


PUPR: Memorial Park Soekarno - Hatta di IKN Berbiaya Rp 361 Miliar Ditargetkan Selesai Desember

18 Januari 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkembangan pembangunan Training Center (TC) PSSI di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 17 Januari 2024. PSSI
PUPR: Memorial Park Soekarno - Hatta di IKN Berbiaya Rp 361 Miliar Ditargetkan Selesai Desember

Memorial Park IKN dibangun oleh Nindya Karya - Penta KSO dengan biaya Rp361 miliar dan ditargetkan selesai di Desember 2024


Agenda Kampanye Ganjar Pranowo dan Mahfud Md di Jawa Barat Hari Ini

15 Desember 2023

Capres-cawapres nomor 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD  tiba dalam debat capres perdana di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2023. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Agenda Kampanye Ganjar Pranowo dan Mahfud Md di Jawa Barat Hari Ini

Ganjar Pranowo dan Mahfud Md akan sama-sama mengunjungi sejumlah daerah di Jawa Barat pada hari ini.