Soal Momen Deklarasi Koalisi Perubahan, NasDem Tunggu Offering PKS Demokrat

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Anies Baswedan bertemu petinggi Partai NasDem, Demokrat, dan PKS di Bali pada Minggu, 13 November 2022.Dok: Partai Demokrat

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menyebut partainya menunggu offering alias tawaran dari calon mitra koalisinya, yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ihwal momen deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden maupun koalisi. Dia menyebut NasDem enggan terlihat seperti pihak yang selalu ngotot dan mengejar-ngejar PKS dan Demokrat.

“Kami justru ingin menunggu offering dari teman-teman yang lain. Ya masak NasDem terus yang kebelet. Sekarang ini kan bagian dari proses, hubungan itu resiprosikal, masak bertepuk sebelah tangan?” kata Willy kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 17 Januari 2023.

Menurut Willy, koalisi yang bakal dinamai Koalisi Perubahan ini hendak dibangun berdasarkan prinsip equal partnership. Oleh sebab itu, tidak boleh ada pihak yang merasa kedudukannya lebih tinggi dari yang lain.

Baca juga: Surya Paloh Soal Cawapres Anies Baswedan: Siapa yang Bisa Menjadikan Dwitunggal

Dia menyebut NasDem mempersilakan PKS dan Demokrat berembuk di internal masing-masing ihwal momen deklarasi ini. NasDem, kata dia, sedang dalam posisi stand by.

“Kalau yang saya bilang tadi equal partnership, kita bareng-bareng. Oke kawan-kawan maunya kapan silakan, rembuk di internalnya. Kami posisinya stand by saja. Jadi kami dalam posisi on call, kring gitu, kita on call,” ujarnya.

Sebelumnya, Partai NasDem mengusulkan agar deklarasi Anies Baswedan sebagai capres maupun koalisi digelar pada 10 November 2022 lalu. Namun, jadwal deklarasi mundur karena pembahasan dalam tim kecil ketiga partai belum tuntas.

Pada Senin, 16 Januari 2023 lalu, Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengumpulkan seluruh anggota Fraksi NasDem DPR RI di NasDem Tower, Jakarta Pusat. Willy mengatakan Paloh juga menyampaikan update rencana koalisi bersama Partai Demokrat dan PKS.

Dia menjelaskan, Paloh menyampaikan bahwa rencana koalisi masih berjalan. Usai mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024, Paloh disebut Willy menyampaikan bahwa komunikasi dengan Demokrat dan PKS masih intensif.

“Pak Surya update soal koalisi. Ya koalisi tentu kita jalan terus, artinya ini kan proses untuk kontestasi 2024. NasDem sudah mendeklarasikan Pak Anies, dan komunikasi dengan Demokrat dan PKS terjadi secara intens, secara rutin,” kata Willy.

Dia mengatakan Anies Baswedan sudah menjadi simbol perekat ketiga partai. Adapun soal pendamping Anies, kata dia, bakal dirembuk bersama-sama.

“Siapa yang akan menjadi cawapres ya nanti kita akan rembuk bersama, kata Pak Surya. Siapa yang kemudian bisa menjadikan ini dwitunggal,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Willy mengatakan Paloh berpesan bahwa urusan cawapres diserahkan kepada Anies. Kendati demikian, sebelum menjatuhkan pilihan sosok ini akan didiskusikan bersama.

Willy menyebut sosok pendamping Anies tidak boleh dipaksakan. Paloh, kata dia, menyampaikan bahwa koalisi ini dibangun dengan solidaritas dan nafas yang equal.

“Kan spirit awalnya membangun koalisi perubahan ini equal partnership. Kecuali mau ada subkoordinasi satu dengan yang lain, itu hal yang berbeda,” kata Willy.

Baca juga: Yenny Wahid Disanding-sandingkan dengan Anies Baswedan untuk Pilpres 2024, Begini Profil Putri Gus Dur






Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

45 menit lalu

Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

Waketum Golkar membantah anggapan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu tertinggal dari koalisi lainnya karena belum punya Sekber dan Capres.


Enggan Bahas Pinjaman Anies Baswedan, Ini Kekayaan Sandiaga Uno

6 jam lalu

Enggan Bahas Pinjaman Anies Baswedan, Ini Kekayaan Sandiaga Uno

Sandiaga Uno menyatakan tidak bersedia melanjutkan pembicaraan tentang kabar adanya pinjaman Anies Baswedan sebesar Rp 50 miliar. Berapa kekayaannya?


Popularitas Anies Baswedan di Medsos Lebih Besar Dibanding Ganjar, RK, Khofifah

7 jam lalu

Popularitas Anies Baswedan di Medsos Lebih Besar Dibanding Ganjar, RK, Khofifah

Jika dipersentasekan, perbincangan terhadap Anies Baswedan sebesar 44,9 persen.


NasDem Sebut Partai Ummat Tertarik Gabung Koalisi Perubahan

7 jam lalu

NasDem Sebut Partai Ummat Tertarik Gabung Koalisi Perubahan

Politikus Nasdem itu mengatakan Koalisi Perubahan tidak menutup pintu bagi partai lain yang hendak bergabung, baik parlemen maupun nonparlemen.


PKS Minta Megawati Turun Tangan Akhiri Kisruh di BRIN

8 jam lalu

PKS Minta Megawati Turun Tangan Akhiri Kisruh di BRIN

"Sebagai Ketua Dewan Pengarah, Megawati dapat memberikan arahan yang baik bagi Kepala BRIN," kata politikus PKS, Mulyanto


Pengamat: Kesepakatan Utang Piutang Politik Tak Etis Dibuka ke Ruang Publik

17 jam lalu

Pengamat: Kesepakatan Utang Piutang Politik Tak Etis Dibuka ke Ruang Publik

Pengamat politik Aisah Putri Budiarti menilai isu utang piutang dapat berdampak pada citra Anies Baswedan.


Petinggi PKS Berkunjung ke Kantor DPP Golkar, Airlangga: Silahturahmi Aja

20 jam lalu

Petinggi PKS Berkunjung ke Kantor DPP Golkar, Airlangga: Silahturahmi Aja

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menyambut petinggi Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPP Partai Golkar,


Soal Utang Anies Rp 50 Miliar, Sandiaga Uno: Biar Pihak Terkait yang Menyampaikan

21 jam lalu

Soal Utang Anies Rp 50 Miliar, Sandiaga Uno: Biar Pihak Terkait yang Menyampaikan

Sandiaga Uno enggan memperpanjang pembahasan soal utang Anies Baswedan Rp 50 miliar untuk Pilkada DKI Jakarta.


Kesan Buruk Usai Tonton Konser Dewa 19, PSI DKI: JIS Peninggalan Pemimpin Sebelumnya

1 hari lalu

Kesan Buruk Usai Tonton Konser Dewa 19, PSI DKI: JIS Peninggalan Pemimpin Sebelumnya

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ikut menanggapi polemik yang muncul usai pelaksanaan konser Dewa 19 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 4 Februari 2023.


PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

1 hari lalu

PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menyatakan tidak ada urgensi yang mendesak untuk menunda Pemilu 2024.