Kuat Ma'ruf Sempat Ditelepon Ferdy Sambo Hentikan Skenario: Cerita Saja, Kita Siap Dipenjara

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Kuat Ma'ruf menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 2 November 2022. Dalam persidang tersebut, Kuat bersumpah tidak terlibat atau tak ada niat untuk membunuh Brigadir J. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Ma’ruf, mengaku sempat ditelepon Ferdy Sambo agar menghentikan skenario yang ia susun. Ferdy Sambo juga mengatakan siap dipenjara.

Kuat mengatakan ditelepon Ferdy Sambo saat menjalani pemeriksaan. Ia diminta majikannya agar menghentikan semua kebohongan dan berkata sebenarnya.

Hal ini diungkapkan Kuat saat menjadi saksi mahkota untuk terdakwa lain, Ricky Rizal dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin, 5 Desember 2022. Saat itu ia menceritakan kepada majelis hakim proses pemeriksaan kasus pembunuhan Yosua alias Brigadir saat tahap penyidikan. 

Kemudian, saat proses pemeriksaan berlangsung, tiba-tiba penyidik menyampaikan ada telepon dari Ferdy Sambo. Penyidik pun meminta Kuat menjawab telepon.

“Kapan ditelepon?” tanya hakim.

“Pas saya lagi diperiksa, saya masih (menyampaikan) kebohongan itu,” jawab Kuat.

“Sore penyidik saya ngomong ‘Pak Kuat, ini Pak Ferdy mau ngomong’. Baru saya angkat,” kata Kuat menirukan percakapan dengan penyidik.

“Apa yang disampaikan,” tanya hakim.

“Kuat, ceritain apa adanya aja’. Waktu itu saya menangis, saya menangis pada saat itu,” kata Kuat.


Ferdy Sambo menyatakan siap dipenjara

Bahkan, kata Kuat, melalui telepon Ferdy Sambo menyebut dirinya dan semua pihak yang terlibat harus siap dipenjara.

“‘Pokoknya, ceritain aja yang kamu tahu, cerita aja. Sudah kita siap dipenjara aja’. Di situ ada penyidik, saya direkam penyidik,” kata Kuat meniru percakapan Ferdy Sambo. 

Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal menjadi saksi mahkota dalam sidang kemarin. Kesaksian mereka menghadirkan terdakwa Richard Eliezer yang menjadi eksekutor Brigadir J.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ricky Rizal dengan dakwaan primer Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam surat dakwaannya, JPU menuduh Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Richard mengetahui dan membantu Ferdy Sambo dalam pembunuhan Yosua di rumah dinasnya pada 8 Juli lalu. Ferdy Sambo disebut marah setelah mendengar keterangan sepihak dari istrinya, Putri Candrawathi yang mengaku dilecehkan Yosua di Magelang pada 7 Juli 2022.

Eksekusi Yosua berlangsung antara pukul 17.11-17.16 ketika Ferdy Sambo tiba di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga. Ferdy Sambo memegang leher belakang Yosua dan mendorongnya hingga berada di depan tangga lantai satu. Yosua berhadapan dengan Ferdy Sambo dan Richard Eliezer, sementara Kuat Ma’ruf berada di belakang Ferdy Sambo dan Ricky Rizal bersiaga apabila Yosua melawan. Kuat Ma’ruf juga menyiapkan pisau yang ia bawa dari Magelang untuk berjaga-jaga apabila Yosua melawan. Adapun Putri Candrawathi berada di kamar lantai satu yang hanya berjarak tiga meter dari posisi Brigadir J.

Baca: Begini Reaksi Hakim saat Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Kompak Tak Lihat Ferdy Sambo Tembak Yosua






Kuasa Hukum Anggap Jaksa Ragu-ragu Tuntut Ricky Rizal

3 jam lalu

Kuasa Hukum Anggap Jaksa Ragu-ragu Tuntut Ricky Rizal

Kuasa hukum Ricky Rizal menyebut replik jaksa hanya berisi pengulangan dan penggambaran kembali asumsi-asumsi yang tidak dapat dibuktikan.


Kuasa Hukum Sebut JPU Berhalusinasi soal Tindakan Ricky Rizal Amankan Senjata Api Yosua

4 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut JPU Berhalusinasi soal Tindakan Ricky Rizal Amankan Senjata Api Yosua

Jaksa menilai argumen kuasa hukum yang menyatakan Ricky Rizal tidak mengetahui rencana pembunuhan merupakan dalil yang sesat dan keliru.


Merasa Diserang, Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo Anggap JPU Cederai Profesi Advokat

6 jam lalu

Merasa Diserang, Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo Anggap JPU Cederai Profesi Advokat

Ferdy Sambo dituntut jaksa hukuman penjara seumur hidup karena menjadi pelaku utama atau pelaku intelektual pembunuhan


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Tidak Ada Bukti Kliennya Bertemu Ferdy Sambo di Lantai Tiga

8 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Tidak Ada Bukti Kliennya Bertemu Ferdy Sambo di Lantai Tiga

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf mengatakan kliennya tidak pernah bertemu Ferdy Sambo di lantai tiga rumah Jalan Saguling


Kuasa Hukum Sebut Kepatuhan Kuat Ma'ruf pada Ferdy Sambo Tak Ada Kaitan dengan Pembunuhan

9 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kepatuhan Kuat Ma'ruf pada Ferdy Sambo Tak Ada Kaitan dengan Pembunuhan

Tim kuasa hukum Kuat Ma'ruf mengatakan karakter loyal dan tingkat kepatuhan tinggi kliennya terhadap Ferdy Sambo merupakan hal yang normal dan wajar


Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Motif Pribadi Jadi Bukti Kuat Ma'ruf Tak Terlibat Kasus Brigadir J

9 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Motif Pribadi Jadi Bukti Kuat Ma'ruf Tak Terlibat Kasus Brigadir J

Jaksa menganggap pleidoi yang dibacakan Kuat Ma'ruf hanyalah curahan hatinya tanpa menyinggung pokok perkara.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Yosua Hanya Imajinasi Jaksa Seperti Buat Novel

10 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Sebut Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Yosua Hanya Imajinasi Jaksa Seperti Buat Novel

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf menyebut perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Brigadir Yosua hanya imajinasi jaksa seperti menyusun novel


Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf Bacakan Duplik Hari ini

12 jam lalu

Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf Bacakan Duplik Hari ini

Tim penasihat hukum terdakwa Ferdy Sambo, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf akan menyampaikan duplik atau balasan terhadap replik jaksa


Alasan Jaksa Menuntut 2 Anak Buah Ferdy Sambo Ini 3 Tahun Penjara

13 jam lalu

Alasan Jaksa Menuntut 2 Anak Buah Ferdy Sambo Ini 3 Tahun Penjara

Dua anak buah Ferdy Sambo, yakni Hendra Kurniawan dan Agus Nur Patria dituntut hukuman penjara selama tiga tahun dengan denda Rp 20 juta.


Laporan Tony Trisno soal Dugaan Penipuan Pembelian Mobil McLaren Senna Dihentikan Bareskrim Polri

15 jam lalu

Laporan Tony Trisno soal Dugaan Penipuan Pembelian Mobil McLaren Senna Dihentikan Bareskrim Polri

Bareskrim Polri menyatakan laporan Tony Trisno soal dugaan penipuan pembelian mobil McLaren Senna bukan tindak pidana.