Megawati Tunjuk Prananda Prabowo Jadi Kepala Analisa Partai, Pengamat: PDIP Butuh Darah Segar

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDI Perjuangan Muhammad Prananda Prabowo (kiri) dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) saat tiba untuk menghadiri Rakernas II PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juni 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuk putranya Prananda Prabowo sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP. Pengangkatan Prananda dilakukan menjelang Pemilu 2024.

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin mengatakan penunjukan Prananda menandakan PDIP memerlukan seseorang yang masih memiliki semangat muda agar dapat menyusun berbagai strategi menjelang kontestasi politik pada 2024.

"Tapi kelihatannya ini soal memberi tanggung jawab yang besar ya kepada Prananda Prabowo agar bisa mengendalikan PDIP secara organisasional. Dan memang PDIP butuh darah segar ya untuk bisa memberikan strategi dan analisa untuk memenangkan pertarungan di Pilpres, Pileg maupun Pilkada tahun 2024 nanti," kata Ujang saat dihubungi Tempo pada, Sabtu, 26 November 2022. 

Menurut Ujang, ditunjuknya Prananda tidak berhubungan dengan persoalan Puan Maharani ataupun Ganjar Pranowo. Namun, kata dia, adanya penunjukan itu untuk kebaikan partai di masa yang akan datang. 

Baca juga; Ada Isu Regenerasi, PDIP Sumbar Ingin Megawati Tetap Jadi Ketua Umum

"Ya saya sih melihatnya kelihatannya demi kebaikan PDIP, bukan soal meredupnya atau bersinarnya Puan atau bersinarnya Ganjar," kata Ujang. 

Meskipun demikian, Ujang menganggap bahwa segala keputusan soal pemilihan capres berada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati. Oleh karena itu, ia menilai jabatan baru yang diperoleh Prananda diharapkan dapat memperbaiki permasalahan di internal PDIP. 

"Karena bagaimana pun ketua umumnya berpengalaman, sudah senior maka ya yang di bawahnya termasuk Prananda yang ditunjuk sebagai Kepala Pusat Analisa PDIP tentu itu menjadi sebuah tantangan sendiri bagi Prananda untuk bisa, bukan hanya memenangkan PDIP akan tetapi menyatukan ya konflik-konflik di bagian internal PDIP," ujar Ujang. 

Dalam penjelasan yang diberikan Ujang mengungkapkan bahwa jabatan yang diduduki Prananda tidak akan mempengaruhi dukungan antara Puan atau Ganjar. Ia menilai posisi kepala analisa hanya ditugaskan untuk melihat, menyusun, dan menyampaikan data kepada Ketua Umum PDIP Megawati. 

"Jadi, ya Prananda ibaratnya diamanahi diberikan wewenang oleh Megawati oleh ketua umum partai untuk bisa menganalisa terkait strategi atau persoalan yang ada di republik ini, persolan kebangsaan termasuk membuat analisa strategi pemenangan guna membuat apakah PDIP itu hattrick atau menang di 2024 nanti," tutur Ujang. 

Sementara itu, Ujang menilai bahwa sebagian besar pemilih pada kontestasi politik tahun 2024 akan dilakukan oleh anak muda. Sehingga, kata dia, ditunjuknya Prananda menjadi alasan PDIP memerlukan seseorang yang memiliki semangat muda. 

"Jadi memang butuh orang yang muda ya yang bisa menganalisa data terkait persoalan kepemiluan. Karena itu kita tahu bahwa pemilih 2024 nanti pemilih muda, hampir 60 persen pemilih muda, maka ya darah muda, darah segar ya perlu dimunculkan termasuk nama Prananda Prabowo itu," kata Ujang. 

 Baca juga: Puan Maharani Sebut Megawati Sudah Kantongi Nama Capres, Bambang Pacul PDIP: Mungkin Saja

MUH RAIHAN MUZAKKI 






Akses JIS Dikeluhkan Penonton Konser Dewa 19, PDIP: Desain Awal Gunakan MRT

13 menit lalu

Akses JIS Dikeluhkan Penonton Konser Dewa 19, PDIP: Desain Awal Gunakan MRT

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Gilbert Simanjuntak menyebut desain awal akses menuju Jakarta International Stadium (JIS) adalah menggunakan MRT


Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

17 jam lalu

Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

Ganjarist menilai pembubaran GP Mania dan penarikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai hal biasa.


PDIP Tebar 4 Nama Bakal Cagub DKI Jakarta 2024, Siapa Saja?

19 jam lalu

PDIP Tebar 4 Nama Bakal Cagub DKI Jakarta 2024, Siapa Saja?

PDIP telah merilis nama-nama yang menjadi bakal calon gubernur.


Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

20 jam lalu

Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

Wacana penghapusan jabatan gubernur dinilai bisa membuka pintu Amandemen UUD 1945.


Soal Pemilu 2024, Rektor Unissula: Generasi Y dan Z Akan Mendominasi

21 jam lalu

Soal Pemilu 2024, Rektor Unissula: Generasi Y dan Z Akan Mendominasi

Generasi Y dan gen Z yang semakin sadar politik dan akan mendominasi pemilu 2024, benarkah begitu?


Rapim TNI dan Polri Bahas Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

23 jam lalu

Rapim TNI dan Polri Bahas Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

Selain pengamanan Pemilu 2024, juga dibahas terkait dukungan TNI dan Polri terhadap agenda strategis nasional tahun 2023.


PKS Minta Megawati Turun Tangan Akhiri Kisruh di BRIN

1 hari lalu

PKS Minta Megawati Turun Tangan Akhiri Kisruh di BRIN

"Sebagai Ketua Dewan Pengarah, Megawati dapat memberikan arahan yang baik bagi Kepala BRIN," kata politikus PKS, Mulyanto


Peringatan Satu Abad NU Dihadiri Megawati, Prabowo, HNW & Ganjar Pranowo, di Mana Muhaimin Iskandar?

1 hari lalu

Peringatan Satu Abad NU Dihadiri Megawati, Prabowo, HNW & Ganjar Pranowo, di Mana Muhaimin Iskandar?

Peringatan Satu Abad NU di Gelora Delta Sidoarjo, Selasa, 7 Februari 2023, selain ada tokoh PBNU, ada pula menteri kabinet Jokowi.


Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

1 hari lalu

Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta Emka Farah Mumtaz bergabung dengan PSI. Dia menjabat Wakil Ketua DPW PSI DKI.


Gibran Dapat Dukungan Tertinggi Jadi Gubernur Jawa Tengah Menurut Survei Aksara

1 hari lalu

Gibran Dapat Dukungan Tertinggi Jadi Gubernur Jawa Tengah Menurut Survei Aksara

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mendapat dukungan tertinggi maju sebagai Gubernur Jateng menurut survei Aksara Research and Consulting.