Namanya Terseret Kasus Ismail Bolong, Kabareskrim: Kenapa Dilepas Ferdy Sambo Cs Kalau itu Benar

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memberikan keterangan pers terkait kasus kematian Brigadir J, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022. Agus Andrianto mengatakan bahwa Ferdy Sambo menyuruh melakukan dan membuat skenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas Ferdy di Duren Tiga. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto merasa aneh dengan kasus Ismail Bolong yang menyeret namanya. 

Jenderal bintang tiga ini mengatakan apabila penyelidikan yang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri itu benar, seharusnya penyelidikan dilanjutkan. Namun ternyata Ismail Bolong dilepaskan oleh Propam Polri yang saat itu dipimpin oleh Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

“Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar,” kata Agus Andrianto saat dihubungi wartawan, Kamis, 24 November 2022.

Kabareskrim pun meminta agar menanyakan jajarannya soal kelakuan eks Kepala Biro Paminal Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan dan eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. 

“Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak diteruskan masalah lempar batu untuk alihkan isu,” ujar Agus.

Sebelumnya, Hendra Kurniawan membenarkan dokumen laporan hasil penyelidikan yang dilakukan Biro Paminal Divisi Propam. Ia juga membenarkan nama Kabareskrim yang disebut dalam laporan tersebut.

Baca juga: Hendra Kurniawan Akui Ada Nama Kabareskrim dalam Kasus Ismail Bolong Cs

 “Itu kan ada semua bukti-bukti,” kata Hendra Kurniawan setelah mengikuti sidang obstruction of justice pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 24 November 2022.

Dalam dokumen Laporan Hasil Penyelidikan R/ND-137/III/WAS.2.4./2022/Ropaminal tertanggal 18 Maret 2022 kepada Kepala Divisi Propam Inspektur Jenderal Ferdy Sambo yang dilihat Tempo, menyatakan adanya pembiaran terhadap aktivitas tambang batu bara ilegal oleh Polda Kalimantan Timur. Selain Ismail Bolong, terdapat pula 15 orang lainnya yang disebut sebagai pemilik tambang batu bara ilegal.

Ferdy Sambo telah membenarkan surat penyelidikan yang mengusut dugaan suap tambang batu bara yang diungkap Ismail Bolong dalam video yang viral beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Ferdy Sambo setelah skors sidang pembunuhan berencana Brigadir Nofriyansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 22 November 2022.

“Ya sudah benar itu suratnya (surat penyelidikan Divisi Propam Polri),” kata Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo meminta agar langsung menanyakan ke pejabat yang berwenang karena ia telah mengeluarkan surat penyelidikan kasus setoran tambang ilegal Ismail Bolong cs.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan anak buahnya segera menangkap bekas anggota Satuan Intel dan Keamanan Polres Samarinda Ajun Inspektur Satu Ismail Bolong.

Ismail diduga menjadi beking tambang ilegal di wilayah Kalimantan Timur. “Saya sudah perintahkan untuk menangkap Ismail Bolong. Kita tunggu saja,” kata Sigit saat ditemui wartawan Majalah Tempo Linda Trianita di ruang kerjanya pada Jumat, 18 November 2022.

Kepada Majalah Tempo, Listyo mengaku tak tahu soal dugaan keterlibatan sejumlah petinggi Polri karena hanya mendapatkan laporan singkat soal penyelidikan yang dilakukan Divisi Propam Polri saat itu.

"Terakhir ada rekaman testimoni yang menyebutkan soal itu, tidak masuk ke saya. Yang dilaporkan kepada saya hanya ringkasan pemeriksaan dan rekomendasi. Bukan laporan pemeriksaan yang rinci. Itu biasanya dari bawahan ke atasan," kata dia. 

Padahal, dalam dokumen tersebut jelas tertulis bahwa Ferdy Sambo, Kepala Divisi Propam saat itu, menulis laporan itu dengan ditujukan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, yaitu Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Laporan menyebutkan para penambang batu bara ilegal itu memberikan "uang koordinasi" kepada para petinggi Polda Kaltim sejak Juli 2020. Para pejabat di Polda Kaltim itu disebut sempat menerima uang koordinasi dari Ismail Bolong cs yang besarannya bervariasi antara Rp 30 ribu sampai Rp 80 ribu per metrik ton. Selama Oktober hingga Desember 2021, menurut laporan tersebut, mereka diduga menerima uang dengan kisaran Rp 600 juta hingga Rp 5 miliar.

Aliran terbesar untuk Kapolda Kaltim saat itu, Inspektur Jenderal Herry Rudolf Nahak dan wakilnya. Herry diduga menerima uang sebesar Rp 5 miliar sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sementara wakilnya diduga menerima sebesar Rp 1 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Agus Andrianto disebut menerima uang setoran tambang batu bara ilegal dari Ismail Bolong sebesar Rp 2 miliar setiap bulan antara Oktober-Desember 2021 dalam bentuk dolar Amerika Serikat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan telah mencopot Herry dan pejabat terkait lainnya karena kasus ini.

"Kami sudah copot kepala polda dan para pejabat terkait saat itu," kata Listyo.

Listyo mengaku tak tahu soal dugaan keterlibatan sejumlah petinggi Polri karena hanya mendapatkan ringkasan laporan soal penyelidikan yang dilakukan Divisi Propam Polri saat itu.

"Terakhir ada rekaman testimoni yang menyebutkan soal itu, tidak masuk ke saya. Yang dilaporkan kepada saya hanya ringkasan pemeriksaan dan rekomendasi. Bukan laporan pemeriksaan yang rinci. Itu biasanya dari bawahan ke atasan," kata Kapolri.

EKA YUDHA SAPUTRA | LINDA TRIANITA






Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

3 jam lalu

Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

Penguji Balistik Polri menyatakan menemukan 12 butir peluru dari 3 jenis yang berbeda di TKP pembunuhan Brigadir Yosua.


Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

5 jam lalu

Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

Agus Nur Patria mengumpat setelah ia dan Hendra Kurniawan sadar telah dibohongi Ferdy Sambo soal kematian Brigadir J.


Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

7 jam lalu

Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

Chuck Putranto mengatakan ia menyerahkan barang pribadi milik almarhum Brigadir J, termasuk uang tunai Rp 150 juta ke keluarga atas izin Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

7 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

Kaur Logistik Yanma Polri Lingganom Parasian bersaksi bahwa surat izin senjata api Yosua dan Eliezer dikeluarkan atas perintah Ferdy Sambo.


Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

8 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

Arif Rachman Arifin, mengatakan Ferdy Sambo meminta penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memeriksa Putri Candrawathi di rumah pribadi


Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

9 jam lalu

Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

Arif Rachman Arifin sempat disindir Ferdy Sambo karena tidak tahu-menahu soal peristiwa kematian Brigadir J


Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

10 jam lalu

Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

Susanto Haris mengira ada teroris ketika ia diperintah atasannya, Ferdy Sambo, untuk datang ke rumahnya bawa senjata laras panjang


Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

10 jam lalu

Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

Ferdy Sambo memarahi Arif Rachman Arifin karena melihat-lihat CCTV saat tiba di rumah dinasnya di Duren Tiga ketika olah TKP pembunuhan Brigadir J


Bareskrim Polri Panggil Ismail Bolong Besok Telusuri Dugaan Suap Tambang Ilegal

11 jam lalu

Bareskrim Polri Panggil Ismail Bolong Besok Telusuri Dugaan Suap Tambang Ilegal

Bareskrim Polri akan memanggil Ismail Bolong pada Selasa 29 November 2022 besok. Hal tersebut dilakukan guna menelusuri dugaan gratifikasi ke polisi


Arif Rachman Mengaku Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Foto Hasil Autopsi Brigadir Yosua

12 jam lalu

Arif Rachman Mengaku Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Foto Hasil Autopsi Brigadir Yosua

Arif Rachman Arifin menceritakan kronologi dia diminta hapus foto hasil autopsi dan peti mati Bragadir Yosua oleh anak buah Ferdy Sambo.