Hakim Mahkamah Konstitusi Aswanto Diberhentikan DPR, Ini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Reporter

Editor

Febriyan

Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman (kanan) berdiskusi dengan Hakim Anggota Mahkamah Konstitusi, Aswanto saat sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli hukum tata negara, Bivitri Susanti mengatakan pergantian hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Aswanto dengan Sekertaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (sekjen MK), Guntur Hamzah oleh DPR RI seharusnya tidak boleh. Apalagi pemberhentian itu karena masalah putusan.

Bivitri menilai putusan yang diambil DPR untuk memberhentikan hakim di tengah masa jabatannya tidak ada dalam undang-undang (UU) MK. Dia menilai hal itu dapat membahayakan independensi MK.

"Independensi peradilan itu prinsip penting secara global, hakim tidak boleh 'dievaluasi' di tengah masa jabatannya secara politik oleh lembaga politik berdasarkan putusannya", kata Bivitri Susanti saat dihubungi oleh Tempo, Jumat, 30 September 2022.

Bivitri menegaskan evaluasi terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi yang dilakukan DPR bukan berarti para wakil rakyat bisa seenaknya melakukan pemecatan di tengah masa jabatan. Ia juga menjelaskan, surat yang diterima DPR dari MK sebenarnya hanya untuk mengkonfirmasi soal Putusan MK dan bukan meminta pergantian hakim.

"Tapi surat itu dimaknainya berbeda. Dan cara ini (mengevaluasi di tengah masa jabatan) sama benar dengan usulan perubahan UU MK yang mau dijadikan usul inisiatif DPR itu", kata dia.

Sebelumnya Komisi III DPR RI mengganti Hakim Mahkamah Konstitusi Aswanto dengan Guntur Hamzah.  Penggantian itu pun telah disahkan dalam rapat Paripurna DPR pada Kamis lalu, 29 September 2022. 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto memberikan alasan pencopotan Aswanto karena kinerjanya mengecewakan. Dia menilai Aswanto sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi pilihan DPR kerap menganulir undang-undang yang disahkan oleh DPR. Anggota Fraksi PDIP itu pun menyebut Aswanto tak memiliki komitmen dengan DPR.

Bivitri menilai alasan yang diungkapkan Bambang itu keliru dan sangat politis. Dia menyatakan alasan tersebut seakan-akan DPR ingin menghukum hakim yang membatalkan produk undang-undang buatan mereka.

"Seorang hakim tidak boleh ditarik karena putusannya menyebalkan bagi politisi", kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwasannya jabatan hakim bukanlah jabatan politik yang bisa dibicarakan dengan bingkai jabatan politik. Bivitri pun mengatakan DPR kecolongan secara prosedur, maka harusnya Ketua DPR tidak mengirim surat ke Presiden Jokowi untuk mengesahkan mencopot Aswanto dan mengesahkan Guntur Hamzah.

"Dan kalau pimpinan DPR tidak mau bertindak benar dan sesuai UU seperti ini, Presiden tidak seharusnya menandatangani SK penggantian hakim MK ini nanti", kata dia.

GADIS OKTAVIANI






KUHP Disahkan, LBH Jakarta: Kaum Elit Berpeluang Selipkan Agenda Licik Kekuasaan

6 jam lalu

KUHP Disahkan, LBH Jakarta: Kaum Elit Berpeluang Selipkan Agenda Licik Kekuasaan

LBH Jakarta menilai pengesahan KUHP memiliki kemungkinan untuk dimanfaatkan oleh kaum elit tertentu menyelipkan agenda kekuasaan mereka.


Kaesang Pangarep Gelar Pengajian Menjelang Nikah, Kakak Iriana Jokowi Minta Doa Kelancaran

10 jam lalu

Kaesang Pangarep Gelar Pengajian Menjelang Nikah, Kakak Iriana Jokowi Minta Doa Kelancaran

Kakak Iriana Jokowi sekaligus paman Kaesang Pangarep menjelaskan, pengajian menjelang pernikahan keponakannya hanya diikuti keluarga terdekat.


Usai Semaan Quran, Erina Gudono dan Keluarga Kompak Ganti Kostum Ikuti Pengajian

10 jam lalu

Usai Semaan Quran, Erina Gudono dan Keluarga Kompak Ganti Kostum Ikuti Pengajian

Perwakilan keluarga Erina Gudono, Kusnadiono mengatakan, pihaknya bersyukur tamu undangan beserta keluarga dapat berkumpul bersama.


Survei Kepuasan Pemerintahan Presiden Jokowi, Poltracking: Bidang Pendidikan dan Kesehatan Terbaik

11 jam lalu

Survei Kepuasan Pemerintahan Presiden Jokowi, Poltracking: Bidang Pendidikan dan Kesehatan Terbaik

Masyarakat paling puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di bidang pendidikan dan kesehatan.


Peserta Pengajian Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono Semringah Dapat 2 Hampers Besar Ini

12 jam lalu

Peserta Pengajian Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono Semringah Dapat 2 Hampers Besar Ini

Peserta Semaan Al-Quran dan pengajian di rumah Erina Gudono, calon istri Kaesang Pangarep semringah dan memperlihatkan bingkisan yang didapat.


Rencana Pembagian Makanan di Resepsi Pernikahan Kaesang Pangarep, Erick Thohir Minta Masyarakat Antre

12 jam lalu

Rencana Pembagian Makanan di Resepsi Pernikahan Kaesang Pangarep, Erick Thohir Minta Masyarakat Antre

Erick Thohir mengatakan, untuk jenis makanan akan ada produk makanan milik Kaesang Pangarep di antaranya Sang Pisang dan Mangkokku.


Erina Gudono Jadi Menantu Presiden, Warga Syukuran Bagi-bagi Makanan Gratis untuk Anak Jalanan

14 jam lalu

Erina Gudono Jadi Menantu Presiden, Warga Syukuran Bagi-bagi Makanan Gratis untuk Anak Jalanan

Warga di sekitar rumah Erina Gudono menggelar syukuran dengan membagi makanan gratis 1.700 porsi ke anak yatim dan anak jalanan.


Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Terus Meningkat dalam 3 Bulan Terakhir

14 jam lalu

Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Terus Meningkat dalam 3 Bulan Terakhir

Progam bantuan yang digelontokan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendongkrak tingkat kepuasan publik.


Dewan Pers Sebut Belasan Pasal Ancam Kebebasan Pers di KUHP Baru

15 jam lalu

Dewan Pers Sebut Belasan Pasal Ancam Kebebasan Pers di KUHP Baru

Dewan Pers menyatakan kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi kini menghadapi upaya pembungkaman setelah KUHP baru


Buat Tamu Betah, dari Semaan hingga Panggih Nikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Ada Hiburan

15 jam lalu

Buat Tamu Betah, dari Semaan hingga Panggih Nikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Ada Hiburan

Grup hadroh mendapatkan undangan dari keluarga Erina Gudono untuk menghibur tamu undangan di masa jeda semaan Al-Quran ke pengajian.