Cenderamata Prabowo untuk Kapolri Listyo Sigit: Pistol G2 Elite

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) usai menggelar jumpa pers terkait perkembangan hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Bali, Kamis 22 April 2021. Kapal selam tersebut memiliki ketahanan suplai oksigen hingga 72 jam sejak hilang kontak. Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Rabu, 28 September 2022.

Dalam pertemuan itu, Prabowo mengatakan Indonesia membutuhkan TNI dan Polri yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

"Saya tadi banyak bicara kita butuh kepolisian yang kuat dan tangguh. Kita perlu TNI yang kuat, Polri yang kuat. Saya Menhan juga akan mendukung pembangunan kepolisian yang kuat," kata dia dalam keterangan persnya, Kamis, 29 September 2022.

Dalam pertemuan itu, Prabowo memberikan cenderamata kepada tuan rumah berupa pistol G2 Elite berwarna perak dan hitam buatan industri pertahanan dalam negeri, PT Pindad.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia atau Lemkapi Edi Hasibuan menyebut pertemuan Prabowo dan Listyo Sigit Prabowo punya makna membangun sinergi TNI dan Polri.

"Kami melihat pertemuan yang disertai dengan pemberian cendera mata pistol G2 Elite memiliki makna penting dalam membangun sinergi antara Polri dan TNI yang semakin kuat," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Menurut pemerhati kepolisian tersebut, saat ini antara Polri dan TNI terus meningkatkan kerja sama, koordinasi, dan saling mendukung menghadapi Pemilu 2024.

"Kami melihat sinergi Polri dan TNI selama ini bagus. Kerja sama ini tentu membuat masyarakat nyaman," kata pengajar di Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Menurutnya, sinergi  Polri dan TNI akan berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bahwa kebijakan keamanan Presiden Joko Widodo dalam mengelola keamanan di negeri ini sangat baik.

"Polri dan TNI memang harus kuat untuk menjaga NKRI," katanya.

Baca juga: Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil






KKB Tembak Seorang Polisi Hingga Meninggal di Papua

7 jam lalu

KKB Tembak Seorang Polisi Hingga Meninggal di Papua

Seorang anggota Brimob Polres Yakohimo tertembak di bagian wajahnya saat baku tembak dengan KKB.


Indonesia Fact Checking Summit 2022 Perkuat Kolaborasi untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

9 jam lalu

Indonesia Fact Checking Summit 2022 Perkuat Kolaborasi untuk Tangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

Mafindo bersama AMSI, dan AJI berkomitmen untuk berkolaborasi melawan hoaks jelang Pemilu 2024.


Jokowi Singgung Capres Rambut Putih, PPP: Itulah Hebatnya, Terus Jadi Trendsetter

9 jam lalu

Jokowi Singgung Capres Rambut Putih, PPP: Itulah Hebatnya, Terus Jadi Trendsetter

Kendati demikian, Arsul mengatakan pernyataan Jokowi yang kerap trending, termasuk capres berambut putih, tidak bisa dimaknai sepenggal-sepenggal.


Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

9 jam lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

10 jam lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Koalisi Solidaritas Pemuda Mahasiswa melaporkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK.


Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

10 jam lalu

Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

Richard Eliezer mengaku sebelum bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dia bertemu Ferdy Sambo. Di situ dia diminta tetap ikuti skenario.


Polisi: Kuasa Hukum Sebut Ismail Bolong Sedang Kurang Sehat

15 jam lalu

Polisi: Kuasa Hukum Sebut Ismail Bolong Sedang Kurang Sehat

Bareskrim Polri masih menanti kehadiran Ismail Bolong untuk pemeriksaan dugaan tambang ilegal. Kuasa hukum Ismail sebut kliennya kurang sehat.


Jokowi Ungkap Alasan Ajukan Yudo Jadi Calon Panglima TNI Dibanding Dudung dan Fadjar

15 jam lalu

Jokowi Ungkap Alasan Ajukan Yudo Jadi Calon Panglima TNI Dibanding Dudung dan Fadjar

Surat presiden Jokowi ihwal pergantian Panglima TNI bakal ditindaklanjuti DPR dengan menggelar fit and proper test.


Jenazah Korban Ketiga Kecelakaan Helikopter P-1103 Milik Polri Ditemukan Nelayan

16 jam lalu

Jenazah Korban Ketiga Kecelakaan Helikopter P-1103 Milik Polri Ditemukan Nelayan

Satu korban kecelakaan helikopter P-1103 milik Baharkam Polri kembali ditemukan pada Selasa tengah malam kemarin. Tinggal satu korban masih dicari.


Pimpinan DPR Bilang Calon Panglima TNI Yudo Mesti Antisipasi Dampak Ekonomi Global

16 jam lalu

Pimpinan DPR Bilang Calon Panglima TNI Yudo Mesti Antisipasi Dampak Ekonomi Global

Menurut Dasco, calon Panglima TNI harus menjelaskan secara sistematis cara menghadapi dampak ekonomi global saat uji kelayakan dan kepatutan.