Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Mischa Hasnaeni Moein alias Wanita Emas menyambangi kantor Yusril Ihza Mahendra, di Jakarta, 28 April 2016. Kantor Yusril berlokasi di Ihza & Ihza Law Firm di Gedung 88 Kota Kasablanka lantai 19, Jakarta Selatan. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah menetapkan Mischa Hasnaeni Moein atau yang biasa dikenal sebagai ‘Wanita Emas’ dalam perkara dugaan korupsi pegadaan proyek fiktif pada PT Waskita Beton Precast (WBP) pada tahun 2016 sampai dengan 2020.

Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (MMM) tersebut ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan eks Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana, eks General Manajer PT WBP Kristadi Juli Hardjanto.

Julukan wanita emas sendiri tak luput dari perjalanan kariernya di dunia politik. Lantas bagaiamana awal mula sapaan ini terbentuk dan sampai menjadi julukan Hasnaeni? Berikut penjelasan lengkapnya.

Awal Mula Hasnaeni Dijuluki Wanita Emas?

Sebelum terjun di dunia politik, Hasnaeni Moein dikenal sebagai pengusaha. Usaha dari perempuan kelahiran Makassar, 17 Juli 1976 ini berfokus pada bidang kontraktor dan energi. Ia telah menggeluti usaha ini bahkan sejak usianya masih 19 tahun. Salah satu perusahaan yang dipimpinnya adalah PT Misi Mulia Metrical.

Barulah ia memulai karier politiknya ketika menjadi Wakil Bendahara Umum Partai Hanura pada tahun 2008. Namanya kian menaik sehingga bergabung dengan Partai Demokrasi Kebangsaan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional pada 2009.

Awal mula julukan 'Wanita Emas' bermula ketika ia mengokohkan diri sebagai salah satu kandidat calon di Pilkada 2012. Ketika itu, ia memiliki maju dengan mengusung slogan “Hj. Hasnaeni, SE. MM: Wanita Emas, Mengubah Sampah Menjadi Emas”. Kampanyenya pun ramai diperbincangkan karena slogannya banyak terpajang dalam iklan di kaca belakang angkutan kopaja dan metromini.

Dalam catatan Tempo, julukannya ‘Wanita Emas” tersebut diperkuat dengan hadirnya partai yang didirikannya pada 11 Juli 2020, yaitu Partai Era Masyarakat Sejahtera atau disingkat menjadi Partai Emas. Latar belakang dari pembuat partai ini disinyalir lantaran dirinya kesal dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau dikenal SBY.

Hasnaeni menilai bahwa SBY tidak menghargai perjuangannya sebagai kader dan lebih mendukung Agus Yudhoyono untuk mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jakarta pada 2016. Pasalnya ia juga berada dalam Parta Demokrat dan memperjuangkan dirinya sebagai calon Gubernur.

Hingga di saat Harnaeni Moein terjerat kasus korupsi yang totalnya senilai Rp2,5 triliun, dirinya masih dikenal dengan julukan ‘Wanita Emas’. Saat ini, ia disangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

FATHUR RACHMAN 

Baca: Hasnaeni 'Wanita Emas' Tersangka Korupsi Waskita Beton Pernah Nyalon Gubernur DKI dan Bagi-bagi Uang

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






KPK Lelang Mobil Matheus Joko Santoso, Terpidana Korupsi Bansos

16 jam lalu

KPK Lelang Mobil Matheus Joko Santoso, Terpidana Korupsi Bansos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melakukan lelang mobil milik terpidana kasus korupsi bansos (bantuan sosial), Matheus Joko Santoso.


Penyelidikan Formula E Jakarta Masih Berlanjut, Ini Kata KPK

17 jam lalu

Penyelidikan Formula E Jakarta Masih Berlanjut, Ini Kata KPK

Ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta 2022 masih diselidiki secara lanjut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Tips Mengatasi Korupsi Waktu Saat Bekerja

19 jam lalu

Tips Mengatasi Korupsi Waktu Saat Bekerja

Selain manajemen waktu, menghindari gangguan saat bekerja perlu dilakukan untuk menghindari korupsi waktu.


Korupsi Waktu Bisa Menular di Kantor, Turunkan Integritas Karyawan hingga Rugikan Perusahaan

20 jam lalu

Korupsi Waktu Bisa Menular di Kantor, Turunkan Integritas Karyawan hingga Rugikan Perusahaan

Walaupun tidak dipidana seperti korupsi uang atau aset, korupsi waktu tetap merugikan. Bahkan dapat menurunkan integritas karyawan.


Dugaan Korupsi BBM, Kantor Pertamina di Kalimantan Selatan Digeledah

1 hari lalu

Dugaan Korupsi BBM, Kantor Pertamina di Kalimantan Selatan Digeledah

Bareskrim telah meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi BBM yang melibatkan Pertamina ke tahap penyidikan.


Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

1 hari lalu

Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

KPK resmi menahan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan lima tersangka kasus suap lelang jabatan di Pemerintahan Kabupaten Bangkalan.


Wapres Argentina Terancam Hukuman 12 Tahun dalam Kasus Dugaan Korupsi

2 hari lalu

Wapres Argentina Terancam Hukuman 12 Tahun dalam Kasus Dugaan Korupsi

Wapres Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, terancam hukuman 12 tahun dan kehilangan jabatan, karena kasus korupsi


Erick Thohir Siapkan Aturan Blacklist Direksi dan Komisaris BUMN Bermasalah, Kapan Berlaku?

2 hari lalu

Erick Thohir Siapkan Aturan Blacklist Direksi dan Komisaris BUMN Bermasalah, Kapan Berlaku?

Erick Thohir tengah berencana mengeluarkan aturan blacklist atau daftar hitam terhadap direksi dan komisaris BUMN yang terlibat kasus hukum.


Penolakan Terhadap Pengesahan RKUHP Terus Menguat, Ini Tanggapan Menkopolhukam Mahfud MD

3 hari lalu

Penolakan Terhadap Pengesahan RKUHP Terus Menguat, Ini Tanggapan Menkopolhukam Mahfud MD

Menkopolhukam Mahfud Md mempersilakan pihak yang tak puas dengan RKUHP menempuh mekanisme hukum yang ada.


Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

6 hari lalu

Benazir Bhutto Perdana Menteri Perempuan Pertama di Pakistan, Akhir Hidup yang Tragis

Benazir Bhutto merupakan perdana menteri perempuan pertama di Pakistan. Ia tewas akibat dibunuh sekelompok orang tak dikenal pada Desember 2007.