Kuasa Hukum Ferdy Sambo Pelajari Putusan Sidang Etik Banding

Editor

Febriyan

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo berjalan keluar ruangan usai mengikuti sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat dini hari, 26 Agustus 2022. Ferdy Sambo juga dijatuhkan sanksi etik dengan dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa penempatan khusus selama 40 hari atas kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis mengatakan pihaknya masih mempelajari putusan sidang banding terkait Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang dijatuhkan oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Mereka membutuhkan waktu untuk mempelajari itu sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Setelah putusan kami terima, kami akan pelajari dulu bandingnya, pertimbangannya seperti apa. Setelah itu baru kami akan menentukan langkah hukum yang akan ditempuh sesuai yang diatur dalam perundang-undangan,” kata Arman saat dihubungi, Senin, 19 September 2022.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan putusan komisi banding terhadap Sambo bersifat final dan mengikat. Dedi umengatakan pelanggar sudah tidak bisa lagi mengajukan upaya hukum apapun setelah putusan banding ini.

“Keputusan sidang banding bersifat final dan mengikat. Sudah tidak ada upaya hukum kepada yang bersangkutan,” kata Dedi Prasetyo setelah putusan sidang banding di gedung TNCC, Mabes Polri, 19 September 2022.

Jenderal bintang dua ini mengatakan penuntasan pelanggaran etik Sambo merupakan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat penyelesaian kasus ini. Adapun keputusan sidang banding ini akan diserahkan kepada Sambo dalam waktu 3-5 hari.

Dedi juga menuturkan Polri tidak akan menggelar seremoni pemecatan Sambo karena penyerahan keputusan sudah berbentuk seremonial.

“Jadi tidak ada seremonial, diserahkan saja sudah bentuk seremonial,” ujar Dedi.

Hari ini Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menolak banding Ferdy Sambo atas keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam sidang banding yang digelar selama dua jam hari ini, Senin, 19 September 2022. 

“Komisi banding memutuskan menolak permohonan banding Ferdy Sambo ,” bunyi putusan yang dibacakan Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan, 19 September 2022.

KKEP menyatakan perilaku pelanggar dinilai sebagai perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa PTDH dari anggota Polri. 

Sidang banding dipimpin oleh jenderal bintang tiga, yakni Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komisaris Jenderal Agung Budi Maryoto. Adapun Wakil Ketua Komisi adalah Inspektur Jenderal Remigius Sigid Tri Hardjanto. Kemudian anggota terdiri dari Irjen Wahyu Widada, Irjen Setyo Budi Mumpuni, dan Irjen Indra Miza. 

Sesuai mekanisme, sidang banding tidak menghadirkan pelanggar atau Ferdy Sambo maupun pendampingnya. Sebelumnya, Komisi Kode Etik Polisi (KKEP) menetapkan Irjen Ferdy Sambo melanggar kode etik kepolisian. Sidang etik menjatuhkan vonis PTDH kepada Sambo. 

Sambo menjalani sidang kode etik terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dia disebut sebagai otak pembunuhan terhadap ajudannya tersebut. Sambo juga melakukan rekayasa cerita dengan menyatakan bahwa Yosua tewas akibat tembak menembak dengan ajudannya yang lain, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu. 

Selain itu, Sambo juga dinilai melakukan tindakan menghalang-halangi penegakan hukum atau obstruction of justice dengan memerintahkan sejumlah bawahannya untuk menghilangkan rekaman CCTV di sekitar rumah dinasnya di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, polisi telah menetapkan Ferdy Sambo bersama Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi sebagai tersangka. Sementara dalam kasus obstruction of justice, polisi menetapkan Sambo dan enam anggota polisi lainnya sebagai tersangka, yaitu Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, AKP Irfan Widyanto. 






Deolipa Anggap Biasa Cekcok dengan Pengacara Bharada E di Ruang Sidang

26 menit lalu

Deolipa Anggap Biasa Cekcok dengan Pengacara Bharada E di Ruang Sidang

Deolipa Yumara anggap perdebatan dengan pengacara Bharada E Ronny Berty Talapesey hal biasa saja. Hakim bilang hal memalukan.


Febri Diansyah Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob sebelum Memutuskan Jadi Pengacara Dia

36 menit lalu

Febri Diansyah Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob sebelum Memutuskan Jadi Pengacara Dia

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang mengatakan Ferdy Sambo menyesali perbuatannya saat dikunjungi di tahanan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok.


Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Motif Baru di Balik Pembunuhan Brigadir J

1 jam lalu

Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Motif Baru di Balik Pembunuhan Brigadir J

Kuasa Hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap motif baru mengapa Brigadir J dihabisi Ferdy Sambo


Pengacara Targetkan Bharada E Bebas dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

1 jam lalu

Pengacara Targetkan Bharada E Bebas dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Pengacara Bharada E mengatakan kliennya menembak karena diperintah Ferdy Sambo. Bharada E kini jadi justice collaborator yang dilindungi LPSK.


Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Deolipa: Pegang Aja Kata-Katanya

2 jam lalu

Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Deolipa: Pegang Aja Kata-Katanya

Eks pengacara Bharada E, Deolipa meminta publik untuk memegang janji Febri Diansyah yang akan objektif saat jadi pengacara Putri Candrawathi.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

2 jam lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

3 jam lalu

Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

Jaksa bisa saja melakukan penahanan apabila khawatir Putri Candrawathi melarikan diri, merusak barang bukti, dan melakukan tindak pidana lain.


Gugatan Deolipa Mengganggu Konsentrasi Pengacara Bharada E Hadapi Kasus Ferdy Sambo

3 jam lalu

Gugatan Deolipa Mengganggu Konsentrasi Pengacara Bharada E Hadapi Kasus Ferdy Sambo

Pengacara Bharada E menyebut gugatan Deolipa Yumara telah mengganggu konsentrasinya. Padahal kasus Ferdy Sambo segera masuk persidangan.


Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

3 jam lalu

Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung mengungkapkan alasan penggabungan dua perkara yang menjerat Ferdy Sambo yaitu pembunuhan berencana dan obstruction of justice.


Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

3 jam lalu

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

Eks jubir KPK Febri Diansyah dan mantan penyidik KPK Rasamala Aritonang jadi pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Ini kata Novel Baswedan.