IPW: Perlawanan Ferdy Sambo Berhasil Jika Sidang Etik Tak Memecatnya

Sugeng Teguh Santoso. Wikipedia

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan perlawanan Ferdy Sambo berhasil apabila sidang etik tidak memecatnya, karena banyak kode etik yang dilanggar dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Kalau sampai tidak pecat berarti perlawanan FS behasil. Banyak sekali peraturan etik yang dilanggar (Ferdy Sambo),” kata Sugeng saat dihubungi Selasa, 24 Agustus 2022.

Lebih lanjut, Sugeng menilai mutasi 24 personel ke Palayanan Markas (Yanma) adalah bentuk ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menangani turunan kasus Brigadir J. 

“Ini adalah suatu bentuk sanksi administrasi atas pelanggaran disiplin,” katanya.

Menurut IPW, mutasi 24 personel ditambah 10 personel sebelumnya, harus dilakukan pemeriksaan kode etik dan obstruction of justice. Mutasi ini merupakan tindak lanjut daripada dugaan obstruction of justice yang dilakukan oleh Inspektorat Khusus (itsus) dan Tim Khusus (Timsus).

“Jadi ketegasan ini emang ditujukan dari Kapolri,” ujarnya.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) hari ini dengan Komisi III DPR di Senayan, Kapolri mengungkapkan ada 97 orang anggota Polri yang diperiksa, dengan 35 orang yang direkomendasikan untuk ditahan, atau bahasa polisi Tempat Khusus (patsus). Sementara 18 anggota, termasuk anggota yang menjadi tersangka pembunuhan, telah ditahan. 

“Enam anggota, termasuk Ferdy Sambo, ditahan karena dugaan menghalangi upaya penyidikan,” kata Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jumat, 19 Agustus lalu.

Enam orang tersebut adalah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Karopaminal Div Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan, Kepala Detasemen (Kaden) A Biropaminal Div Propam Polri Kombes Agus Nurpatria, Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rachman Arifin. Kemudian, PS Kepala Subagaudit Baggaketika Div Propam Polri Komisaris Chuck Putranto, dan PS Kasubagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Komisaris Baiquni Wibowo.

Pada 22 Agustus, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi 24 personel Polri yang diduga terlibat pelanggaran kode etik dalam penyidikan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mutasi itu tertuang dalam surat telegram rahasia dengan nomor ST/1751/VIII/KEP./2022 tanggal 22 Agustus 2022. Kepala Divisi Humas Irjen Dedi Prasetyo mengatakan mutasi itu terkait dengan upaya penghalangan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Dedi menjelaskan para personel tersebut dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

“Ya betul (karena dugaan penghalangan penyidikan kasus Brigadir Yosua). Itu hasil rekomendasi dari Inspektorat Khusus (Itsus). Mereka dimutasi ke Yanma Polri,” kata Dedi saat dihubungi, 23 Agustus 2022.

Bhayangkara Dua Richard Eliezer alias Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal, yang menjadi tersangka pembunuhan Brigadir Yosua, masuk daftar 24 personel yang dimutasi kemarin.

Tim khusus yang dibentuk Kapolri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Mereka ialah Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Bharada Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf. Kelimanya dikenakan dengan Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Baca juga: Sugeng IPW Siap Penuhi Panggilan MKD Soal Dugaan Aliran Dana Ferdy Sambo ke DPR







Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Hadir Langsung di Sidang Hari Ini

2 jam lalu

Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Hadir Langsung di Sidang Hari Ini

Putri Candrawathi tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sekitar pukul 8.35 WIB. Ia kembali hadir di persidangan setelah sembuh dari Covid-19


Richard Eliezer hingga Kuat Ma'ruf Minta Maaf ke 4 Terdakwa Obstruction of Justice, Ini Sebabnya

2 jam lalu

Richard Eliezer hingga Kuat Ma'ruf Minta Maaf ke 4 Terdakwa Obstruction of Justice, Ini Sebabnya

Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf meminta maaf kepada empat terdakwa obstruction of justice saat menjadi saksi di PN Jaksel


Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

12 jam lalu

Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

Penguji Balistik Polri menyatakan menemukan 12 butir peluru dari 3 jenis yang berbeda di TKP pembunuhan Brigadir Yosua.


Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

15 jam lalu

Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

Agus Nur Patria mengumpat setelah ia dan Hendra Kurniawan sadar telah dibohongi Ferdy Sambo soal kematian Brigadir J.


Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

16 jam lalu

Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

Chuck Putranto mengatakan ia menyerahkan barang pribadi milik almarhum Brigadir J, termasuk uang tunai Rp 150 juta ke keluarga atas izin Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

16 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

Kaur Logistik Yanma Polri Lingganom Parasian bersaksi bahwa surat izin senjata api Yosua dan Eliezer dikeluarkan atas perintah Ferdy Sambo.


Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

17 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

Arif Rachman Arifin, mengatakan Ferdy Sambo meminta penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memeriksa Putri Candrawathi di rumah pribadi


Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

19 jam lalu

Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

Arif Rachman Arifin sempat disindir Ferdy Sambo karena tidak tahu-menahu soal peristiwa kematian Brigadir J


Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

19 jam lalu

Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

Susanto Haris mengira ada teroris ketika ia diperintah atasannya, Ferdy Sambo, untuk datang ke rumahnya bawa senjata laras panjang


Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

20 jam lalu

Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

Ferdy Sambo memarahi Arif Rachman Arifin karena melihat-lihat CCTV saat tiba di rumah dinasnya di Duren Tiga ketika olah TKP pembunuhan Brigadir J