Ahyudin ACT Tersangka Penyelewengan dan Pencucian Uang, Kuasa Hukum: Ada Tempatnya Kami Bersuara

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ahyudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan dana bantuan kompensasi dari Boeing untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Ahyudin yang merupakan pendiri ACT itu, sempat diperiksa beberapa kali oleh Bareskrim Polri. Gaji Ahyudin saat menjabat Ketua Dewan Pembina ACT yang disebut-sebut mencapai Rp 250 juta lebih per bulan. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menetapkan mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin sebagai tersangka penyelewengan dana hingga pencucian uang. Pengacara Ahyudin, Teuku Pupun Zulkifli, mengatakan, kliennya belum ada rencana untuk mengajukan gugatan atas status tersebut. “Kami normatif saja,” ujarnya singkat saat dihubungi, Selasa, 26 Juli 2022.

Pupun menuturkan, pihaknya tetap bakal bersuara selama menjalani proses di kepolisian. Dia menegaskan pihaknya bicara soal ini sesuai pada tempatnya. “Tentu ada tempatnya kami bersuara,” tuturnya.

Sebelumnya, Ahyudin ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lain petinggi ACT, yaitu Novariadi Imam Akbari, Heryana Hermai, dan Ibnu Khajar. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan menyatakan keempatnya dijerat dengan pasal berlapis.

“Persangkaan pasal tindak pidana penggelapan dan/atau penggelapan dalam jabatan dan/atau tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dan/atau tindak pidana yayasan dan/atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP, pasal 374 KUHP, pasal 45 A ayat 1 junto pasal 28 ayat 1 UU No. 19/2016 tentang perubahan UU No. 11/2008 tentang ITE,” ujarnya kemarin.

Selajutnya, pasal 70 ayat 1 dan 2 junto pasal 5 UU No. 16/2001sebagaimana telah diubah UU No. 28/2004 tentang perubahan atas UU No. 16/2001 tentang Yayasan.

Berikutnya, pasal 3, pasal 4, dan pasal 6 UU No. 8/2010 tetang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, serta yang terakhir pasal 55 KUHP junto pasal 56 KUHP.

Direktur Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Brigjen Whisnu Hermawan Februanto menuturkan, pihaknya tetap memeriksa para tersangka pada Jumat, 29 Juli 2022. Hingga saat ini belum ada penahanan kepada mereka.

Ini merupakan pemeriksaan pertama keempatnya setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, 25 Juli 2022. “Selanjutnya akan ada panggilan (tersangka) untuk datang pada hari Jumat,” kata Whisnu di Bareskrim Mabes Polri, Selasa, 26 Juli 2022.

Whisnu tak bisa memastikan apakah keempatnya akan langsung ditahan atau tidak pasca-pemeriksaan Jumat mendatang. Hal itu, menurut dia, akan diputuskan oleh penyidik usai pemeriksaan.

Baca juga: Ini 10 Perusahaan Cangkang ACT Menurut Polisi

MUTIA YUANTISYA | ANTARA






Eks Ketua Dewan Pembina ACT Novariyadi Dituntut 4 Tahun Penjara

1 hari lalu

Eks Ketua Dewan Pembina ACT Novariyadi Dituntut 4 Tahun Penjara

Eks Ketua Dewan Pembina ACT Novariyadi Imam Akbari dituntut 4 tahun penjara dalam kasus penyelewengan dana Boeing.


Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

1 hari lalu

Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

Sebanyak 15 orang personel Polri bergabung dengan KPK sebagai penyidik. Mereka telah menjalani serangkaian tahapan seleksi


Eks Petinggi ACT Hariyana Hermain Divonis 3 Tahun Penjara

8 hari lalu

Eks Petinggi ACT Hariyana Hermain Divonis 3 Tahun Penjara

Eks Senior Vice President Yayasan Aksi Cepat Tanggap atau ACT Hariyana Hermain divonis 3 tahun penjara. Hakim memutus Hariyana bersalah.


Henry Surya Divonis Lepas dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah KSP Indosurya

8 hari lalu

Henry Surya Divonis Lepas dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah KSP Indosurya

Henry Surya divonis lepas oleh hakim PN Jakarta Barat. Hakim meminta agar Henry dilepaskan dari rumah tahanan.


Hakim Vonis Eks Presiden ACT Ibnu Khajar 3 Tahun Penjara

8 hari lalu

Hakim Vonis Eks Presiden ACT Ibnu Khajar 3 Tahun Penjara

Hakim PN Jaksel menjatuhkan vonis 3 tahun penjara terhadap eks Presiden ACT Ibnu Khajar. Dia diputus bersalah dalam kasus penyelewengan dana.


Eks Petinggi ACT Ahyudin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

8 hari lalu

Eks Petinggi ACT Ahyudin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Putusan terhadap Pendiri ACT Ahyudin ini lebih rendah daripada tuntutan jaksa.


Polisi Telusuri Aliran Pencucian Uang Kasus Narkoba Teddy Minahasa dan Alex Bonpis

12 hari lalu

Polisi Telusuri Aliran Pencucian Uang Kasus Narkoba Teddy Minahasa dan Alex Bonpis

Polda Metro Jaya melacak alur transaksi pencucian uang yang diduga melibatkan Inspektur Jenderal Teddy Minahasa


Pengaduan ke LPSK Selama 2022 Didominasi Kasus Pencucian Uang dan Pelanggaran HAM Berat

16 hari lalu

Pengaduan ke LPSK Selama 2022 Didominasi Kasus Pencucian Uang dan Pelanggaran HAM Berat

Dalam rapat kerja bersama DPR Komisi Hukum, LPSK turut menyampaikan rencana program ke depan beserta alokasi anggarannya.


Deretan Fakta di Balik Vonis Nihil Benny Tjokro dalam Kasus Asabri yang Rugikan Negara Rp 22,7 Triliun

19 hari lalu

Deretan Fakta di Balik Vonis Nihil Benny Tjokro dalam Kasus Asabri yang Rugikan Negara Rp 22,7 Triliun

Terdakwa perkara dugaan korupsi Asabri Benny Tjokro dinilai merugikan negara Rp 22,7 riliun. Apa saja fakta di balik vonis nihil yang dijatuhkan?


PPA Kejagung Lelang Apartemen Terpidana Jiwasraya, Segini Nilainya

21 hari lalu

PPA Kejagung Lelang Apartemen Terpidana Jiwasraya, Segini Nilainya

PPA Kejagung melaksanakan lelang barang rampasan negara milik terpidana korupsi dan pencucian uang pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).