Mabes Polri Pastikan Belum Tetapkan Tersangka dalam Kasus Kematian Brigadir J

Reporter

Editor

Febriyan

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri menegaskan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo juga mengklarifikasi bahwa Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E masih berstatus diamankan, bukan ditahan.

“Masih diamankan untuk diperiksa untuk dimintai keterangannya,” kata Dedi saat dihubungi melalui telepon, Ahad, 24 Juli 2022.

Dia juga menyampaikan agar informasi seputar kasus ini tidak semakin keruh. Mengingat sebelumnya telah banyak beredar berbagai spekulasi tentang kasus yang diduga melibatkan antara dua ajudan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan nonaktif, Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo.

Mengenai penetapan tersangka, kata Dedi, itu merupakan kewenangan dari penyidik yang juga akan menyampaikannya. Dia pun menegaskan bahwa Bharada E hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Kalau dia dimintai keterangan sampai dengan saat ini ya betul. Tapi statusnya masih sebagai saksi,” tuturnya.

Begitu juga dengan status Brigadir J yang statusnya belum disematkan apapun. Dedi juga menjelaskan, istilah ditahan itu artinya status yang bersangkutan juga sebagai tersangka.

Sebelumnya, keterangan penetapan tersangka tersebut tercantum dalam Laporan Majalah Tempo Edisi 25 - 31 Juli 2022. Dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis Tempo, Dedi menyatakan bahwa polisi telah menerima dua laporan terkait kasus ini. Pertama adalah kasus pelecehan seksual dan percobaan pembunuhan terhadap istri Ferdy Sambo dan kedua adalah kasus pembunuhan terhadap Brigadir J. Dalam wawancara itu, Dedi menyatakan bahwa Bharada E telah ditahan di Polda Metro Jaya.

Brigadir Yosua tewas pada Jumat, 8 Juli 2022 di kediaman Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Polisi menyatakan bahwa Yosua tewas karena baku tembak dengan Bharada E. 

Peristiwa itu terjadi setelah Yosua diduga melecehkan istri Ferdy yang kemudian berteriak. Mendengar teriakan istri bosnya, Bharada E yang berada di lantai dua turun dan menemukan Yosua di pintu kamar. Yosua disebut langsung melancarkan tembakan ke arah juniornya itu. Aksi balas tembak membuat Yosua kemudian tewas di tempat. 

Pihak keluarga Yosua tak percaya dengan cerita polisi itu. Mereka curiga lantaran menemukan sejumlah luka yang disebut bukan berasal dari tembakan di tubuh pria berusia 28 tahun itu. Selain itu, keluarga juga mencurigai keterangan polisi yang menyebutkan tiga telepon seluler Yosua hilang. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun merespon kecurigaan keluarga itu dengan membentuk tim khusus yang langsung dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Sepak terjang tim khusus ini dalam mengungkap misteri kematian Brigadir J bisa anda baca dalam laporan Majalah Tempo pekan ini. 




Berita Selanjutnya



Australia akan Singkirkan CCTV Buatan Cina dari Gedung Pemerintah

10 menit lalu

Australia akan Singkirkan CCTV Buatan Cina dari Gedung Pemerintah

Lebih dari 900 CCTV yang dibuat oleh Hikvision dan Dahua, dua perusahaan Cina, ditemukan di 250 gedung federal Australia


Hendra Kurniawan Cs akan Bacakan Duplik pada Sidang Hari ini

1 jam lalu

Hendra Kurniawan Cs akan Bacakan Duplik pada Sidang Hari ini

Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum enggan menanggapi nota pembelaan atau pleidoi Hendra Kurniawan.


Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

18 jam lalu

Pengacara Chuck Putranto Sebut Tak Ada Bukti Kliennya Perusak DVR CCTV

Pengacara Chuck Putranto, Daniel Sony Pardede menyebut kliennya bukan pelaku pemusnahan rekaman CCTV yang mengungkap skenario pembunuhan


Takut Dimata-matai, Australia Copot CCTV Buatan China

19 jam lalu

Takut Dimata-matai, Australia Copot CCTV Buatan China

Sejumlah CCTV buatan China di area tugu peringatan perang nasional Australia akan dicopot karena pejabat khawatir digunakan untuk memata-matai


Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

20 jam lalu

Upaya Baiquni Wibowo Backup Rekaman CCTV Dianggap Penolakan Perintah Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum mengatakan Baiquni Wibowo tidak pernah menerima langsung perintah dari Ferdy Sambo.


Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

22 jam lalu

Duplik Baiquni Wibowo Singgung Soal Penyerahan Rekaman CCTV Lingkungan Rumah Dinas Ferdy Sambo

Tim kuasa hukum menilai jaksa tak menghargai tindakan Baiquni WIbowo yang menyerahkan rekaman CCTV lingkungan rumah dinas Ferdy Sambo secara sukarela.


Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

1 hari lalu

Sidang Obsturction of Justice Pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto Akan Ajukan Duplik Hari Ini

Terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Chuck Putranto, akan mengajukan duplik hari ini.


Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

1 hari lalu

Babak Akhir Kasus Pembunuhan Berencana Yosua: Vonis Ferdy Sambo 13 Februari

Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua segera memasuki babak akhir. Vonis Ferdy Sambo akan dibacakan Senin, 13 Februari.


TKP Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok di Jalan Sepi, Pengurus Lingkungan Imbau Warga Pasang CCTV

2 hari lalu

TKP Pembunuhan Sopir Taksi Online di Depok di Jalan Sepi, Pengurus Lingkungan Imbau Warga Pasang CCTV

Lokasi TKP Pembunuhan sopir taksi online Sony Rizal Taihitu di Perumahan Bukit Cengkeh 1 Jalan Nusantara RT 06 RW 15, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat hanya ada dua unit Closed Circuit Television (CCTV).


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

2 hari lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah