21 Tahun Lalu Megawati Soekarnoputri Dilantik sebagai Presiden RI ke-5, Setelah Gus Dur Diberhentikan MPR

Presiden KH Abdurrahman Wahid/ Gus Dur bersama Wakil Presiden Megawati Sukarno dan ajudan di Binagraha, Jakarta Juni 2000. TEMPO/ Rully Kesuma

TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, 23 Juli, 21 tahun lalu Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau biasa disapa dengan Megawati Soekarnoputri resmi dilantik menjadi Presiden Indonesia. Megawati dilantik menjadi Presiden Indonesia ke-5 dan ia menjadi Presiden Indonesia wanita yang pertama.

Melansir dari laporan Tempo, 23 Juli 2001, disebutkan bahwa Megawati berhasil terpilih menjadi Presiden Indonesia melalui mekanisme Sidang Istimewa (SI) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 23 Juli 2001. SI tersebut dilakukan oleh MPR sebagai respons atas dekrit yang dikeluarkan oleh Gus Dur yang salah satu isinya adalah membekukan MPR dan DPR.

Menukil laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Sidang Istimewa MPR ini diadakan setelah Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengeluarkan dekrit yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. 

Dalam SI tersebut, 591 anggota MPR, termasuk F-KB dan F-PDKB, setuju mengangkat Megawati sebagai presiden setelah sebelumnya MPR memberhentikan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari kursi kepresidenan. Dalam SI tersebut, Megawati secara resmi dilantik menjadi Presiden Indonesia pada pukul 17.20 WIB. Megawati dilantik pada 23 Juli 2001 di Gedung Nusantara MPR/DPR. Sebelumnya dari tahun 1999–2001, ia menjabat wakil presiden pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Setelah secara resmi dilantik menjadi presiden, Megawati melakukan konsolidasi kekuasaan dan ia menjadi salah satu pencetus pemilihan presiden secara langsung dan membidani lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002.

Dalam Pemilihan Presiden 2004 yang dipilih secara langsung oleh rakyat, Megawati maju menjadi salah satu calon presiden dan berpasangan dengan Hamzah Haz. Namun, dalam Pilpres 2004 tersebut, Megawati kalah dari pesaingnya yang juga mantan pembantunya dalam Kabinet Gotong Royong. Dalam Pilpres 2009, Megawati kembali maju dan kali ini ia berpasangan dengan Prabowo Subianto. Namun, kembali ia kalah untuk kedua kalinya dari mantan pembantunya di Kabinet Gotong Royong.

Sebelum menjadi Presiden RI pada 2001, laporan yang ditulis Tempo mencatat bahwa Megawati Soekarnoputri pernah gagal menjadi presiden. Megawati gagal menjadi presiden pada 1999. Saat itu, Megawati kurang mendapat banyak dukungan dari partai politik yang ada di MPR dan membuat Gus Dur berhasil meraih kursi kepresidenan. Gagal menjadi presiden, Megawati ditunjuk untuk mendampingi Gus Dur dalam menjalankan pemerintahan yang sedang dalam masa-masa awal Reformasi.

EIBEN HEIZIER

Baca: Megawati: Kader PDIP Keluar Jika Bermanuver Politik untuk Capres 2024

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Hasto PDIP Soal Pilpres: Turun ke Bawah Lebih Penting daripada Memanaskan Politik

1 hari lalu

Hasto PDIP Soal Pilpres: Turun ke Bawah Lebih Penting daripada Memanaskan Politik

Hasto Kristiyanto mengimbau kader PDIP turun menggerakkan perekonomian rakyat daripada bicara gimmick politik.


Jelang Pemilu 2024, PDIP Instruksikan Kader Disiplin Ikuti Instruksi Megawati

2 hari lalu

Jelang Pemilu 2024, PDIP Instruksikan Kader Disiplin Ikuti Instruksi Megawati

Hasto menyebut Megawati menginstruksikan tiga pilar PDIP untuk rajin turun ke bawah demi meraih kepercayaan rakyat.


Profil dan Karier Politik Prananda Prabowo yang Menjadi Kepala Pusat Analisa PDIP

5 hari lalu

Profil dan Karier Politik Prananda Prabowo yang Menjadi Kepala Pusat Analisa PDIP

Prananda Prabowo ditunjuk sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP. Siapakah dia dan bagaimana karier politiknya?


Jokowi Ajak Relawan Pilih Capres Berambut Putih, PDIP: Tak Endorse Siapa pun

7 hari lalu

Jokowi Ajak Relawan Pilih Capres Berambut Putih, PDIP: Tak Endorse Siapa pun

PDIP menganggap omongan Jokowi di acara relawan Nusantara Bersatu soal sosok capres berambut putih tak mendukung siapa pun. PDIP masih tunggu Megawati


Megawati Tunjuk Prananda Prabowo Jadi Kepala Analisa Partai, Pengamat: PDIP Butuh Darah Segar

8 hari lalu

Megawati Tunjuk Prananda Prabowo Jadi Kepala Analisa Partai, Pengamat: PDIP Butuh Darah Segar

Penunjukan Prananda Prabowo sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP menunjukkan Megawati butuh darah segar menjelang Pemilu 2024.


Puan Maharani Sebut Megawati Sudah Kantongi Nama Capres, Bambang Pacul PDIP: Mungkin Saja

13 hari lalu

Puan Maharani Sebut Megawati Sudah Kantongi Nama Capres, Bambang Pacul PDIP: Mungkin Saja

Bambang Wuryanto mengatakan mungkin saja Puan Maharani telah bertanya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal siapa capres partai itu.


Puan Maharani Sebut Megawati Sudah Kantongi Nama Capres: Deklarasi Hanya Masalah Waktu

13 hari lalu

Puan Maharani Sebut Megawati Sudah Kantongi Nama Capres: Deklarasi Hanya Masalah Waktu

Puan Maharani mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah punya nama calon presiden partai itu di kantongnya. Tinggal tunggu deklarasi.


Megawati Duduk Semeja dengan SBY, Puan Sebut Tanya Kabar dan Bahas KTT G20

18 hari lalu

Megawati Duduk Semeja dengan SBY, Puan Sebut Tanya Kabar dan Bahas KTT G20

Puan Maharani, menyebut pembicaraan antara Megawati dan SBY di meja bundar saat gala dinner KTT G20 bersifat kekeluargaan.


Semeja dengan SBY, Megawati Sedang Membumikan Pancasila

18 hari lalu

Semeja dengan SBY, Megawati Sedang Membumikan Pancasila

Politikus PDI Perjuangan Junimart Girsang menjelaskan warna batik yang dikenakan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri saat bertemu satu meja dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rangkaian acara KTT G20 di Bali.


Megawati Duduk Semeja dengan SBY, PDIP: Ibu Tunjukkan Nilai Solidaritas dan Perdamaian

18 hari lalu

Megawati Duduk Semeja dengan SBY, PDIP: Ibu Tunjukkan Nilai Solidaritas dan Perdamaian

Politikus PDIP Junimart Girsang mengatakan Megawati telah menunjukkan nilai solidaritas dan perdamaian dalam momen duduk semeja dengan SBY itu.