Kasus Pencabulan Santriwati Jombang, Bechi Didakwa Pasal Berlapis

Reporter

Editor

Febriyan

Petugas menggiring tersangka Moch Subchi Azal Tsani (kedua kiri) seusai rilis kasus di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng-Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat 8 Juli 2022. Polda Jawa Timur menangkap Moch Subchi Azal Tsani yang menjadi tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati di Pondok Pesantren Siddiqiyyah, Ploso, Jombang. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

TEMPO.CO, Jakarta - Sidang kasus pencabulan santriwati Pondok Pesantren Shiddiqiyah, Jombang, Jawa Timur dengan terdakwa Mochamad Subchi Azal Tsani alias Bechi, mulai digelar pada Senin, 18 Juli 2022. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Bechi dengan pasal berlapis.

Sidang tersebut dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Majelis Hakim yang dipimpin oleh  Sutrisno menggelar sidang secara daring dan tertutup di Ruang Cakra. Terdakwa mengikuti sidang dari Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati yang memimpin 10 tim jaksa penuntut mengatakan, terdakwa dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. Selain itu juga Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun, dan Pasal 294 KUHP ayat 2 ke-2 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Mia menyatakan pihaknya sudah mengantongi keterangan sejumlah saksi dan memegang alat bukti yang cukup untuk menjerat Bechi Mia optimistis jaksa dapat membuktikan kesalahan anak pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang tersebut.

"Ini sidang pertama, nanti kami ikuti perkembangan selanjutnya," kata Mia.

Penasihat hukum Bechi, Gede Pasek Suardika mempertanyakan mengapa sidang dilaksanakan secara daring.  Bekas politikus Partai Demokrat itu menyatakan bahwa terdakwa tidak perlu dibawa ke Surabaya jika sidang digelar secara daring.

"Dari Jombang saja bisa kan bila online begini? Kalau dibawa ke Surabaya ya hadirkan dong (terdakwa di persidangan), biar kita sama-sama tahu apakah peristiwa yang didakwakan itu fakta atau fiktif," kata dia.

Terhadap nota dakwaan jaksa, Pasek menilai sumir. Alasannya di media massa ramai diberitakan bahwa korban Mas Bechi empat sampai lima orang. Faktanya, menurut dia, korban hanya satu orang dan telah berusia 20 tahun saat kejadian.

"Kami kaget ternyata korbannya hanya satu. Dua peristiwa, tapi korbannya satu orang," kata dia.

Terkait soal jumlah korban, Mia menuturkan bahwa korban-korban lainnya belum memberikan laporan. Dia pun menyatakan kasus ini tetap bisa dibawa ke meja hijau meskipun yang melapor hanya satu korban.

"Kan kami bisa melanjutkan perkara hanya kalau ada saksi dan pelapor," ujar dia.

Kasus pencabulan santriwati oleh Mochamad Subchi Azal Tsani ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2019. Awalnya kasus ini ditangani oleh Polres Jombang, akan tetapi mereka kesulitan menangkap Bechi yang disebut sempat dilindungi oleh pihak Pondok Pesantren Shiddiqiyah.

Polda Jawa Timur mengambil alih kasus ini pada awal tahun lalu. Bechi sempat mengajukan  dua gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka, namun gugatan tersebut ditolak. 

Pada 7 Juli lalu, polisi pun mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyah untuk menangkap Bechi yang terus menghindar dari penangkapan. Bechi akhirnya menyerahkan diri sehingga kasus pencabulan santriwati ini bisa dibawa ke meja hijau. 






Polisi Usut Pencabulan Santriwati di Bandung

49 hari lalu

Polisi Usut Pencabulan Santriwati di Bandung

Kepala Polresta Bandung Komisaris Besar Kusworo Wibowo mengatakan, pihaknya tengah mengusut kasus pencabulan di pesantren itu.


3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

56 hari lalu

3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

Kuasa hukum 3 ustad dan 1 santri tersangka pencabulan santriwati berinisial P alias A di Depok mengaku belum berkomunikasi dengan pelapor:


Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

57 hari lalu

Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

Tim kuasa hukum P alias A, kakak kelas yang disebut terlibat kasus pencabulan santriwati di Depok menyatakan kliennya baru 15 tahun.


Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

57 hari lalu

Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

Kuasa hukum santri P minta pemeriksaan kasus pencabulan santriwati di Depok dilakukan sesuai undang-undang tentang Pidana Anak.


Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

57 hari lalu

Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

Sejak polisi menetapkan empat tersangka kasus pencabulan santriwati, baru satu yang diamankan sedangkan 3 tersangka lain masih bebas.


Pengacara Ngotot Terdakwa Pencabulan Santriwati Jombang Dihadirkan di Ruang Sidang

25 Juli 2022

Pengacara Ngotot Terdakwa Pencabulan Santriwati Jombang Dihadirkan di Ruang Sidang

Dalam eksepsinya, pengacacara terdakwa kasus pencabulan santriwati Jombang, Mas Bechi, ngotot kliennya dihadirkan di ruang sidang.


Pengacara Mas Bechi Ragu Kliennya Perkosa Santriwati, Woman Crisis Center Tak Terima

18 Juli 2022

Pengacara Mas Bechi Ragu Kliennya Perkosa Santriwati, Woman Crisis Center Tak Terima

I Gede Pasek Suardika selaku penasihat hukum Mas Bechi menilai perkara pemerkosaan yang didakwakan pada kliennya sumir dan janggal.


Pemerintah Kebut Aturan Turunan UU TPKS Demi Mencegah Kasus Kekerasan Seksual

12 Juli 2022

Pemerintah Kebut Aturan Turunan UU TPKS Demi Mencegah Kasus Kekerasan Seksual

Muhadjir Effendy menyatakan aturan turunan UU TPKS akan mempermudah penanganan dan mencegah kasus kekerasan seksual.


Presiden Jokowi Perintahkan Trauma Healing untuk Korban Pencabulan di Pesantren Shiddiqiyyah

12 Juli 2022

Presiden Jokowi Perintahkan Trauma Healing untuk Korban Pencabulan di Pesantren Shiddiqiyyah

Menteri Agama ad Interim Muhadjir Effendy mendapat perintah khusus dari Presiden Jokowi untuk memastikan korban pencabulan mendapatkan trauma healing.


Izin Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang Batal Dicabut karena Perintah Jokowi

12 Juli 2022

Izin Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang Batal Dicabut karena Perintah Jokowi

Menteri Agama ad Interim Muhadjir Effendy menyatakan pembatalan pencabutan izin Pondok Pesantren Shiddiqiyah merupakan perintah dari Presiden Jokowi.