3 Risiko jika Pemimpin Negara Tidak Memiliki Ajudan

Reporter

Editor

Nurhadi

Para pembantu Gedung Putih, termasuk ajudan militer yang membawa kode peluncuran nuklir, mengikuti Presiden AS Donald Trump saat ia naik helikopter Marine One untuk meninggalkan Gedung Putih dan terbang ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed untuk menjaani perawatan setelah Donald Trump dinyatakan positif COVID-19 di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, AS, 2 Oktober 2020. REUTERS/Leah Millis

TEMPO.CO, Jakarta - Selain berguna untuk menjaga keamanan pemimpin negara, keberadaan ajudan juga kerap kali dibutuhkan untuk menjamin kelancaran dan kebutuhan dalam kegiatan sehari-hari para pemimpin negara ataupun daerah.

Kebutuhan terhadap kehadiran ajudan presiden diatur dalam Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 12 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Keajudanan Presiden atau Wakil Presiden dan Istri atau Suami Presiden atau Wakil Presiden.

Meskipun tidak diwajibkan secara legal dan terang-terangan oleh peraturan untuk memiliki ajudan, lantas apa saja risiko yang mungkin terjadi bila sosok pemimpin negara tidak memiliki ajudan? 

Merujuk pada artikel Mengapa Pimpinan Perlu Ajudan? dalam laman badilag.mahkamahagung.go.id yang ditulis oleh Irfan Husaini, Hakim Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, setidaknya terdapat tiga risiko apabila pemimpin negara tidak memiliki ajudan:

1. Kekurangan Informasi

Salah satu fungsi utama ajudan adalah mengurus perihal protokoler, yaitu kegiatan berupa surat-menyurat, penyambutan tamu daerah atau negara, tata cara pelaksanaan acara, dan sejenisnya. Karena itu, apabila seorang pemimpin negara atau daerah tidak memiliki ajudan sering kali informasi mengenai acara yang akan dihadiri tidak lengkap sehingga acara rawan kendala. Selain itu, ajudan dari masing-masing pemimpin biasanya turut melakukan komunikasi guna kelancaran acara.

2. Rawan Kejahatan

Ancaman bagi pemimpin daerah atau negara sering kali mengintai di mana pun mereka berada. Karena itu, ketiadaan ajudan sebagai pelindung pemimpin berpotensi mengancam nyawa dan keselamatan para pemimpin daerah atau negara.

3. Kehilangan Momentum Penting

Selain mengurus administrasi dan kesalamatan pribadi, sebagai sosok yang kerap kali di sekitar pemimpin daerah atau negara, tak jarang ajudan dimintai tolong untuk mengabadikan sebuah momen pertemuan atau kegiatan seremonial tertentu. Karena itu, momen istimewa tersebut bisa terlewat begitu saja apabila seorang pemimpin tidak memiliki ajudan.

Ketiga risiko di atas menegaskan bahwa sekalipun tidak diwajibkan oleh peraturan legal, sebaiknya pemimpin negara tetap memiliki ajudan untuk menjamin keamanan, mengurus administrasi, ataupun membantu kebutuhan pribadi mereka.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN

Baca juga: Sering Dikira Sama, Inilah Perbedan Paspampres dan Ajudan Presiden






Sosok Evelina Fadil Pietruschka, Bos Asuransi Wanaartha yang Diduga Lakukan Tindak Pidana

3 hari lalu

Sosok Evelina Fadil Pietruschka, Bos Asuransi Wanaartha yang Diduga Lakukan Tindak Pidana

OJK meminta Evelina Fadil Pietruschka kembali ke Indonesia untuk bertanggung jawab atas masalah asuransi Wanaartha. Siapa Evelina sebenarnya?


FBI Geledah Rumah Joe Biden, Tidak Temukan Dokumen Rahasia Tercecer

4 hari lalu

FBI Geledah Rumah Joe Biden, Tidak Temukan Dokumen Rahasia Tercecer

Departemen Kehakiman AS tidak menemukan dokumen rahasia selama pencarian tiga setengah jam di rumah pantai Presiden Joe Biden di Rehoboth, Delaware.


Tsai Ing-wen Bertelepon dengan Presiden Republik Cek

6 hari lalu

Tsai Ing-wen Bertelepon dengan Presiden Republik Cek

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bertelepon dengan Presiden Republik Cek terpilih Petr Pavel selama 15 menit.


Koji Sato Gantikan Akio Toyoda sebagai Presiden Toyota, Apa Rencana Barunya?

9 hari lalu

Koji Sato Gantikan Akio Toyoda sebagai Presiden Toyota, Apa Rencana Barunya?

Toyota resmi mengubah jajaran eksekutifnya pada 1 April 2023 mendatang, di mana Koji Sato bakal menggantikan Akio Toyoda sebagai presiden.


3 Nama Calon Sekda DKI akan Diserahkan ke Jokowi, Heru Budi: Saya Enggak Ikut-ikut

10 hari lalu

3 Nama Calon Sekda DKI akan Diserahkan ke Jokowi, Heru Budi: Saya Enggak Ikut-ikut

Tiga nama calon Sekda DKI akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tak mau ikut campur.


Perwakilan Karyawan PT GNI Diterima Staf Kepresidenan

12 hari lalu

Perwakilan Karyawan PT GNI Diterima Staf Kepresidenan

Perwakilan pekerja PT GNI dan Serikat Pekerja Nasional menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.


Jadwal Tahapan Pemilu 2024, Intip Besaran Gaji Petugas PPS Pemilu

15 hari lalu

Jadwal Tahapan Pemilu 2024, Intip Besaran Gaji Petugas PPS Pemilu

Panitia Pemungutan Suara atau PPS Pemilu akan terima gaji sesuai aturan yang sudah ditetapkan, segini besarannya. Berikut jadwal tahapan Pemilu 2024.


Inilah Kriteria Kejahatan dengan Ancaman Hukuman Mati

16 hari lalu

Inilah Kriteria Kejahatan dengan Ancaman Hukuman Mati

Merujuk KUHP, ada enam kriteria kejahatan dengan ancaman hukuman mati. Selain itu, ada perkara narkotika dan tindak pidana korupsi.


Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc Mengundurkan Diri

20 hari lalu

Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc Mengundurkan Diri

Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengundurkan diri setelah disalahkan oleh Partai Komunis atas kesalahan anak buahnya dia sebagai Perdana Menteri


Peru Akan Investigasi Tewasnya 30 Demonstran dalam Kerusuhan

23 hari lalu

Peru Akan Investigasi Tewasnya 30 Demonstran dalam Kerusuhan

Peru akan melakukan investigasi setelah kudeta terhadap Presiden Peru Pedro Castillo pada akhir bulan lalu telah memicu kerusuhan