Mengenal Apa Itu Toponimi dan Fungsinya

Editor

Nurhadi

Papan nama Jalan Mpok Nori juga telah terpasang menggantikan nama Jalan Raya Bambu Apus, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Selasa 22 Juni 2022.TEMPO/Annisa Apriliyani

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, belum lama ini mengganti sejumlah nama jalan di Jakarta. Padahal, ini erat kaitannya dengan toponimi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan toponimi adalah cabang onomastika yang menyelidiki nama tempat. Adapun onomastika merupakan bidang ilmu linguistik yang menyelidiki asal usul, bentuk, makna diri, serta nama orang dan tempat. 

“Nama memberi kontribusi besar dan merupakan bagian yang penting dan berguna dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Guru Besar Linguistik Universitas Indonesia (UI), Multamia Lauder, dikutip dari laman Tempo.

Ia melanjutkan, toponimi sering diabaikan selama ini. Padahal dalam kasus-kasus terkait teritori, seperti sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan atau gugatan teritori maritim pada Laut Cina Selatan, pemberian nama dan identitas menjadi kunci penting.

Sementara itu, fungsi lain toponimi adalah menjadi salah satu unsur utama untuk berkoordinasi dan berkomunikasi antarbangsa. “Membantu penetapan batas administrasi untuk mengurangi konflik,” ujar Multamia.

Penamaan tempat juga memiliki nilai tinggi berkaitan dengan jatidiri bangsa melalui bukti tahapan migrasi penduduk dan sejarah permukiman di suatu wilayah meski semua bukti telah tergerus oleh waktu. Pengekalan jatidiri ini juga terkait pengakuan publik terhadap tempat dalam suatu negara. 

Bila toponimi dikaitkan dengan nama jalan, nomor rumah, nama kota, dan kode pos, nama telah menjadi elemen dari sistem geolokasi. Ini sangat berguna untuk menemukan tempat yang belum dikunjungi sebelumnya.

Hal ini bisa memudahkan pemerintah dalam melakukan pelayanan publik, seperti pengumpulan pajak, penanggulangan bencana, pengelolaan gedung, pemilihan umum, dan pengaturan transportasi.

Sementara pengabaian toponimi, mengutip dari studi “Punahnya Toponimi Indikasi Erosi Bahasa dan Punahnya Bangsa” dalam laman linguistik.fib.ui.ac.id, dikhawatirkan menghilangkan rasa memiliki dari masyarakat lokal setempat.

Jika tidak ada dokumentasi nilai-nilai budaya, sebagai pengalaman dan pengetahuan, masyarakat baru yang menempati wilayah itu menjadi a-historis tentang toponiminya.

AMELIA RAHIMA SARI | CAESAR AKBAR | AMRI MAHBUB

Baca juga: Mengenal Toponimi dan Perannya Bagi Bangsa






Australia Kembalikan ke Indonesia 300 Keramik Peninggalan Kapal Tek Sing yang Karam

17 jam lalu

Australia Kembalikan ke Indonesia 300 Keramik Peninggalan Kapal Tek Sing yang Karam

Australia mengembalikan ke Pemerintah Indonesia sekitar 300 buah keramik dari kapal Tek Sing yang tenggelam pada 1822.


Setelah 2 Tahun Streaming, Yogyakarta Gamelan Festival 19-21 Agustus 2022 Kini Luring

22 jam lalu

Setelah 2 Tahun Streaming, Yogyakarta Gamelan Festival 19-21 Agustus 2022 Kini Luring

Yogyakarta Gamelan Festival ke-27 kembali digelar secara luring di Pendapa Agung Ndalem Mangkubumen Yogyakarta pada 19-21 Agustus 2022.


Mengenal Toxic Masculinity dan Cara Mengatasinya

3 hari lalu

Mengenal Toxic Masculinity dan Cara Mengatasinya

Toxic masculinity merupakan istilah yang menggambarkan jenis gagasan represif sempit tentang peran laki-laki. Berikut penjelasannya.


Belajar dari Kylie Jenner, Khloe Kardashian Tak Ingin Buru-buru Beri Nama Anaknya

12 hari lalu

Belajar dari Kylie Jenner, Khloe Kardashian Tak Ingin Buru-buru Beri Nama Anaknya

Khloe Kardashian dan Tristan Thompson menyambut anak kedua mereka akhir bulan lalu melalui ibu pengganti.


Arti Nama Anak Ria Ricis dan Teuku Ryan, Cut Raifa Aramoana

14 hari lalu

Arti Nama Anak Ria Ricis dan Teuku Ryan, Cut Raifa Aramoana

Nama anak Ria Ricis dan Teuku Ryan diambil dari bahasa Polenesia.


MPR Bahas Budaya Epistemik di Universitas Brawijaya

21 hari lalu

MPR Bahas Budaya Epistemik di Universitas Brawijaya

Budaya epistemik di Indonesia belum mampu berkontribusi bagi masyarakat.


Kemendikbudristek Ajak Dunia Pulihkan Sektor Seni dan Budaya di G20

29 hari lalu

Kemendikbudristek Ajak Dunia Pulihkan Sektor Seni dan Budaya di G20

Kemendikbudristek mengajak untuk bergotong royong dan berdiskusi lebih lanjut dalam mencari solusi untuk mempercepat pemulihan sektor budaya di dunia.


Kata "Oppa" Resmi Jadi Kata Baku dalam KBBI

32 hari lalu

Kata "Oppa" Resmi Jadi Kata Baku dalam KBBI

Kosakata "oppa" merupakan kata serapan dari Bahasa Korea dan sudah sah sebagai Bahasa Indonesia yang masuk dalam KBBI.


Tim Muhibah Angklung Asal Bandung Mainkan Lagu Metallica di Field Museum Chicago

36 hari lalu

Tim Muhibah Angklung Asal Bandung Mainkan Lagu Metallica di Field Museum Chicago

Penampilan Tim Muhibah Angklung merupakan performa Indonesia untuk pertama kalinya di Field Museum Chicago.


Mendukung ESG, Aktivitas CSR Bank Mandiri Lewat Seni Budaya Tradisional

46 hari lalu

Mendukung ESG, Aktivitas CSR Bank Mandiri Lewat Seni Budaya Tradisional

Penerapan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) yang mendukung pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) semakin diperhatikan oleh perusahaan karena kebutuhan bisnis berkelanjutan dan komitment pada ESG memiliki nilai lebih di mata investor.