Kritik Pedas Buya Syafii Maarif ke Jokowi: Tegas Presidennya Supaya Didengar

Reporter

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif (kiri) menyambut kedatangan calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo di kediamannya di Sleman, (3/5). ANTARA/Regina Safri

TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh bangsa Buya Syafii Maarif meninggal dunia pada Jumat, 27 Mei 2022. Semasa hidup, mantan Ketua PP Muhammadiyah itu pernah melontarkan kritik pedas kepada Presiden Jokowi. Antara lain soal polemik pemecatan 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dianggap tak lolos tes wawasan kebangsaan. 

Buya Syafii – demikian Syafii Maarif akrab disapa – menuntut Jokowi agar menindak tegas bawahannya yang membangkang perintah alih status menjadi aparat sipil negara (ASN) tak merugikan pegawai KPK. Cendekiawan muslim itu menilai bahwa sikap pernyataan Jokowi hanya sekadar memberi himbauan. 

Alih-alih bertindak tegas, Jokowi justru mengaku tak akan turun tangan dan memilih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait kontroversi alih status pegawai KPK. Padahal, polemik tes wawasan kebangsaan untuk pegawai KPK ini sudah menjadi kegaduhan di masyarakat. 

“Pemerintah bukan mengimbau-imbau, melainkan memerintah. Jadi, harus lebih keras, lebih tegas presidennya, supaya didengar,” kata Buya Syafii dikutip dari Koran Tempo edisi 27 Mei 2021. 

Menurut Buya Syafii, pelaksanaan tes wawasan kebangsaan yang berujung pemecatan 51 dari 75 pegawai KPK yang tak lolos tes adalah suatu hal yang keliru. Tes tersebut, kata dia, justru menambah daftar panjang polemik di tubuh KPK yang berimplikasi menggerus kepercayaan publik. “Urat nadi hidup KPK ini bergantung pada kepercayaan publik, jadi harus dijaga betul,” ujarnya. 

Untuk itu,Buya Syafii menyarankan agar tes wawasan kebangsaa atau TWK seyogianya dilaksanakan pihak independen, misalnya perguruan tinggi yang bebas dari pengaruh politik. Pelaksanaan tes oleh KPK yang bekerja sama dengan sejumlah lembaga negara, di antaranya BIN dianggapnya tidak netral. 

Pria bernama lengkap Ahmad Syafii Maarif itu wafat di usia 86 tahun di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pukul 10.15 WIB. Buya Syafii sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Kabupaten Sleman, sejak 14 Mei 2022 karena mengalami sesak napas. 

Diberitakan Tempo.co, tim dokter membeberkan bahwa penyebab meninggalnya Buya Syafii karena serangan jantung kedua. Buya sebelumnya sempat serangan jantung pada medio awal Maret 2022 silam. “Lalu serangan jantung kedua ini, namun selama proses kateterisasi jantung pembuluh darahnya sudah sulit,” kata salah satu tim dokter RS PKU Muhammadiyah. 

Buya Syafii Maarif dulunya merupakan seorang jurnalis yang cukup aktif di Majalah Suara Muhammadiyah. Selain dikenal sebagai sosok yang kritis, ia juga dikenal sebagai tokoh yang menjunjung kebinekaan sebagai pemersatu bangsa. Bagi pendiri Maarif Institute ini, guna mencapai persatuan nasional, bangsa harus memahami dan menghormati perbedaan. 

HARIS SETYAWAN 

Baca: Buya Syafii Maarif: Bersepeda, Sate Kambing, Syariah, Politik Ecek-ecek

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






KPU Jawab Kegusaran soal Pemerintahan Jokowi Jadi Bebek Lumpuh Usai Pilpres 2024

3 jam lalu

KPU Jawab Kegusaran soal Pemerintahan Jokowi Jadi Bebek Lumpuh Usai Pilpres 2024

Ada jeda waktu 8 bulan antara Pilpres 2024 dan pelantikan presiden terpilih. Adanya dualisme kepemimpinan jadi kekhawatiran.


Porsi Kredit ke UMKM Baru 18,7 Persen, Bahlil: Negara Belum Hadir Maksimal

4 jam lalu

Porsi Kredit ke UMKM Baru 18,7 Persen, Bahlil: Negara Belum Hadir Maksimal

Menteri Bahlil Lahadalia mengatakan negara belum hadir maksimal dalam mengurus usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM. Apa maksudnya?


Jokowi Bertolak dari Medan ke Nias, Pantau Pembangunan Infrastruktur

14 jam lalu

Jokowi Bertolak dari Medan ke Nias, Pantau Pembangunan Infrastruktur

Presiden Jokowi bertolak ke Kota Gunungsitoli, Nias pagi ini dari Kota Medan, Sumatra Utara. Dia juga akan bagikan bansos di Nias Utara.


4 Jenis Pupuk Asal Rusia, Apa Saja Manfaat bagi Tanaman?

15 jam lalu

4 Jenis Pupuk Asal Rusia, Apa Saja Manfaat bagi Tanaman?

Presiden Rusia Vladimir Putin menjamin ketersediaan pupuk bagi Indonesia. Berikut beberapa jenis pupuk asal Rusia dan kegunaannya.


Duta Besar Ukraina Tanggapi Klaim Jokowi Sampaikan Pesan Zelensky ke Putin

16 jam lalu

Duta Besar Ukraina Tanggapi Klaim Jokowi Sampaikan Pesan Zelensky ke Putin

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia menanggapi pernyataan Jokowi yang mengaku menyampaikan pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Vladimir Putin.


Kota Bogor Ajak Fasilitasi Warga Muhammadiyah Salat Idul Adha Sabtu

17 jam lalu

Kota Bogor Ajak Fasilitasi Warga Muhammadiyah Salat Idul Adha Sabtu

Pemerintah Kota Bogor mengajak masyarakat menghormati perbedaan penetapan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah antara organisasi Muhammadiyah.


Top 3 Dunia: Akun YouTube Angkatan Darat Inggris Diretas dan Gembong Narkoba Dapat Vonis Bebas

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Akun YouTube Angkatan Darat Inggris Diretas dan Gembong Narkoba Dapat Vonis Bebas

Berita tentang akun YouTube dan Twitter Angkatan Darat Inggris, yang kena retas, masuk dalam top 3 dunia pada 5 Juli 2022.


Ukraina Berunding dengan Turki dan PBB soal Ekspor Gandum

1 hari lalu

Ukraina Berunding dengan Turki dan PBB soal Ekspor Gandum

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa negaranya sedang mengadakan pembicaraan dengan Turki dan PBB untuk menjamin jaminan ekspor gandum dari pelabuhan Ukraina.


Listyo Sigit Sebut Polri Kedepankan Pencegahan dalam Pelihara Kamtibmas

1 hari lalu

Listyo Sigit Sebut Polri Kedepankan Pencegahan dalam Pelihara Kamtibmas

Kapolri Listyo Sigit menyampaikan penegakan hukum dilakukan dengan prinsip-prinsip keadilan restoratif


Jokowi Ingatkan Kinerja Polri yang Belum Presisi: Saya Ikuti Pemberitaan Media

1 hari lalu

Jokowi Ingatkan Kinerja Polri yang Belum Presisi: Saya Ikuti Pemberitaan Media

Jokowi menyebut setiap kecerobohan sekecil apapun di lapangan bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.