Alasan Pengadilan Tinggi DKI Potong Vonis Eks Dirut Asabri Adam Damiri

Reporter

Antara

Kamis, 26 Mei 2022 08:30 WIB

Terdakwa kasus dugaan korupsi Asabri, mantan Dirut Asabri periode 2016-2020 Sonny Widjaja (kiri) dan mantan Dirut Asabri periode 2011-2016 Adam Damiri (kanan) mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021. Sidang perdana kasus dugaan korupsi Asabri digelar dengan agenda pembacaan dakwaan. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong vonis eks Direktur Utama PT Asabri Mayjen Purn. Adam Damiri, yang semula divonis 20 tahun penjara menjadi 15 tahun bui, dalam perkara korupsi yang merugikan negara Rp22,788 triliun.

"Mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sehingga menjatuhkan pidana kepada terdakwa Adam Rahmat Damiri dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp750 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan selama 6 bulan," demikian bunyi putusan yang dilihat di laman Mahkamah Agung RI Jakarta, Rabu 25 Mei 2022.

Putusan yang ditetapkan pada 19 Mei 2022 itu diambil oleh majelis banding yang terdiri atas Tjokorda Rai Suamba sebagai ketua majelis, bersama Singgih Budi Prakoso, Artha Theresia, Anthon R. Saragih, dan Hotma Maya Marbun masing-masing selaku hakim anggota. Artinya majelis banding memotong hukuman Adam Damiri sebanyak 5 tahun penjara.

Pada 4 Januari 2022 lalu, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 20 tahun penjara ditambah 6 bulan kurungan serta kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp17,972 miliar.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa untuk membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp17,972 miliar dengan memperhitungkan barang bukti yang sudah disita," tambah hakim.

Bila eks Dirut Asabri itu tidak membayar uang pengganti tersebut paling lambat 1 bulan setelah berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya disita jaksa dan bila tidak mencukupi maka diganti pidana penjara selama 5 tahun.

Alasan majelis hakim banding mengurangi pidana penjara Adam Damiri karena putusan 20 tahun dianggap terlalu berat.

"Bahwa mengenai pidana penjara selama 20 tahun yang dijatuhkan oleh majelis hakim tingkat pertama pada pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Tingkat Banding tidak sependapat karena pidana penjara tersebut masih dirasa terlalu berat dan belum memenuhi rasa keadilan," demikan termuat dalam putusan tersebut.

Putusan banding itu pun masih lebih berat dibanding tuntutan JPU Kejaksaan Agung yang menuntut Adam Damiri divonis 10 tahun penjara ditambah denda Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Adam terbukti melakukan perbuatan berdasarkan dakwaan pertama Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca: Kejaksaan Agung Tahan Rennier Abdul Rahman Latief di Kasus Asabri

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Kejaksaan Agung Sita Uang Rp 20 Miliar Milik Tersangka Kasus Asabri

29 hari lalu

Kejaksaan Agung Sita Uang Rp 20 Miliar Milik Tersangka Kasus Asabri

Kejaksaan Agung menyita aset milik Edward Seky Soeryadjaya (ESS), tersangka kasus tindak pidana korupsi PT Asabri (Persero).


Eks Dirut Asabri Sonny Widjaja Dipangkas Hukumannya dari 20 Tahun Jadi 18 Tahun

36 hari lalu

Eks Dirut Asabri Sonny Widjaja Dipangkas Hukumannya dari 20 Tahun Jadi 18 Tahun

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengkorting vonis Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016 hingga Juli 2020 Letjen Purn. Sonny Widjaja


Eks Dirut PT Danareksa Sekuritas Diperiksa Jadi Saksi di Kasus Korupsi Asabri

13 April 2022

Eks Dirut PT Danareksa Sekuritas Diperiksa Jadi Saksi di Kasus Korupsi Asabri

Kejaksaan Agung memeriksa satu orang saksi dalam perkara dugaan korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh PT Asabri (Persero).


Kejagung Periksa 2 Saksi dari PT Danareksa Sekuritas di Kasus Asabri

7 April 2022

Kejagung Periksa 2 Saksi dari PT Danareksa Sekuritas di Kasus Asabri

Kejaksaan Agung memeriksa 2 orang karyawan swasta PT Danareksa Sekuritas sebagai saksi dalam kasus Asabri dengan tersangka RARL


Ini Putusan Lengkap Vonis Herry Wirawan Si Pemerkosa 12 Santriwati

4 April 2022

Ini Putusan Lengkap Vonis Herry Wirawan Si Pemerkosa 12 Santriwati

Herry Wirawan mendapatkan vonis hukuman mati dari Pengadilan Tinggi Bandung.


Kejagung Periksa 2 Orang Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT Asabri

24 Maret 2022

Kejagung Periksa 2 Orang Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT Asabri

Kejaksaan Agung memeriksa dua orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh PT. Asabri


Kejaksaan Agung Tahan Rennier Abdul Rahman Latief di Kasus Asabri

12 Maret 2022

Kejaksaan Agung Tahan Rennier Abdul Rahman Latief di Kasus Asabri

Sebelumnya di tahan di kasus Asabri, Rennier didakwa dalam perkara korupsi PT Danareksa Sekuritas


Pengadilan Amerika Setujui Restrukturisasi Pan Brothers

9 Maret 2022

Pengadilan Amerika Setujui Restrukturisasi Pan Brothers

Pengadilan Amerika Serikat memberikan persetujuan atas perintah Chapter 15 yang diajukan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) pada 8 Maret 2022 waktu New York.


PT Asabri Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Simak Syaratnya di Sini

28 Februari 2022

PT Asabri Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Simak Syaratnya di Sini

PT Asabri (Persero) membuka lowongan kerja bagi lulusan D4 dan/atau S1. Simak syarat dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan pelat merah itu di sin


LPSK Bilang Restitusi Korban Herry Wirawan Jadi Perhatian PT Bandung

25 Februari 2022

LPSK Bilang Restitusi Korban Herry Wirawan Jadi Perhatian PT Bandung

LPSK ingin melakukan pendalaman soal komitmen yang sudah disampaikan Herry Wirawan di persidangan untuk membayar restitusi.