Kepala BNPT Mengaku Punya Data Kampus dan Mahasiswa Terpapar Radikalisme

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Boy Rafli Amar diketahui menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi). Boy Rafli Amar yang kini resmi menjabat sebagai Kepala BNPT pada 6 Mei 2020 lalu, sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Wakalemdiklat), Kapolda Papua pada 2017, Kapolda Banten pada 2014-2016, Kabid Humas Polda Metro Jaya pada 2009, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri. Foto/Edwin Dwi Putranto/Republika/Pool

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, mahasiswa dan mahasiswi merupakan kelompok rentan ajaran radikalisme. Dia menuturkan pihaknya terus mengingatkan hadirnya paham yang tidak sesuai dengan masyarakat Indonesia.

“Kami melihat kalangan kampus yang didominasi dari mahasiswa merupakan kelompok rentan yang perlu kita ingatkan. Tugas kami, BNPT, mengingatkan semua pihak membangun kesepahaman,” katanya saat ditemui di Universitas Bung Karno, Selasa, 24 Mei 2022.

Menurutnya, sebab dari itu adalah masuknya paham-paham yang tidak sesuai konstitusi Ideologi Pancasila. Sebab itu, dia menegaskan bahwa karakteristik dari paham terorisme dan kekerasan sangat bertentangan dengan nilai luhur bangsa Indonesia.

Boy juga mengklaim pihaknya memiliki data dari sejumlah kampus dan sivitas akademi yang terpapar dalam radikalisme. Namun Boy enggan menjelaskan data yang ditampung oleh pihaknya.

Latar belakang warga kampus yang dimaksud adalah mulai dari tenaga pendidik sampai para mahasiswa. “Kampus-kampus tertentu, mohon maaf tidak kami sebutkan, yang jelas itu adalah komunikasi konstruktif kami,” ujarnya.

BNPT, kata Boy, terus mengadakan kerja sama dengan beberapa kampus untuk mengatasi isu ini. Termasuk juga dengan berbagai upaya yang ditempuh untuk mencegah adanya paham-paham baru yang dianggap radikal.

Sebelumnya, Boy pernah mengatakan ada pondok pesantren yang terafiliasi dengan jaringan yang diduga teroris, yaitu Jamaah Anshorut Khalifah. Dia mengatakan jumlah pesantren yang diduganya tersebut berjumlah ratusan di berbagai wilayah.

Sejumlah pihak pun mendesak agar BNPT menjelaskan soal data pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan tersebut. Termasuk dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ingin keterbukaan soal bukti dan menyarankan langsung bertindak jika memang benar.

“Ya tentu kalau ada buktinya, silakan (BNPT) ambil tindakan. Jangan kemudian hanya mengeluarkan isu, lalu semua pondok pesantren seperti dicurigai semuanya,” kata JK usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Hotel Bidakara Jakarta, Senin, 31 Januari 2022.

Baca juga: Kepala BNPT Sebut Ada Penceramah Tetap Sebarkan Radikalisme Selama Ramadan

FAIZ ZAKI | ARRIJAL RACHMAN | ANTARA

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

5 jam lalu

BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

Survei menunjukkan terjadi penurunan kesadaran terhadap Pancasila. 85 persen milenial terpapar terorisme.


ACT Bantah PPATK, Ngaku Tak Terlibat Pendanaan Teroris

1 hari lalu

ACT Bantah PPATK, Ngaku Tak Terlibat Pendanaan Teroris

PPATK mengindikasikan ada transaksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas terorisme oleh lembaga ACT.


Penembakan di Denmark: Polisi Kopenhagen Tidak Temukan Indikasi Terorisme

2 hari lalu

Penembakan di Denmark: Polisi Kopenhagen Tidak Temukan Indikasi Terorisme

Kepolisian Kopenhagen menyatakan, serangan tembakan di sebuah mal di Minggu petang, tidak ada indikasi terkait dengan terorisme


Top 3 Metro: Rusunawa Jatinegara Barat Usir 1 Keluarga, Polisi Cilik Kampanye di Bundaran HI

2 hari lalu

Top 3 Metro: Rusunawa Jatinegara Barat Usir 1 Keluarga, Polisi Cilik Kampanye di Bundaran HI

Pengelola rusunawa Jatinegara Barat sudah menawarkan alternatif solusi untuk membantu memfasilitasi keluarga itu pindah rusun.


Penembakan di Denmark, Polisi Laporkan Ada Korban Jiwa

2 hari lalu

Penembakan di Denmark, Polisi Laporkan Ada Korban Jiwa

Penembakan di tempat umum terjadi di Kota Kopenhagen, Denmark. Satu pelaku ditangkap.


Ahmad Rizal, Anak Buruh yang Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi di UNY

2 hari lalu

Ahmad Rizal, Anak Buruh yang Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi di UNY

Simak cerita Rizal, mahasiswa UNY yang raih predikat mahasiswa berprestasi di UNY


Calon Mahasiswa Jalur Hafiz Al-Quran dan YouTuber Ikuti Tes di UPNVJ

3 hari lalu

Calon Mahasiswa Jalur Hafiz Al-Quran dan YouTuber Ikuti Tes di UPNVJ

Seleksi mahasiswa baru jalur prestasi di UPN Veteran Jakarta ini diikuti 18 hafiz Al-Qur'an dan satu orang YouTuber


Mahasiswa di Bekasi Pesan Ganja ke Bandar di Medan, Lalu Dijual Lagi ke Teman-teman Kampus

6 hari lalu

Mahasiswa di Bekasi Pesan Ganja ke Bandar di Medan, Lalu Dijual Lagi ke Teman-teman Kampus

Seorang mahasiswa di Bekasi ditangkap, karena memesan paket ganja yang akan ia jual lagi ke teman-teman kampusnya. Pesanan paket ganja kedua


Mengenang Tragedi Runtuhnya Mall Sampoong 1995 yang Menewaskan Ratusan Orang

6 hari lalu

Mengenang Tragedi Runtuhnya Mall Sampoong 1995 yang Menewaskan Ratusan Orang

Hari ini, 27 tahun yang lalu, terjadi salah satu tragedi terbesar sepanjang sejarah Korea Selatan, yakni runtuhnya Mall Sampoong 1995.


ITB Bikin Smart Growth Chamber untuk Tumbuhkan Bawang Putih Impor

9 hari lalu

ITB Bikin Smart Growth Chamber untuk Tumbuhkan Bawang Putih Impor

Produk sejenis di pasaran memiliki harga Rp 100-400 juta per unit. Itu belum termasuk fitur suhu minus dan IoT yang dikembangkan tim di ITB.