Partai Buruh Targetkan Raih 5,6 Juta Suara di Pemilu 2024

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Partai Buruh Said Iqbal lakukan May Day Fiesta di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail pada Ahad 1 Mei 2022. Tempo/ Hamdan C Ismail

    Presiden Partai Buruh Said Iqbal lakukan May Day Fiesta di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail pada Ahad 1 Mei 2022. Tempo/ Hamdan C Ismail

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Buruh, Said Iqbal optimistis partai yang dipimpinnya bisa berjaya dalam Pemilu 2024. Menurut Said, Partai Buruh memiliki basis massa yang besar dan tersebar di sejumlah provinsi.

    "Target kami 5,6 juta suara sah. Basis kami enggak seluruh Indonesia, tapi di Jabar, Jatim, Banten, DKI, Kepri, Sulsel, Banjarmasin dan daerah lainnya. Cukup 10 Provinsi kumpulin 6 juta suara," ujar Said Iqbal di GBK, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Mei 2022. 

    Said menerangkan, dari Provinsi Jawa Barat saja partainya menargetkan bisa menggaet 4 juta suara. Said optimistis karena Provinsi Jawa Barat merupakan basis Partai Buruh terbesar. Lalu untuk DKI Jakarta, Said menyebut partainya bisa masuk dalam tiga besar partai yang memperoleh suara terbesar.

    "Benar ini, sungguh-sungguh. Asal kami tidak dikerjai saat verifikasi di KPU," ujar Said. 

    Said menyebut, saat ini Partai Buruh sudah berhasil menyusun kepengurusan di 34 provinsi, 480 kabupaten/kota, dan lebih dari 3.000 kecamatan di Pemilu 2024. Dengan kader militan teregistrasi KTA Partai Buruh maupun lewat NIK KTP hingga saat ini 250.000 orang dengan target hingga Agustus 2022 sebanyak 513.250 orang kader Partai Buruh yang teregistrasi dari NIK KTP.

    "Ada 10 Bupati/Wali Kota yang kami persiapkan (harapannya) lolos. Lima di antaranya yaitu Kabupaten Bekasi, Kota Jayapura, Purwakarta, dan Batang. Itu pasti menang karena basis buruh," kata Said.

    M JULNIS FIRMANSYAH 

     
    Baca: Ketua Kadin Apresiasi Tuntutan Buruh, Minta Tetap Dahulukan Musyawarah


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.