Komnas HAM: Penembak Demonstran di Parigi Moutong Polisi Berpakaian Preman

Editor

Amirullah

Ilustrasi penembakan. Haykakan.top

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Sulawesi Tengah, Dedy Askari, menjelaskan pihaknya mendapat laporan soal pelaku penembakan demonstran di Tinombo Selatan, Parigi Moutong. Pelaku tersebut adalah anggota polisi berpakaian sipil atau preman.

Dia mengaku mendapatkan kabar itu pada Jumat siang tadi langsung dari Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. “Pelaku penembakan Erfaldy adalah anggota polisi berpakaian sipil atau preman,” ujar dia saat dihubungi pada Jumat sore, 18 Februari 2022.

Seperti diketahui, Erfaldy atau Aldi merupakan salah satu demonstran penolak tambang emas PT Trio Kencana di Parigi Moutong. Dia berasal dari Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Sulawesi Tengah, yang tewas tertembak saat pembubaran massa aksi pada Sabtu, 12 Februari 2022.

“Hanya saja, Irjen Pol Ferdy Sambo tidak menyebutkan siapa nama anggota polisi yang dimaksud,” katanya.

Dedy melanjutkan, sejak Ahad pagi, 13 Februari, atau sehari setelah Aldi tertembak, dan saat pihak keluarga memperlihatkan peoyektil yang diangkat dari tubuh almarhum, dia sudah menduga pelakunya dari pihak kepolisian. Dan aparat tersebut tidak jauh dari Aldi tersungkur ketika tertembak

“Kami sangat yakin pelakunya adalah aparat kepolisian, setelah secara cermat memperhatikan, tanpa bermaksud mendahului hasil uji balistik, 99 persen kami berkeyakinan proyektil peluru dari jenis senjata api genggam,” tutur Dedy.

Menurut Dedy, proyektil peluru itu berasal dari pistol glock semi otomatis, pabrikan Austria. Jenis pistol ini banyak ditemukan pada perwira-perwira Polri yang memegang jabatan, misalnya komandan regu, komanda pleton, atau kepala satuan.

Sebelumnya, Polda Sulawesi Tengah melakukan uji balistik untuk menemukan pelaku penembakan terhadap demonstran penolak tambang emas itu. Untuk mengujinya, tedapat 17 anggota Polres Parigi Moutong yang diperiksa dan penyitaan 20 unit senjata api milik personel Polres Parigi Moutong, serta 60 butir proyektil oleh Propam Polda Sulteng dan Propam Polres Parigi Moutong.

“Saya kira penyampaian Kadiv Propam Mabes Polri siang tadi, menjawab hasil uji balistik sudah ada,” ujar Dedy.

Dikonfirmasi secara terpisah terkait hasil uji balistik, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. “Nanti bila hasilnya sudah ada kami update,” kata dia.

Uji balistik sudah dilakukan sejak Rabu, 16 Februari. Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Didik Supranoto, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji balistik untuk menentukan siapa tersangka di kasus ini. “Namun, butuh waktu 3-4 hari uji balistiknya. Nanti baru akan dirilis hasilnya oleh Polda Sulteng,” tutur dia pada Rabu lalu.






Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

16 jam lalu

Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

Komnas HAM berharap putusan ini dapat menjadi sinyal langkah maju dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia di Papua.


Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka, Profesor di Unsoed: Aneh

1 hari lalu

Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka, Profesor di Unsoed: Aneh

Profesor ini urun pendapat terhadap kasus mahasiswa UI yang tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas namun dijadikan tersangka.


Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

1 hari lalu

Polri Gelar Kursus Manajemen Pengamanan Stadion, Instruktur dari Inggris dan Skotlandia

Polri menggelar kurus manajemen pengamanan stadion dengan instruktur dari Inggris dan Skotlandia.


Penerbitan Pelat Nomor RF Dihentikan Mulai Oktober 2023, Begini Kata Polisi

2 hari lalu

Penerbitan Pelat Nomor RF Dihentikan Mulai Oktober 2023, Begini Kata Polisi

Korlantas Polri akan menghentikan penerbitan pelat nomor khusus RF mulai Oktober 2023.


Mulai Besok Polri Buka Pendaftaran Calon Perwira Jalur SIPSS, Simak Persyaratannya

6 hari lalu

Mulai Besok Polri Buka Pendaftaran Calon Perwira Jalur SIPSS, Simak Persyaratannya

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi membuka pendaftaran calon perwira Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) T.A 2023 mulai besok Selasa 24 Januari 2023.


Ratusan Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Usai Kericuhan di Dogiyai Papua

7 hari lalu

Ratusan Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Usai Kericuhan di Dogiyai Papua

Polda Papua memastikan situasi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kondusif setelah kericuhan dan pembakaran kios pada Sabtu, 21 Januari 2023


Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

7 hari lalu

Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

Densus 88 menangkap satu orang tersangka terorisme yang diduga jaringan ISIS di Daerah Istimewa Yogyakarta


366 Personel Gabungan TNI - Polri Jaga Imlek 2023 di 38 Vihara Jakarta Barat

7 hari lalu

366 Personel Gabungan TNI - Polri Jaga Imlek 2023 di 38 Vihara Jakarta Barat

Sebanyak 366 personel gabungan jaga vihara di Jakarta Barat pada perayaan Imlek 2023 ini.


Komnas HAM Minta Panglima TNI dan MA Awasi Peradilan Kasus Mutilasi 4 Warga Papua

7 hari lalu

Komnas HAM Minta Panglima TNI dan MA Awasi Peradilan Kasus Mutilasi 4 Warga Papua

Permintaan ini disampaikan Komnas HAM karena proses peradilan kasus mutilasi tersebut masih belum transparan dan efektif.


Komnas HAM Soroti 6 Hal dari Sidang Mutilasi 4 Warga Mimika yang Libatkan Anggota TNI

7 hari lalu

Komnas HAM Soroti 6 Hal dari Sidang Mutilasi 4 Warga Mimika yang Libatkan Anggota TNI

Komnas HAM mengatakan proses pengadilan mengabaikan aksesbilitas bagi keluarga korban untuk mengikuti seluruh tahapan persidangan.