PDIP Sebut Ada Kepentingan Politik Pertahanan dalam Pemilihan Pangkostrad

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan ada kepentingan politik pertahanan dalam proses pemilihan calon Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). 

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan politik pertahanan ini penting untuk memastikan keberlangsungan Indonesia sebagai negara. Oleh karena itu, PDIP memandang pemilihan calon perwira tersebut sepenuhnya hak Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI.

    "Terlebih dengan berbagai ketegangan di Laut Tiongkok Selatan semakin memerlukan suatu kerja konsolidasi untuk memperkuat keseluruhan aspek ketahanan negara. Ini menjadi konsen PDI Perjuangan terkait nama-nama yang akan diputuskan dan kami serahkan seluruhnya kepada bapak presiden," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin, 17 Januari 2022.

    Hasto menuturkan posisi Pangkostrad yang kosong saat ini memang sangat strategis. Namun, dengan kosongnya jabatan itu tidak berarti Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa belum memiliki nama calon yang kuat.

    "Bukan berarti kemudian jabatannya lowong. Tetapi proses yang telah dilakukan antara Presiden Joko Widodo dengan Panglima TNI dengan Kepala Staf Angkatan Darat sudah mengerucut terkait siapa yang akan diputuskan untuk mengisi jabatan strategis tersebut," tutur Hasto.

    Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan sudah ada kandidat Pangkostrad. Menurutnya, kandidat yang akan mengisi jabatan tersebut sangat banyak.

    Mereka adalah para perwira yang memiliki pangkat jenderal bintang tiga dan dua. "Kandidat kalau untuk yang Pangkostrad di AD, kemudian Pangkohanudnas di AU, bintang tiga juga dengan Panglima Koarmada di AL. Itu semuanya adalah bintang dua yang sudah eligible. Masing-masing banyak ini calonnya," kata Andika.

    Oleh sebab itu, Panglima TNI menyatakan pengisi Pangkostrad tinggal menunggu ketetapan dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Markas Besar TNI. Andika menyatakan calon Pangkostrad akan diumumkan pekan ini.

    Baca: Panglima TNI Andika Perkasa Bantah Ada Tarik-Menarik Calon Pangkostrad


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.