Jokowi Didesak Evaluasi Soal Eks Anggota Tim Mawar yang Isi Jabatan Strategis

Reporter

Direktur Imparsial Al Araf (tengah), Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri (kanan), dan Koordinator Peneliti Imparsial Ardi Manto Adiputra (kiri) memberikan keterangan pers untuk menyikapi kebijakan penataan organisasi TNI, di kantor Imparsial, Jakarta, 6 Februari 2019. Imparsial meminta pemerintah untuk mengkaji rencana kebijakan penempatan prajurit TNI di Kementerian dan promosi pangkat, jabatan baru serta perpanjangan pensiun bintara dan tamtama. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Imparsial, Gufron Mabruri, mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau ulang semua keputusan pengangkatan eks anggota Tim Mawar dalam jabatan atau posisi strategis baik di TNI maupun di Kementerian Pertahanan.

Teranyar, ada Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto yang diangkat sebagai Panglima Kodam Jaya. Kemudian, ada Brigjen TNI Dadang Hendrayudha dan Brigjen TNI Yulius Selvanus yang menjadi pejabat eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Masing-masing menjabat sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan dan Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan.

Ia menilai jabatan yang diberikan kepada sejumlah eks anggota Tim Mawar menunjukkan pemerintah belum menganggap penting penghormatan terhadap hak asasi manusia.

"Ketika jabatan-jabatan strategis di TNI dan Kementerian Pertahanan diduduki oleh orang-orang yang memiliki catatan buruk dalam konteks HAM, sudah tentu ini menjadi penghalang utama bagi TNI dan Kementerian Pertahanan itu sendiri untuk menghormati prinsip-prinsip HAM," ujar Gufron lewat keterangan tertulis, Ahad, 9 Januari 2022.

Melansir dari laporan Majalah Tempo pada Desember 1998, Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Inf. Bambang Kristiono pada Juli 1997. Adapun anggotanya, selain Bambang sebagai komandan, terdiri atas 11 orang. Mereka adalah Kapten Inf. F.S. Mustajab, Kapten Inf. Nugroho Sulistiobudi, Kapten Inf. Julius Stefanus, Kapten Inf. Untung Budiarto. Lalu Kapten Inf. Dadang Hindrayuda, Kapten Inf. Joko Budi Utomo, Kapten Inf. Fauka Nurfarid, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto, dan Sertu Sukadi.

Tim ini dituduh bersalah dalam menculik dan menghilangkan sejumlah aktivis pada masa itu. Kasus penculikan tersebut telah diadili oleh Mahkamah Militer.

Gufron mengatakan Panglima TNI Andika Perkasa semestinya mendengarkan masukan publik dan menggunakan berbagai catatan publik dan lembaga HAM dalam mencermati rekam jejak anggotanya untuk menempati posisi atau jabatan strategis tertentu. Salah satu aspek penting yang dinilai amat perlu menjadi pertimbangan adalah memastikan bahwa prajurit TNI tersebut tidak terkait dengan kasus pelanggaran HAM berat.

"Lebih dari itu, pengangkatan Mayjen Untung dan eks Anggota Tim Mawar lainnya dalam posisi strategis di TNI dan Kementerian Pertahanan juga menjadi bentuk pengkhianatan terhadap gerakan Reformasi 1998," ujar dia.

Oleh sebab itu, Imparsial mendesak Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengevaluasi kebijakan tentang pengisian posisi strategis oleh eks Tim Mawar. Panglima TNI juga diharapkan tidak menempatkan prajurit-prajurit yang memiliki catatan buruk dalam kasus pelanggaran HAM berat, khususnya eks anggota Tim Mawar, dalam posisi atau jabatan strategis di TNI ataupun pada lembaga-lembaga yang memungkinkan ditempati oleh prajurit TNI aktif.

Baca: Jejak Tim Mawar dan Riwayat Eks Anggotanya

DEWI NURITA






Politikus Senior Ferry Mursyidan Baldan Meninggal

6 menit lalu

Politikus Senior Ferry Mursyidan Baldan Meninggal

Politikus Senior Ferry Mursyidan Baldan meninggal dunia. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di kawasan Slipi, Jakarta Barat.


Yudo Margono Berjanji Tak Akan Ada Anggotanya yang Sakiti Hati Rakyat, Jika Terpilih Jadi Panglima TNI

30 menit lalu

Yudo Margono Berjanji Tak Akan Ada Anggotanya yang Sakiti Hati Rakyat, Jika Terpilih Jadi Panglima TNI

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono berjanji tak akan ada lagi oknum prajurit arogan jika dirinya terpilih sebagai Panglima TNI menggantikan Andika Perkasa. Hal ini Yudo sampaikan saat memaparkan visi misi dalam uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di DPR RI.


Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

32 menit lalu

Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

Laksamana Yudo Margono menjamin hubungan TNI-Polri bakal tetap solid jika dirinya terpilih menjadi Panglima TNI.


Profil Besan Jokowi, Profesor Gudono Ayah Erina yang Telah Berpulang pada 2016

36 menit lalu

Profil Besan Jokowi, Profesor Gudono Ayah Erina yang Telah Berpulang pada 2016

Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono tinggal menunggu waktu. Berikut profil Profesor Gudono, calon besan Jokowi.


Uji Kelayakan Panglima TNI, Gelak Tawa Pecah saat Yudo Margono Tunjukkan Foto Istri

46 menit lalu

Uji Kelayakan Panglima TNI, Gelak Tawa Pecah saat Yudo Margono Tunjukkan Foto Istri

Gelak tawa sempat memenuhi ruang rapat Komisi Pertahanan DPR kala menggelar uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon Panglima TNI, Yudo Margono


Sejumlah Pejabat Utama TNI Dampingi Yudo Margono Tes Panglima TNI di DPR

1 jam lalu

Sejumlah Pejabat Utama TNI Dampingi Yudo Margono Tes Panglima TNI di DPR

Dengan banyaknya dukungan dari koleganya, Yudo Margono mengaku tak tegang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan hari ini.


Andika Perkasa Absen dari Rombongan Pengantar Yudo Margono, Ini Sebabnya

1 jam lalu

Andika Perkasa Absen dari Rombongan Pengantar Yudo Margono, Ini Sebabnya

Yudo Margono, nampak hadir ditemani KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit


Jokowi: Dulu Zaman Kompeni Ada Kerja Paksa, Sekarang Muncul Ekspor Paksa

1 jam lalu

Jokowi: Dulu Zaman Kompeni Ada Kerja Paksa, Sekarang Muncul Ekspor Paksa

Jokowi menekankan bijih nikel yang dilarang ekspor tersebut adalah kekayaan alam Tanah Air.


Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

1 jam lalu

Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

Menengok penghulu di balik Kaesang Pangarep-Erina menikah. Ada 2 juta pernikahan berlangsung tiap tahun maka jumlah penghulu saat ini masih kurang.


Diantar KSAD, KSAU, dan Kapolri, Yudo Margono Akui Tak Tegang Ikut Tes Kelayakan

1 jam lalu

Diantar KSAD, KSAU, dan Kapolri, Yudo Margono Akui Tak Tegang Ikut Tes Kelayakan

Laksamana TNI Yudo Margono mengaku tidak tegang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test menjadi Panglima TNI di DPR RI hari ini.