Densus 88 Sebut Peran Farid Okbah dan Zain Beri Arahan Pencarian Dana

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Terduga teroris Farid Okbah saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara 2020 lalu. Dok. Pengacara Farid

    Terduga teroris Farid Okbah saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara 2020 lalu. Dok. Pengacara Farid

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Ban Ops Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Komisaris Besar Aswin Siregar, mengatakan Farid Okbah dan Ahmad Zain An-Najah berperan memberi petunjuk dalam pendanaan kegiatan jaringan kelompok teror Jamaah Islamiyah.

    "Ketua BM ABA yang ditangkap, FS tadi, itu dalam strukturnya meminta petunjuk dan laporan kepada FAO dan ZA. Dia meminta petunjuk dan bagaimana apalagi yang harus dikerjakan," kata Aswin dalam konferensi pers, Kamis, 25 November 2021.

    Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (BM ABA) adalah lembaga yang dibentuk untuk mengumpulkan dana (fund raising) untuk kegiatan kelompok. Selain itu, ada pula Syam Organizer yang juga memiliki peran sama. Aswin mengatakan keorganisasian kelompok ini sangat rapi.

    Dari dokumen yang didapat Densus, di bawah Amir (pemimin) Jamaah Islamiyah di Indonesia, terdapat bendahara pusat. Di bawahnya lagi ada bidang Tahzis dan Bidang Dakwah.

    "Ini sudah ditangkap semua orangnya. Bendaharanya sudah, bidang Tahzis sudah, bidang dakwah sudah, Amir JI sudah," kata Aswin.

    Dalam operasinya, ia mengatakan kelompok ini mengaburkan kegiatannya di mata publik sebagai kegiatan yang tidak melanggar aturan. Mulai dari lembaga pendidikan hingga pengiriman bantuan ke luar negeri, terutama ke Suriah, berupa pakaian dan makanan.

    "Sehingga memang tak kelihatan bukti itu. Memang itu bagian dari meraih simpati masyarakat yang pada endingnya penguasaan wilayah dengan dukungan," kata Aswin.

    Dengan cara menarik simpati publik itu, Aswin mengatakan mereka menjadi lebih terlindungi. Salah satu efeknya, adalah saat penangkapan Farid Okbah dan Ahmad Zain An-Najah kemarin, yang mendapat banyak tentangan. Bahkan Densus 88 ia sebut dituding telah mendzolimi dan mengkriminalisasi ulama.

    "Padahal kita sudah menjelaskan tak ada kriminalisasi, tak ada tindakan kita yang tak berdasarkan awal bukti permulaan yang cukup di tangan," kata Aswin.

    Baca: Pelaku Unggahan Seruan Jihad terhadap Densus 88 Konsumsi 4 Butir Obat Penenang


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.