Ini Penjelasan Ma'ruf Amin Soal Algoritma Bisa Memecah Kerukunan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa teknologi informasi berbasis digital mempunyai sisi negatif. Menurut dia, algoritma media sosial ini berpotensi memecah kerukunan antarumat beragama.

    "Sisi negatif dari teknologi informasi berbasis digital ini memiliki kemampuan yang disebut dengan 'kurasi algoritma', yakni menggiring publik meyakini hanya informasi yang dipasok kelompoknya sebagai kebenaran, sementara kelompok lain juga berkeyakinan sama. Hal ini mengakibatkan terjadinya keterbelahan sosial dalam hal ini keterbelahan antarumat beragama,” kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 November 2021.

    Hal ini diungkapkan Wapres Ma'ruf dalam Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional (KONAS) FKUB ke-6 se-Indonesia di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Di acara yang mengangkat tema 'Torang Samua Ciptaan Tuhan', Ma'ruf mengatakan berita bohong (hoaks) berkembang lebih cepat seperti deret ukur dibandingkan dengan berita yang bersifat konfirmatif (pelurusan berita) yang seperti deret hitung.

    Terlebih di era digital saat ini, informasi tersebar dengan cepat. Karena itu, ia mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyiapkan strategi menghentikan narasi berita bohong (hoaks) yang menyulut konflik tersebut.

    “Ini adalah salah satu tantangan yang harus dijawab oleh FKUB agar kerukunan umat beragama tetap terjaga dan terpelihara. Saya mengharapkan forum ini juga membahas tantangan tersebut secara mendalam serta menyiapkan langkah antisipasinya,” kata Ma'ruf.

    Ia mengapresiasi peran aktif FKUB yang selama ini telah menjadi media yang sangat efektif dalam membangun kerukunan dan mencegah konflik beragama. Namun, Wapres Ma'ruf mengingatkan, mudahnya penyebaran hoaks menjadi tantangan yang harus dihadapi saat ini. “Akan tetapi tantangan yang dihadapi FKUB sekarang ini tidak berarti tidak ada, bahkan tantangan semakin berat,” ujar Ma'ruf Amin.

    Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Berharap MUI Lebih Hati-hati Mendata Anggotanya


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?