Wamenkes Ingatkan Obat Molnupiravir Bukan Pengubah Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pil obat Covid-19 eksperimental yang disebut Molnupiravir sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP, terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters 17 Mei 2021. [Merck & Co Inc/Handout via REUTERS]

    Pil obat Covid-19 eksperimental yang disebut Molnupiravir sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP, terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters 17 Mei 2021. [Merck & Co Inc/Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan kehadiran obat antivirus Corona, seperti Molnupiravir bukan pengubah situasi (game of changer) dalam menghadapi pandemi Covid-19.

    "Game of changer-nya adalah mosaik yang terbentuk mulai dari protokol kesehatan yang baik, vaksinasi yang cepat dan pengobatan yang mumpuni," tutur Dante Saksono Harbuwono, Rabu, 27 Oktober 2021.

    Dante mengatakan pemerintah sedang berupaya memenuhi kebutuhan obat-obatan antivirus Corona di dalam negeri, salah satunya berjenis Molnupiravir buatan Merck Amerika Serikat. Obat tersebut disebut berfungsi menghambat replikasi RNA virus corona di fase awal.

    "Kenapa obat ini jadi salah satu yang dipilih, karena uji klinis tahap 3 Molnupiravir dapat menurunkan angka kesakitan di rumah sakit dan menurunkan angka kematian sebanyak 50 persen pada kasus ringan, bukan kasus sedang dan kasus berat," ujarnya.

    Dante mengatakan Molnupiravir termasuk satu golongan dengan obat antivirus lainnya, seperti Remdesivir yang saat ini dalam pengembangan di Indonesia.

    "Kemarin Bapak Menteri Kesehatan beserta Menko Marves (Luhut) sudah melakukan pertemuan dengan Merck di Amerika Serikat dan mencoba untuk melakukan manufacturing obat tersebut (Molnupiravir) di Indonesia," kata Wamenkes.

    Dante menambahkan Kemenkes beserta para ahli sedang melakukan investigasi ke berbagai sumber obat-obatan antivirus Covid-19 untuk menambah varian obat bagi perawatan pasien Covid-19 di Indonesia. "Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan untuk mengadakan obat ini buat masyarakat," ujarnya ihwal Molnupiravir dan obat Covid-19 lainnya.

    Baca juga: Molnupiravir Bakal Tiba Desember, Menkes: Bisa Cegah Pasien Covid-19 Masuk RS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)