Molnupiravir Bakal Tiba Desember, Menkes: Bisa Cegah Pasien Covid-19 Masuk RS

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kalsan seorang warga Badui Dalam usai divaksinasi menerima bingkisan sembako dari Menkes Budi Gunadi Sadikin.

    Kalsan seorang warga Badui Dalam usai divaksinasi menerima bingkisan sembako dari Menkes Budi Gunadi Sadikin.

    Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut obat Molnupiravir produksi perusahaan raksasa farmasi Amerika Serikat yakni Merck, akan tiba di Indonesia pada Desember nanti.

    "Diperkirakan mudah-mudahan Desember nanti bisa datang," ujar Menkes Budi lewat konferensi pers daring, Selasa, 26 Oktober 2021.

    Menurut Budi, Molnupiravir dapat diberikan kepada pasien Covid-19 bergejala ringan. Obat ini disebut dapat mencegah 50 persen kemungkinan seorang pasien Covid-19 masuk rumah sakit. "Obat ini diberikan ke orang yang saturasinya masih di atas 95 persen, tujuannya mencegah 50 persen dia masuk rumah sakit," kata Budi.

    Pemerintah saat ini juga terus menjajaki beberapa alternatif obat Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan lobi-lobi dengan Merck untuk mendapat Molnupiravir saat ke Amerika Serikat pada medio Oktober lalu.

    Selain Molnupiravir, saat ini terdapat obat Proxalutamide yang sedang dalam tahap uji klinis ketiga di Indonesia dan sedang berproses di BPOM. Alternatif lain adalah AT-527 yang dikembangkan oleh Roche and Athea.

    "Ketiga obat tersebut menunjukkan potensi untuk menjadi obat Covid-19. Namun Saya dapat sampaikan bahwa kita tidak ingin hanya sekadar menjadi pembeli, kita harapkan produsen obat tersebut melakukan kerja sama, melakukan investasi dan produksinya di Indonesia," ujar Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers daring, Senin, 18 Oktober 2021, ihwal obat Covid-19 termasuk Molnupiravir.

    DEWI NURITA
    Baca : Akankah Pemerintah Gelontorkan Subsidi Harga PCR? Ini Penjelasan Menkes

    #Jagajarak, #Pakaimasker, #Cucitanganpakaisabun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)