Polri Limpahkan Berkas Tahap I Kasus Penganiayaan oleh Napoleon Bonaparte

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Irjen Napoleon Bonaparte merupakan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional tengah menjalani vonis empat tahun dalam kasus suap penghapusan Red Notice Djoko Tjandra. Kerabat M Kece, Pendeta Saifuddin Ibrahim membeberkan bahwa penganiayaan itu terjadi sehari setelah Kece ditahan di rutan Bareskrim Polri dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Irjen Napoleon Bonaparte merupakan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional tengah menjalani vonis empat tahun dalam kasus suap penghapusan Red Notice Djoko Tjandra. Kerabat M Kece, Pendeta Saifuddin Ibrahim membeberkan bahwa penganiayaan itu terjadi sehari setelah Kece ditahan di rutan Bareskrim Polri dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI telah melimpahkan berkas perkara tahap I dengan tersangka Napoleon Bonaparte ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kace. 

    "Sudah, pada 13 Oktober lalu," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian saat dihubungi pada Senin, 18 Oktober 2021. 

    Kepolisian menetapkan Napoleon sebagai tersangka pada akhir September 2021 lalu. Ia disangkakan dengan Pasal 170 jo 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan.

    Muhammad Kace, tersangka kasus dugaan penistaan agama, mendapat perlakuan tidak menyenangkan selama mendekam di Rutan Bareskrim Polri. Napoleon diduga memukuli Kace. Tubuh Kace juga dilumuri dengan kotoran.

    Dalam menjalankan aksinya, Napoleon tak sendiri. Ia dibantu oleh tiga orang tahanan lainnya. Salah satunya adalah eks anggota Front Pembela Islam (FPI) bernama Maman Suryadi, yang menjadi tersangka dalam kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat.

    Motif penganiayaan itu lantaran Irjen Napoleon merasa keyakinan beragamanya diusik oleh Kace. "Motifnya terang-benderang sebagaimana yang tertuang dalam surat terbuka NB," kata Andi.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Bantah Muhammad Kace Cabut Laporan, Polri: Dia Hanya Buat Surat Minta Maaf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)