Satgas Madago Raya Dapat Tambahan 150 Personel Buru MIT

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah personel Polri dan TNI yang tergabung dalam Satgas Madago Raya melakukan patroli di pegunungan Manggalapi, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin, 16 Agustus 2021.  Pasca ditembakmatinya tiga orang anggota DPO Teroris Poso pada Juli 2021 lalu, operasi keamanan bersandi Madago Raya yang kini memasuki tahap III itu terus memburu enam orang sisa DPO lainnya yang masih bersembunyi di pegunungan di tiga wilayah yakni Poso, Sigi, dan Parigi Moutong. ANTARA FOTO/Rangga Musabar

    Sejumlah personel Polri dan TNI yang tergabung dalam Satgas Madago Raya melakukan patroli di pegunungan Manggalapi, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin, 16 Agustus 2021. Pasca ditembakmatinya tiga orang anggota DPO Teroris Poso pada Juli 2021 lalu, operasi keamanan bersandi Madago Raya yang kini memasuki tahap III itu terus memburu enam orang sisa DPO lainnya yang masih bersembunyi di pegunungan di tiga wilayah yakni Poso, Sigi, dan Parigi Moutong. ANTARA FOTO/Rangga Musabar

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 150 personel Brigade Mobil Nusantara dari Kepolisian Daerah Jambi dikirim untuk membantu operasi Satuan Tugas atau Satgas Madago Raya. Ratusan anggota itu telah tiba di Palu, Sulawesi Tengah, pada 15 Oktober 2021.

    Juru Bicara Satgas Madago Raya Komisaris Besar Didik Supranoto mengatakan, semua personel diberikan pembekalan terlebih dulu sebelum akhirnya terjun memburu sisa anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

    "Pembekalan perlu diberikan kepada pasukan yang baru bergabung dalam pelaksanaan operasi agar mereka mengetahui situasi dan kondisi daerah operasi, lokasi penugasan, cara bertindak, sasaran atau target dan sistem pelaporan," ujar Didik melalui keterangan tertulis pada Ahad, 17 Oktober 2021.

    Jumlah anggota kelompok MIT semakin berkurang. Dari semula enam orang, kini tersisa empat orang. Pentolan MIT, Ali Kalora, dan satu anggota bernama Jaka Ramadhan tewas dalam kontak senjata dengan Satgas Madago Raya pada 18 September 2021. Insiden terjadi di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

    Empat anggota yang tersisa itu adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru; Nae alias Galuh alias Muhklas; Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang; dan Suhardin alias Hasan Pranata.

    Dalam pencarian terhadap empat buron itu, Satgas Madago Raya pun telah menyebar selebaran poster berisi informasi beserta foto empat itu di berbagai ruang publik atau fasilitas umum.

    Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun bakal memberikan penghargaan atau reward kepada personel yang mampu menangkap sisa anggota MIT tersebut.

    "Saya akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan reward kepada personel yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga kamtibmas dari segala bentuk gangguan dari kelompok MIT," ucap Sigit melalui keterangan tertulis pada Selasa, 28 September 2021.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Kapolri Siapkan Reward Bagi Personel yang Bisa Tangkap Sisa Anggota MIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.