Kapolri Siapkan Reward Bagi Personel yang Bisa Tangkap Sisa Anggota MIT

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersama Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (dua kanan) memberikan keterangan pers peluncuran aplikasi SIM Nasional Presisi Korlantas Polri (Sinar) untuk perpanjangan SIM secara daring di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta, Selasa 13 April 2021. (ANTARA/HO/Humas Kakorlantas)

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersama Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (dua kanan) memberikan keterangan pers peluncuran aplikasi SIM Nasional Presisi Korlantas Polri (Sinar) untuk perpanjangan SIM secara daring di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta, Selasa 13 April 2021. (ANTARA/HO/Humas Kakorlantas)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bakal memberikan penghargaan atau reward kepada personel yang mampu menangkap sisa empat anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). 

    "Saya akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan reward kepada personel yang berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga kamtibmas dari segala bentuk gangguan dari kelompok MIT," ucap Sigit melalui keterangan tertulis pada Selasa, 28 September 2021.

    Sigit pun mengapresiasi seluruh personel Satuan Tugas Madago Raya yang sebelumnya telah menembak mati pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Ali Kalora dan satu anak buahnya, Jaka Ramadhan. 

    Menurut Sigit, hal itu wujud dari kehadiran TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari segala ancaman teror.

    "Tindakan tegas terukur telah dilakukan terhadap pimpinan kelompok MIT, diharapkan seluruh upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dari ancaman kelompok teror dapat menjadi ladang amal bagi kami semua," kata Sigit. 

    Sigit menginstruksikan kepada seluruh personel Satgas Madago Raya untuk terus mengejar anggota MIT yang masih buron. Adapun empat anggota yang tersisa itu adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muhklas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

    "Pertahankan kinerja yang sudah baik ini, lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap target yang tersisa," kata Kapolri Listyo Sigit

    Baca juga: Kapolri Listyo Sigit Raih 3 Penghargaan Rekor MURI 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.