KH Idham Chalid, Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun dan Jabatan Strategis

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    KH Idham Chalid di Semarang, 1989.TEMPO/Heddy Lugito;

    KH Idham Chalid di Semarang, 1989.TEMPO/Heddy Lugito;

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke-34 di Lampung, 23-25 Desember 2021, calon ketua umum organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini mulai bermunculan. Namun, tahukah Ketua Umum PBNU sepanjang sejarahnya paling lama menjabat?

    Dr (H.C.) KH Idham Chalid merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal luas. Pria yang lahir pada 27 Agustus 1921 ini adalah tokoh bangsa, tokoh agama, tokoh organisasi besar Islam NU serta deklarator sekaligus pemimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP). KH Idham Chalid merupakan Ketua Tanfidziyah NU terlama dalam sejarah NU selama 28 tahun, periode 1956-1984.

    Ia adalah salah satu politisi Indonesia yang memiliki pengaruh pada masanya. Idham Chalid pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda.

    Tidak hanya itu, ia pun pernah menjadi Ketua MPR dan Ketua DPR. Idham Chalid juga dipercaya Presiden Soeharto menjadi Menteri Kesejahteraan Rakyat, Menteri Sosial (Mensos) Ad Interim dan Ketua DPA. 

    Keluarga Idham Chalid termasuk kalangan yang memiliki gelar atau bangsawan. Meskipun begitu ia memiliki cara serta penilaian mengenai keturunan dan nasab. Melalui ajaran Islam serta didikan ayahnya, ia diajarkan bahwa kemuliaan seseorang tak terletak pada darahnya, melainkan pada amal perbuatan dan darma baktinya.

    Setelah lulus dari Sekolah Rakyat, Idham menempuh pendidikan di Madrasah Ar-Rasyidiyyah pada tahun 1922. Ia menggunakan kesempatan yang ia dapat untuk mendalami bahasa Arab, bahasa Inggris, dan ilmu pengetahuan umum. Idham juga melanjutkan pendidikannya ke  Pesantren Gontor  di Ponorogo dan memperdalam bahasa Jepang, Jerman, dan Prancis.

    Saat Jepang kalah perang dan Sekutu masuk Indonesia, Idham Chalid masuk ke dalam badan-badan perjuangan. Sebelum kemerdekaan, ia aktif menjadi Panitia Kemerdekaan Indonesia Daerah di kota Amuntai. Pasca Proklamasi Kemerdekaan, Idham bergabung dengan Persatuan Rakyat Indonesia, partai lokal, kemudian pindah ke Serikat Muslim Indonesia.

    Ia mendapat gelar Pahlawan Nasional sebab diangap sangat berjasa  bagi bangsa dan negara. Ia juga dapat menentramkan kegelisahan warga NU dalam masa jabatannya yang cukup lama. Beliau pun diabadikan pada pecahan uang kertas rupiah baru, pecahan Rp 5.000,- atas jasa-jasanya pada 19 Desember 2016.

    Ketua Umum PBNU terlama sejak Indonesia merdeka, KH Idham Chalid ini aktif dalam dunia pendidikan. Ia berkomitmen dalam bidang pendidikan yaitu dengan membuka yayasan pendidikan yang tidak mengambil keuntungan bagi kalangan tidak mampu.serta mewariskan dua yayasan pendidikan agama Islam Darul Maarif di Jakarta Selatan dan Darul Qur'an di Cisarua-Bogor yang merupakan menjadi peristirahatan terakhirnya. KH Idham Chalid meninggal pada 11 Juli 2010, dalam usia 88 tahun.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: PBNU Bakal Gelar Muktamar Ke-34 pada 23-25 Desember 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)