Panglima TNI Perintahkan Menutup Akses Teroris Mujahidin Indonesia Timur

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal  Hadi Tjahjanto memerintahkan kepada personel Satgas Mandago Raya untuk menutup akses teroris Mujahidin Indonesia Timur Poso yang masuk daftar pencarian orang.

    Pernyataan Panglima TNI itu disampaikan saat memberikan pengarahan kepada Personel Operasi Mandago Raya 2021 di Poso, Sulawesi Tengah, Selasa, 28 September 2021. Hadi mengingatkan bahwa sisa-sisa teroris Mujahidin Indonesia Timur seperti fenomena gunung es.

    Untuk menyekat pergerakan mereka, Panglima TNI menekankan agar aparat menutup seluruh akses menuju ke wilayahnya. "Kita patut bersyukur, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan karena setiap kemungkinan bisa saja terjadi,” ucap Hadi dalam pengarahan yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu.

    Menurut Hadi pendekatan yang baik dengan masyarakat harus terus dilakukan aparat melalui operasi teritorial karena merupakan operasi dengan satu tujuan, yaitu kepentingan rakyat dan kepentingan NKRI. Sehingga kelompok teroris hancur dan radikalisme tidak mendapat tempat di Indonesia.

    Panglima Hadi juga menekankan agar para prajurit yang bertugas di lapangan memegang teguh disiplin keprajuritan, disiplin tempur, selalu bersinergi dalam bertugas sesuai dengan tugas, dan spesialisasi masing-masing.

    Sebelumnya Satgas Madago Raya menindak tegas pimpinan Mujahidin Indonesia Timur Poso Ali Kalora dalam kontak senjata di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu, 18 September 2021.

    Selain Ali Kalora, dalam kontak senjata tersebut menewaskan satu orang lainnya bernama Jaka Ramadhan. Setelah Ali Kalora dan Jaka tewas, anggota  Mujahidin Indonesia Timur diduga tersisa empat orang, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin alias Hasan Pranata.

    Baca Juga: Jejak Kekejaman Kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang Diduga Pelaku Teror Sigi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.