Ridwan Kamil Minta Kemendikbud Luruskan Isu Klaster Sekolah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badut dari Komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) saat melakukan edukasi tentang protokol kesehatan pada siswa di SDN 03 Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 September 2021. Aku Badut Indonesia (ABI) melakukan aksi kampanye edukasi tentang protokol kesehatan dengan menyanyikan lagu 3 M, membagikan masker dan mengingatkan protokol kesehatan selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Badut dari Komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) saat melakukan edukasi tentang protokol kesehatan pada siswa di SDN 03 Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 September 2021. Aku Badut Indonesia (ABI) melakukan aksi kampanye edukasi tentang protokol kesehatan dengan menyanyikan lagu 3 M, membagikan masker dan mengingatkan protokol kesehatan selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi meluruskan isu klaster sekolah.

    “Itu data dia pernah Covid kemudian dia ikut Pembelajaran Tatap Muka, dihitung sebagai klaster. Nah itu yang kami minta Kemendikbud untuk meluruskan,” kata dia, Sabtu, 25 September 2021.

    Ridwan Kamil, sapaan akrabnya, mengatakan, Komite Penanganan Covid-19 Jawa Barat tidak menerima informasi adanya klaster sekolah.

    “Karena kalau ada klaster, logika ya, pasti Komite tahu ada titik yang rawan. Sekarang kan kasus sedikit, BOR (tingkat keterisian Rumah Sakit) juga hanya 6 persen, kasus menurun tiap hari. Kalau ada peningkatan pasti kami lebih awal diberitahunya,” kata dia..

    Ia mengatakan, penggunaan istilah klaster sekolah dinilai tidak tepat. “Ini ada masalah definisi,” kata dia.

    Emil mengatakan, data kasus Covid-19 pada siswa dan guru yang ditemukan bukan klaster. “Ada laporan anak sekolah, guru yang terkena Covid, belum tenut di sekolah kira-kira begitu. Definisi klaster itu menyebar di satu titik, ini kan nggak,” kata dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, sudah melakukan penelusuran mengenai kabar siswa sekolah terpapar Covid-19.

    Penelusuran dilakukan dengan mengecek seluruh Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat, serta Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk mencari kasus tertular Covid-19 di sekolah untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap  muka. “Semuanya menyatakan tidak ditemukan klaster sekolah tatap muka,” kata Dedi, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 25 September 2021.

    Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Masih Telusuri Klaster di Sekolah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.