Vaksin Pfizer Diklaim Aman untuk Anak 5-11 Tahun, Kemenkes Tunggu Kajian WHO

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis Puskesmas Kecamatan Bekasi Jaya memeriksa kesehatan pelajar sebelum menyuntikkan dosis pertama vaksin pfizer pada warga di Kawasan Pertokoan Proyek, Jl Ir H Juanda, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 September 2021. Vaksinasi jemput bola bertujuan memberikan pelayanan guna memudahkan warga mendapatkan dosis vaksin. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis Puskesmas Kecamatan Bekasi Jaya memeriksa kesehatan pelajar sebelum menyuntikkan dosis pertama vaksin pfizer pada warga di Kawasan Pertokoan Proyek, Jl Ir H Juanda, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 September 2021. Vaksinasi jemput bola bertujuan memberikan pelayanan guna memudahkan warga mendapatkan dosis vaksin. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyebut pemerintah masih menunggu kajian World Health Organization (WHO) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) ihwal keamanan pemberian vaksinasi Covid-19 untuk anak usia di bawah 12 tahun.

    Hal tersebut disampaikan Nadia merespons klaim perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer Inc., yang menyatakan vaksin Covid-19 produksi mereka bersama BioNTech, aman dan efektif digunakan anak-anak usia 5 sampai 11 tahun. Adapun vaksin produksi Pfizer sudah tersedia di Indonesia.

    "Kami akan menunggu kajian WHO dan rekomendasi ITAGI serta selesainya publikasi ilmiah Pfizer. Kemarin itu kan baru informasi saja, belum publikasi ilmiah," ujar Nadia saat dihubungi Tempo, Kamis, 23 September 2021.

    Sampai saat ini, Kemenkes baru memperbolehkan penggunaan vaksin Pfizer bagi anak dengan rentang usia 12-17 tahun dengan pemberian dua dosis yaitu 0,3 ml secara intramuskular dalam interval waktu minimal 21 hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.