Kejaksaan Tangkap Koruptor yang Buron 12 Tahun

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen Sunarta (tengah) dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Mukri (kanan), Perwakilan Direktur Jenderal Imigrasi (kiri) bersama Buronan Atto Sakmiwata Sampetoding di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019. Atto merupakan terpidana kasus korupsi jual beli Nikel Kadar Rendah antara Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan PT. Kolaka Mining Internasional. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen Sunarta (tengah) dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Mukri (kanan), Perwakilan Direktur Jenderal Imigrasi (kiri) bersama Buronan Atto Sakmiwata Sampetoding di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019. Atto merupakan terpidana kasus korupsi jual beli Nikel Kadar Rendah antara Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan PT. Kolaka Mining Internasional. Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut menangkap koruptor yang sudah buron selama 12 tahun. Dia adalah Tohidi yang terlibat dalam kasus penyelewengan anggaran pembangunan tempat pelelangan ikan di Cilauteureun, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    "DPO (daftar Pencarian orang) ini 12 tahun," kata Kepala Kejari Garut Neva Dewi Susanti, Jumat, 17 September 2021. Ia menyatakan Tohidi ditangkap oleh tim Tangkap Buron Kejari Garut di Kabupaten Subang.

    Terpidana Tohidi, kata Neva, sudah divonis bersalah oleh majelis hakim pada 2009 ihwal kasus korupsi pengembangan Tempat Pelelangan Ikan Cilauteureun tahun anggaran 2005. Program pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jabar itu pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan dan ditemukan ada kerugian negara sebesar Rp599 juta dari total anggaran Rp1,1 miliar lebih.

    Neva menyebutkan Tohidi telah divonis 2 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider penjara enam bulan oleh majelis hakim. "Putusan pidana dua tahun, kemudian denda Rp200 juta subsider enam bulan, uang pengganti Rp449 juta kalau tidak bisa subsidernya satu tahun," tutur Kepala Kejari Garut. 

    Terpidana Tohidi merupakan orang kedua yang berhasil ditangkap oleh tim Tangkap Buron Kejaksaan Negeri Garut. Pekan lalu Kejari menangkap seorang mantan anggota DPRD Garut yang sudah buron selama 13 tahun di kasus korupsi APBD.

    Baca juga: ICW Beri Kejaksaan Nilai C untuk Kinerja Penindakan Korupsi Semester I 2021 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.