Tersangka Korupsi PDPDE Sumsel, Alex Noerdin Punya Kekayaan Rp 28 M

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Noerdin usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian gas oleh PDPDE Sumatera Selatan. Tempo/Andita Rahma

    Alex Noerdin usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian gas oleh PDPDE Sumatera Selatan. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan (PDPDE Sumsel), Alex Noerdin tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp 28 miliar.

    Jumlah tersebut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikan Alex ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 29 Maret 2021. "Total harta kekayaan Rp 28.029.274.317," termaktub dalam pengumuman LHKPN tersebut.

    Apabila dirinci, kekayaan Alex terdiri dari 22 bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 20,56 miliar. Aset tersebut tersebar di beberapa wilayah, misalnya di Kabupaten Musi Banyuasi, Kota Palembang, hingga Kota Tangerang Selatan.

    Selain tanah dan bangunan, Alex melaporkan kepemilikan dua kendaraan, yaitu mobil Toyota Kijang tahun 1994 seharga Rp 30 juta dan mobil VW Caravelle tahun 2001 seharga Rp 135 juta. Dengan demikian total nilai kendaraan yang dimiliki Alex adalah seharga Rp 165 juta.

    Alex juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 6,72 miliar dan harta berupa kas dan setara kas senilai Rp 575,1 juta.

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Alex Noerdin sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana dugaan korupsi di PDPDE Sumsel. Ia ditetapkan menjadi tersangka bersama dengan mantan Komisaris PDPDE Sumatera Selatan Muddai Madang.

    Saat ini, Alex dan Muddai pun telah resmi ditahan selama 20 hari. "Untuk saudara AN, ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sementara saudara MM ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis, 16 September 2021.

    Leonard mengatakan Alex diduga meminta alokasi gas bagian negara dari Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas) untuk PDPDE Sumsel. Adapun Muddai Madang diduga menerima pembayaran yang tidak sah berupa fee marketing dari PT PDPDE Gas. Namun, Leonard enggan menyebut besaran aliran dana yang diterima oleh Alex maupun Muddai.

    CAESAR AKBAR

    Baca: Ini Dugaan Kasus yang Menjerat Alex Noerdin di Kejaksaan Agung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.