100 Tokoh Desak Jokowi Bongkar Aktor Intelektual Pembunuh Munir

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengantarkan ribuan kartu pos bergambar mendiang Munir untuk Presiden Joko Widodo di Kantor Sekertariat Negara, Jakarta, 17 Januari 2017. Dalam ribuan kartu pos tersebut terdapat sejumlah tanda tangan masyarakat dari 20 daerah di Indonesia. TEMPO/Subekti

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengantarkan ribuan kartu pos bergambar mendiang Munir untuk Presiden Joko Widodo di Kantor Sekertariat Negara, Jakarta, 17 Januari 2017. Dalam ribuan kartu pos tersebut terdapat sejumlah tanda tangan masyarakat dari 20 daerah di Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 100 tokoh dengan berbagai latar belakang mendesak Presiden Joko Widodo untuk membongkar aktor intelektual pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Mereka mendesak Jokowi melakukan tindakan agar pelaku bisa diseret ke pengadilan.

    “Kami sejumlah organisasi dan tokoh demokrasi Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo menuntaskan kasus Munir terutama dengan menuntut aktor intelektual di balik kematiannya untuk diadili,” kata perwakilan tokoh, Asfinawati, Senin, 6 September 2021.

    Asfinawati mengatakan penuntasan kasus ini penting bagi demokrasi. Dia mengatakan penuntasan kasus dapat merubah wajah baru penegakan HAM di Indonesia yang belakangan ini merosot. Pengungkapan kasus juga dapat mencegah berulangnya kasus pembunuhan politik seperti yang dialami Munir.

    “Karena itu, kami mendesak Presiden Joko Widodo untuk berani mengusut aktor intelektual di balik kasus Munir,” ujar dia.

    Desakan mengungkap kasus Munir kembali diucapkan mendekati peringatan 17 tahun pembunuhan Munir yang jatuh pada 7 September 2021. Munir tewas dibunuh dengan cara diracun saat penerbangan ke Belanda. Meski sudah ada pelaku lapangan yang telah dipenjara, banyak pihak menilai masih ada aktor intelektual yang belum terungkap.

    Para tokoh berkesimpulan bahwa pembunuhan Munir bermotif politik. Kuat dugaan kasus ini berhubungan dengan situasi demokrasi saat itu, yakni putaran terakhir pemilihan langsung presiden pada 20 September 2004. Partisipasi Munir dalam pemilihan presiden putaran pertama pada Juli 2004 diduga menjadi faktor penting dalam mengungkap motif dan faktor pemicu pembunuhan.

    “Dalam berbagai pengalaman di negara lain, pembunuhan politik kerap menimpa orang yang dinilai berseberangan dengan pemerintah,” kata para tokoh. Sejumlah organisasi yang tergabung mendesak penuntasan kasus ini adalah Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Themis Indonesia, Public Virtue, Cahaya Dari Timur Foundation. Sementara tokoh yang bergabung di antaranya, sosiolog Thamrin Amal Tomagola, Bivitri Susanti, Asnil Nababan dan sejumlah tokoh lainnya. Total ada 115 tokoh dan organisasi yang mendesak Presiden Jokowi menuntaskan kasus Munir.

    Baca: Sosiolog UI Pesimistis Kasus Pembunuhan Munir Tuntas di Era Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...